penyakit hati · Sastra/puisi

Amarah

Jiwa yang tandus dengan kendala, seakan menelan bangkai busuk muak di terima lidah , serupa kata menyakitkan batin tak peduli sudut pandang yang lain ,

ego kadang menerpa ,menendang cela untuk marah , penat mencari jalan keluar ,seakan tak ada waktu berfikir sehat maka amarah menjadi muslihat 

bosan , kecewa pada waktu yang menyudut hal yang tak dapat ku tuju , melawan gila,mengalah tak terima 

ingin sekali merobek -robek bangkai yang membusuk di lidah tetapi tak dapat di temukan hanya bau nya yang tertelan , sudah berjam jam tubuh bertempratur tinggi seolah emosi yang menguasai 

ahrrrrrrhhhh … kecewa enggan punah ,bahkan kata maaf menjadi sia sia , rendah hati tak jadi tolak ukur, tubuh butuh waktu sendiri ,sekedar mencari solusi ,mengubah amarah menjadi tawa ,meski itu tak mudan layak nya nasib yang harus ku terima 

Punah kan amarah untuk menghindari petaka , hilangkan ego demi kembali nya sebuah tawa bahagia . Meski sulit tetap ku coba , melawan tinggi nya hati demi sebuah gengsi , sampai memakan diri hingga akhrnya menelan rugi . 

Teras rumah yang sepi ,bogor 2017

oleh _ JuliaPanjul 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s