Gaya Hidup · Lelaki · Pejuang Dunia · Sastra/puisi

lelaki 

Muda tempat nya para penikmat zaman meski begitu tangung jawab dan tugas tetap kau perhitungkan , dari Koko berkaca mata hingga  rentan di telan usia 

beranjak dari rumah ,sekedar menopang kendala ,angin tak di sambut tubuh ,panas menjadi teman paling setia kala siang

haus dan lapar menjadi intonasi , itu juga di terima , hina dan caci para petinggi yang hanya ucang ucang kaki sekedar printah tak berprasaan 

Amarah yang beradu emosi ketika upah tak sepadan , apa boleh buat nasib lebih berkuasa , orang orang besar menjadi jawara 

keadilan bukan lagi menjadi hak para budak , sangsi akan berontak membuat susah ibu dan anak ,

ahhh dasar lelaki jiwa nya jurang ,menelan waktu tak pandang , besar pasak dari pada tiang sudah menjadi ke hidupan 

tak cukup , tapi susah meraup , berjalan saja mengikuti waktu sampai dimana? Melangkah saja menuruti keadilan entah kapan datang nya 

dasar lelaki tangung jawab nya berlebih ,usia dan tenanga tak di perhitung kan meski hasil nya tak menutup hutang kandang , 

lelaki , teruslah berjuang demi mentari di atap rumah demi api yang mematangkan nasi, demi gedung tinggi si buah hati 

lelaki , doa kami para ibu ,anak dan istri terus menyertai , agar semangat mu berkobar dan amarah mu terendam sabar 

Kau mampu menjadikan kami para wanita berhati karang ,ikhlas mu menjadi surga yang tak bisa kami bayar , karna kau lelaki pejuang . 
Di Perjalanan panjang ,bogor maret 2017 

oleh _ JuliaPanjul

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s