addict · cerbung · cerpen · fiksi · Lelaki · lovestory · novel · Pejuang Dunia · perempuan · Sastra/puisi · short story

Novel ; Calon mama       Bab 1 : Anima                   Karya : Julia Panjul

Narkoba menjadi teman terbaiku sejak 2 tahun silam , kepergian papa membuat ku terpukul ,melihat mama yang sering kali membawa teman lelaki bergantian, entah lah apa mama menjadi wanita malam , atau sekedar pelampiyasan rasa sepi nya saja  aku engan bertanya .
perkenalan ku dengan seorang gaids begitu singkat bernama Anima wijaya yaang menemui ku di atap lantai 3 dengan kebodohan ku di rehabilitas naungan para pecandu yang melawan asa nya ingin sembuh ,  mama menaruh ku beberapa bulan yang lalu ,tak sering menemukan hal yang menguncang kan hati hanya dengan racun dunia yang menenangkan ku ,obat mematikan membuat ku menjadi pecandu sejati kala itu, hingga suatu bencana tiba,

polisi mendatangi kediaman perkumpul an anak-anak geng motor, di dapatkan bebrpa barang bukti termaksuk aku yang sedang mengkonsumsi barang jahanam itu . 

Polisi mencebloskan ku dengan barang bukti , tapi mama tak kuasa melihat anak nya mendekam di penjara , sampai mama meminta bantuan teman nya yang kebetulan kenal dengan rehabilitas narkoba . 
Awal masuk nya di panti sosial tersebut membuat ku gerah terlalu banyak aturan dan sempit melangkah, sering kali aku hendak kabur , tapi apa daya , selalu tertangkap mata  hinga akhirnya suatu malam aku merncanakan soal ancaman untuk membunuh diriku sendiri . 
Bukan hanya rindu mama aku rindu angin luar dengan kebebasan malam , sampai nya di atas lantai 3 aku berteriak kencang sejadi -jadi nya . 
Keluarkan keluarin gueeee ….. 
Suara ku teriak histeris membangun kan para addict yang lain nya , nyaris seluruh staf dan conselor yang berada dalam asrama  turut melihat apa yang terjadi di luar, di dapatkan nya pemandangan tak enak mata , aku sudah berdiri di sisi gedung dengan tali yang ku persiapkan denagan sembunyi-sembunyi 

“Tuuurunnn .. reyy turun reyyy … jangan gila turunnn kita bisa bicarakan ini , rey tolong turun … ” suara conselor yang membing ku teiak dengan toak agar aku mendengar dr kejauhan . 

“Gaaaaaaaaa …. bebasin gue …. ”
teriak ku menjadi-jadi 
Tak lama ada seorang gadis berkerudung biru tepat di belakang ku ,yang sudah bersiap-siap untuk mengantung kan kepala dari lantai 3 . 
Turun lah ,hayo lakukan , kau ini siapa ? Heboh malam- malam hanya mau bunuh diri aja ? Hemm lucu .. hei rey , nama mu rey kan , usia mu berapa ? 17, 12 atau 5 tahun , ”    suara permpuan berkerudung cukup tenang dan sedikit tegas ke arah ku 

 ” Kenpa ? Kau mau bunuh diri kan ? Rey kami disini susah payah membantu kalian para addict untuk pulih dari masa candu nya , kami tak meminta banyak rey , bahkan uang pun tidak , apa masalah mu rey? Perceraian org tua? Kekuarang dana?putus sekolah , ditingal kawin? Putus cinta apa ? Hei rey kalo kau ingin bebas , dewasa lah bicara pada kami kalau kau tidak nyamam disini , atau kalau kau mau bunuh diri jangan membangun kan org,mengangu jam istirahan yang lain nya cukup mensuk perut mu atau memotong nadi mu saja dalam kamar mandi ,tapi sebelum itu kau buat dulu video permohonan maaf untuk org tua mu dan para pekerja yang rela siang dan malam membantu , paling tidak kau tidak menyisahkan buruk sangka puluhan orang kanpa kau bunuh diri ,bicara tidak menyusahkan org kematian mu pasti menyusah kan kami , darah mu yang bercecer an, mayat busuk mu mati sia-sia dan tidak hormat , belum lagi kami harus menuai pertanyaan dari orang tua dan para wartawan , kau tau rey , bunuh diri perkara mudah , lakukan lah tapi dengar ini baik-baik , 

“hidup itu kesempatan rey jika kau buang bgitu saja hanya demi sebuh kematian percaya lah rey kematian mu tidak membebaskan mu dari maslah , bahkan di dalam kubur pun kau masih menangung maslah dan perbuatan mu di dunia , bukan hanya itu rey kalau kau loncat dari gedung ini apa kau pikir akan langsung mati , hemm tidak rey ini hanya 3 lantai ketingian nya tak seberpa terjal , 

“jika tuhan mau, atas perbuatan mu kau akan di hukum dan di permalukan seumur hidup mu dengan tetap hidup tapi tanpa daya , cacat fisik , lumpuh, luka robek  atau yang lain nya, apa kau mampu menangung itu? Katakan rey jika ya akan aku bantu cara bunuh diri mu dengan sempurna, sini mari ku bantu ” suara gadis berkerudung biru tak henti bercakap pada rey yang tiba-tiba diam saja ”

Langkah satu persatu di pijak sang gadis ,menuju rey yang mulai tenang , tanpa teriak kan bebas pada banyak orang 

“Kenapa rey, kau bingung ? “

Tiba-tiba gadis itu membuka jaket tebal nya ke arah rey seolah menunjukan lekuk tubuh nya yanh hanya berpakaian celana tidur dan kaos street saja . 

Liat aku rey , dunia memang kejam kalo pun ada yang harus bunuh diri , itu adalah aku . Lihat aku rey , aku tidak sendiri di hadapan mu, aku bersama janin ku , calon anak ku, kau terkejut rey , aku bukan orang kaya dan berpendidikan seperti yang kalian lihat , aku hanya gadis penjual koran bebepa tahun yang lalu , demi mencukupi keluarga ku , ayah ku meningal sejak kecil, ibu struk dan adik ku bisu kami hidup di kalangan kumuh kota solo , 

hidup keras rey , sampai suatu ketika aku berjumpa lelaki yang bernama bayu , meminta tolong untuk membrikan sebuah bingkisan pada teman nya . Dulu aku bodoh , tak pernah bertanya apa isi bingkisan itu sampai akhir nya polisi meringkus ku sebgai pengedar , ternyata isi bingkisan itu adalah putau ,ganja, sabu , suntikan narkoba dan barang jahanam lain nya sejak dapat kerjaan dari bayu aku sudah tdk menjual koran hidup kami lumayan tercukupi sekedar untuk makan , 

saat itu usia ku 15 tahun , dan saat aku di penjara tak ada yang tau bahkan keluarga ku pun tidak sampai aku bertemu dengan seorang teman dalam sel yang mendengar cerita ku, dia yang memperkenalkan pengacaranya secara gratis untuk membela ku dengan semua bukti akhrnya bayu dapat di cari tidak cepat rey aku mendekam dalam penjara sudah 1 tahun ,meski keadilan tak ku dapat dari hukum , tuhan tidak tidur ketika bayu di ringkus bayu mengatakan yang sebenar nya aku hanya cuci  tangan nya aja , 

aku bebas rey tapi saat ku pulang kau tau aku mendpatkan kabar dari warga bahwa ibu ku meningal dunia terjatuh saat hendak bejalan n sakit yang tak henti memikirkan ku , hanya adik ku yang ada dalam gubuk kau tau saat itu hati ku ,batin ku ? Sakit rey perih kenapa tidak aku saja yang mati , ingin bertanya pada lusi adik ku pun tak bisa menjawab karna adik ku bisu , tidak sampai di situ rey ,

Tak lama saat air mata anima menetes terdengar suara sari bawah yang berteriak 

“Rey …. turunnn .. hayo lah rey … “

“Berhenti lah mengakhir hidup mu rey , masih banyak yang belum kau lakukan , setidak nya menyenangkan ibu mu sebgai anak laki2 yang bisa bertangunh jwb mengantikam alm .papa mu . ” suara anima lirih dan mengayunkan tangan ke arah rey 
Aku tak bisa menolak bahkan hati ku seakam sesak . Mendengar penderitaan anima , dan bayi dalam perutnya ,apa kah dia telah bersuami ? Atau .. ahh aku masih mengira- ngira saja . 

CONTINUED_ masih bab 1 di tunggu ya .

oleh : JuliaPanjul

next ⤵

Saat anima melangkah semngkin dekat tangan nya meraih tangan ku , dan tak dapat ku percaya anima meletakan tangan ku ke atas perut nya , 
” kau tau rey, masih banyak yang menginginkan kehidupan , seperti calon bayi ku , tapi bagaimana bisa rey saat terlahir nanti dia tak mendengar azan pertama dari ayah kandung nya , atau bagai mana bisa dia terlahir hanya dengan orang tua tungal ,jangan kan mengenal melihat saja bayi ku sudah tidak bisa lagi bertamu ayah kandungnya , kau jauh lebih beruntung dari bayi ku rey ,

berhenti lah untuk melakukan hal bodoh , kali ini gunakan hati mu jangan hanya fikiran mu , atau sebaliknya ,
_jpquote

maaf rey aku lepaskan tangan mu sekarang keputusan ada di tangan mu , pesan ku satu rey kalo saja kau benar mati malam ini sampai kan salam ku pada tuhan katakan , ujian nya tak membuat ku rapuh

semua yang terjadi di dengan ku adalah proses pendewasaan diri
_jpquote

yang akan aku jalanin dengan atau tanpa  

kepercayaan dari banyak manusia . Katakan rey pada tuhan aku bertahan . Selemat tingal rey semoga bukan neraka yang kau datangi pasca kematian mu ,semoga surga yang kau lihat agar kau bisa menyampaikan pesan ku . 

Selamat malam rey , sampai ketemu di waktu yang berbeda . Catata nama ku anima ,anima wijaya . 

Tak lama gadis berkerudung biru melepaskan tangan ku dari perut nya yang memang mulai membesar jika di perhatikan seksama , sekita 2 -3 bulan usia kandungan nya . Ah entahlah berapa bulan kandungan nya yang jelas sosok wanita berhati baja dan tatapan dewa yang ku lihat , dari mana seorang gadis yang bernama anima , para staf di bawah masih melihat ku dari kejauhan tak ada yang berani bergerak atau melangkah karna takut aku benar-benar nekat melakukan bunuh diri , 
Seperti di tampar dunia  , malam yang menjadi pengalaman ku bicara dari hati ke hati itu membuat ku takut akan mati , malu pada tuhan ku sendiri atas apa yang ku lakukan dosa n arif yang telah ku perbuat sudah melukai banyak orang terlebih mama dan keluaarga besar ku . 
Bahakn aku malu pada staf dan pembimbing yang telah mendorong ku untuk sembuh dari masa candu yang membuat ku nyaris mati tertelan obat serabut berwarna putih . 
Anima , siapa kau , ingin bertanya tapi saat itu mulut ki keluh bahkan tubuh ku kaku . Anima .. aku .. ahhhh 
Ku urungkan niat di atap lantai 3 . Sayangnya saat turun tak ku temukan dimana anima , banyak pertanyaan dan sorak memalukan dari para manusia yang melihat kebodohan ku bebepa jam yang lalu , tak ku hiraukan angin kencang tepat pukup 03:00 membuat ku tak tahan ingin bertamu anima 
“Ikut gue ” ajak salah satu pembimbing di rahabilitasi ke suatu ruangan konseling yang akan mengintrogasi atas perbuatan ku . 

Lo baik-baik aja ? ei .. rey gue tanya lo baik-baik aja kan . 

Kalo lo marah,marah dech, atau kalo lo mau tampar gue silahkan cuma satu pesen gue , bantu gue , gue mau sembuh gue mau sehat lagi . “Jawab ki tegas ke arah bang tino yang cukup akrab dengan ku .
Mendengar kata ku yang ingin sembuh total dari candu ku, bang tino sentak merangkul dan menepuk-nepuk bahu ku . 
Ini bari brother gue , sekarang lo tidur besok kita planing lagi apa yang harus lo jalanin lebih extra disini . Lo setuju ? ” 
Gue mau tahajud bang , “sahut ku
Idihhh seremmm , keren ,keren suka gue ni , eh tapi lo dah tidur belum ? ” tanya bang tino denagm senyum nya 
Gue bari bangun bang , 
Oke lah kalo begitu , gue temnin tapi gue depan masjid biasa jaga malam ,” 
Gue ga tau harus ngomong apa  , seharus nya ga perlu lo temenin gue tapi gue cukup ngerti atas tindakan bodoh gue buat lo orang pada ga percaya , siap bang gue thanks banget lo mau bantu gue . ” tegas ku pada bang tino 
Santai , gue teman lo disini kita sama-sama belajar . Key … 
Saat jalan ke arah masjid rehabilitasi di sudut gedung , mata ku tak henti berkeliling mencari gadis yang bernama anima . 
Lo cari apa rey , mata lo kaya cari sela , lo mau shalat kan ? ” suara bang tino saat melihat ku kebingungan mencari sesuatu yang tak ku dapatkan . 
Lo masih cari cela rey ? “Tanya bang tino 
Cela apa bang , ga , heeemm gue cuma cari anima  , 

Anima ? Akh becana lo , putau jenis apa tu hahaha ” bang tino meledek ku dengan sinis 

Jangan kuatir bang , gue bener-beneer mau sembuh , 

Ya .. biar lo bebas terus lo keluar dan lo jatoh lagi make lagi gitu , rey rey … sia-sia rey kalo lo skr berusah mau sembuh atau cuma mau klabuin gue , yang lain bisa tapi gue ga ,cuma pelarian lo bisa keluar dari sini , ” sinis bang tino melirik ke arah ku

Hemm … ga bang kalo pun gue sembuh bener-beneer sembuh kalo di iznkan gue masih mau disini . Seengga nya gue mau kaya lo jadi motifator anak- anak addict yang lain nya . 

Motifator ? Sejak kapan rehabilitas ada motifator sucsess ,  Ahhahha rey ga salah lo , gue motifator ada yang berhasil atas motofasi yang gue kasih ? Hemm yang ada klien gue kabur , terus lo .. malah mau bunuh diri , gue disini bukan motifator rey gue cuma orang yang udah tobat sama tu barang jahanam , gue belajar rey sama kaya lo semua masih proses pemulihan , kita semua belajar . Bukan cuma sekedar lepas dari masah addict tapi bagaiamana cara nya menghargai hidup lebih berharaga n baik lagi ,ya mungkin contoh kecil nya aja dech tidak membesarkan masalah dan ujian karna masih banyak yang lebih parah masalah hidup dan mati nya dari pada gue atau kita orang . ” penjelaskan bang tino persis sama dengan apa yang di sampaikan anima . 

Rey asal lo tau , motifator ,conselor atau apapun namanya ga akan mempan kalo ini lo sama ini lo ” sambil menunjuk kearah dada yang bermaksud hati , dan menunjuk kepala yang bermakud fikiran 

,ga sesuai , lo tau motifator atau apa lah namanya yng paling sempurna siapa?”  Tanya bang tino pada ku 

siapa bang ” jawab ku singkat

” Diri lo sendiri, gada orang lain bahkan

orang tua dan guru besar lo pun ga akan bisa mengubah lo dengan kata- kata bijak atau program-program terbaik sekalipun , semua sekedar formalitas kata berpendidikan , selebih nya cuma lo yang bisa menentukan kemauan 

_jpquote

jalan hidup lo baik buruk nya cuma lo yang bisa kondisiin itu , positif negatif nya tetap cuma lo yang tentuin , satu saran gue mungkin kata-kata motifasi buat diri gue sendiri , liat umur sama zaman lo semua terus maju , kalo lo ga berubah sekarang kapan lagi ? Kalo bukan lo yang rubah siapa lagi? Kendaliin dunia lo jangan lo yang di kendaliin dunia .  Simple _ “jelas bang tino begitu lugasnya 

“Itu yang gue cari bang , gue mau mengahrai hidup dan belajar dari masalah orang yang lebih dari gue , banyak nya motifasi bijak sering gue denger tapi gue tutup kuping bahkan gue tutup hati gue , sampai akhrnya tolol , menganggap perosalan adalah hal terberat dalam hidup gue tanpa gue mau tau kendala sekitar ,  sampai akhirnya gue di tampar tuhan lewat anima . ” jelas ku pada bang tino . 

” Anima anima , tu masjid depan lo , wudu dech lo . Gue tunggu di sini . Inget rey . Gue percaya sama lo . “

“Siap bang , thanks bang . “

Bang tino setia menunggu ku depan masjid , saat memasuki masjid aku papasan dengan seorang gadis yang ku cari .


” 

Hei .. anima .. anima tunggu animaaa ” teriak ku ke arah anima 

Sudahh lah rey , lanjut kan niat mu . Kau ingin sholat bukan ? ” tanpa berbalik badan anima bersuara dengan lembut 

Sholat lah jangan hanya karna melihat ku kau urungkan niat baik mu , sama seperti hidup mu ,

jangan karna ujian kecil kau hentikan masa depan mu .
_jpquote

Aslamualikum rey . ” anima segera berjalan laju dalam koridor panjang sebuah ruangan . 

Lagi lagi dan lagi … anima selalu membuat kata-kata yang mengiris hati ku , kaki yang ingin mengejarnya terhenti karna perkatan brilian nya . Aku melihat dari depan tiang masjid ,anima dengan angun nya berjalan menuju koridor pintu .
Cukup lama kurang lebih nyaris 2 jam aku dalaam masjid habis sohlat tak ku ranjakan kaki ku, aku terus bersila menatap mimpar masjid dan merenungkan keslahan serta dosa ku , tapi aneh .. dalam renungan ku wajah anima terus menghantui bagai malaikat surga yang ingin para adam dekati.  

Tak lama , ada seorang yang datang untuk me nyiarkan komat serta azan seruan pangilan tuhan kala subuh . 
Ku tengok ke luar bang tino masih setia mununggu , ku ajak nya untuk shalat subuh berjamaah . 

“Bang , hayo lah kita subuh bejamaah , ” ajak ku pada bang tino
Lo yakin bisa gue tingal, ” saut bang tino 
Aku hanya senyum ke arah nya , yaa..bisa ku mengerti , bang tino cukup kuatir atas kepercayaan nya pada ku , tak mungkin bang tino bisa benar-benar percaya begitu saja . Setalah percobaan kabur dan bunuh diri kerap ku lakukan dalam rehabilitasi di sini .

“Gue ga mau lo tingal gue mau lo jamah disini bareng gue jagain gue “ ajak ku santai pada bang tino 
Tar dulu gue musti bagunin yang lain ,anak – anak yang lain kita jamah bareng lah  lo gue tingal ya ,inget gue percaya sama lo ” tegas bang tino   
Hemm iya .. ” jawab ku simple

Masjid sudah mulai di penuhi para addict dan staf pembimbing lain nya , bang tino persis berdiri satu syaf dengan ku , shalat subuh kami berjalan dengan baik , saat kaki melangkah keluar sindiran beberpa para pecandu yang masih tahap rehat, nyinyir bersuara seolah mengingatkan perbuatan bodoh ku malam tadi . 

“Idihhhh …. kesambet malaikat ape lo , semalam jadi setan sekar jadi akhli surga .. ada di syaf depan pula kerennn .. “sindir nya
Saat hendak menjawab bang tino memegang tangan ku . Mengisyaratkan tak perlu di ambil pusing apa kata mereka . 

” Ehhh kampreet dari masjid aje masih jadi setan lo pada  bubar bubar , preaper buat acara hari ini .. “ suara bang tino ke arah para teman rehap yang meledek ku dengan gaya bicara sedikit becanda agar tak menimbulkan asumsi perpihak sebelah dengan ku . 

Jalan nya aku ke arah ruangan , mata tak henti terus ku tapaki kaki dengan tatapan jeli ke tiap sudut . Anima mungkin kah kita memelihki waktu sekedar melepas kisah masa lalu seperti di atap dengan kebodohan ku ? 

Narasi ku terus bergumam , menanyakan dimana anima , sebelum jam sarapan kami semua di suguhkan teh dan sedikit cemilan sekedar penganjal perut untuk mengawali senam pagi yang rutin kami lakukan , kegiatan jasmani membantu para pecandu untuk lebih sehat dalam olah gerak tubuh . 

Gerakan ku tak selemah biasanya , meski mata masih mencari gadis bernama anima , tetapi semangat ku pagi ini luar biasa ,keringat menguyur baju yang berawal kering karna angin malam , seluruh teman yang berpengalaman mengikuti runtutan acara dan kegiatan yang sudah masuk program . 
Tak dilewatkan diskusi yang kerap ku jumpai sekedar tukar fikirn pada yang berpengalaman menceritan keinginan hati ,maslah diri, konsekwesi hidup sampai planing pasca kesmbuhan dari candu yang mematikan , semua berporses dengan rapi, kami menirama dengan tangan terbuka.

awalnya semua terasa jenuh , seolah kegiatan yang itu-itu saja , tak bebas , tak lepas bahkan ku pikir di dalam rehabilitasi aku tak bisa mengexpresikan diri , tapi ternyata tidak, semua bebas apa yang jadi keinginan hati meski tetap dalam pengawasan dan izin yang berlaku serta diterima pembimbing dan keprog nya . 

Semua berjalaan lancar aku yang menyukai seni dan masak , hemm aneh bukan, seorang pecandu dan lelaki brutal seperti ku ternyata menyukai masak yang biasanya di miliki para wanita , awal nya memang aku lelaki yang manja kami keluarga yang rukun , meski tapa papa 

mama memiliki kedai kecil di pingir kota saat pulang sekolah aku lebih nyaman bersama mama yang menghabiskan waktu nya di dapur , tapi setelah hutang melilit keluarga,kedai ditutup sampai mama tak berdaya menjual nya , om duta yang ku kenal sebagai teman baik mama justru dia mengeret habis- habisan uang mama dengan alasan cinta , mama membiarkan begitu saja , 

sampai titik dimana mama mengalami deperesi berat , kegiatan mama yang tak bisa apa-apa selain masak menjadi tertunda sekian waktu yang panjang, karna melihat ku masih terlalu kecil mama mencoba bangkit tapi tak bisa ku terima , mama jadi jarang pulng bersama teman sosialita nya dulu, kalau pun pulang mama membawa teman lelaki dan perempuan yang alasan kemalam an dan harus menginap dirumah ,aneh nya kenapa saat malam teman mama yang wanita selalu pulang dan tingal si lelaki saja bersama mama, saat kecil aku tak banyak bertanya  kehidupan terus berjalan sampai akhir nya dua tahun yang lalu saat usia ku genap 25 tahun , 

ku pergoki mama bersama seorang lelaki yang selalu beda dalam kamar nya .. nyaris ingin membunuh siapa saja yang meniduri mama ku , tapi apa lah daya ku hanya seorang yang masih bergantung kehidupanya  , berontak tak mampu hanya mencari kesenangan n bebas di luar saja fikir ku m . Hingga tiba mama mengetahui tantang candu ku dalam obat-obatan terlarang . Sampai aku di sebuah lembaga rehabilitasi yang aku tempati sekarang ini. 

“Hei .. bang lo ni kenapa ? Sampe nekat mau bunuh diri segala . ” suara yang mengkaget kan ku dari balik jendela tempat ku merenung kala usai aktftas yang ku jalani .

Ternyata itu noval teman satu kamar ku , 

“Ah , entah lah val ,gue aja heran ” jawab ku singkat
Susah bang , kalo hidup kita gini -gini aja gada kemajuan gada perubahan , lagian lo mau kabur sendirian aja sich ,ajak-ajak gue donk hahahah “ jawab noval meledek 
akh sial lo , ngeledek aja bisa nya ” tawa ku melihat noval yang punya segudang lelucon kala bicara . 

Nb : Siapa anima? Akan kah rey menemukanya  CONTINUED _  . Lanjut bab  2 Ditunggu ya

oleh : juliapanjul _

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s