addict · Buku · cerbung · cerpen · fiksi · Lelaki · lovestory · novel · perempuan · Sastra/puisi · short story

Novel : Calon Mama         Bab  2 : Get marrid     Karya : Julia Panjul

Seperti sepatu serdadu semua di kagetkan dengan pemandangan mengejutkan tak kala dengan suasana ku yang bodoh malam itu, 

Ada apa sich ”  tanya ku dengan beberapa orang yang melintas di depan jendela kamar ku . 
Aku pun mengikuti mereka , belum sampai tiba di lokasi keramaian bang tino mengapai bahu ku . 
” mau kemana? ” . 
” bang di depan ada apa sich ? “ tanya ku heran 
” Akh biasa .. disini kalo ga rame ga enak udah lo ikut gue ja ” ajak bang tino pada ku 
” Bang , mau kemana sich ” tanya ku terus bingung pada bang tino
ada yang mau ketemu sama lo rey ” kami berjalan arah ruangan yang biasa menyambut para pengunjung menjenguk keluarga yang sedang di rehab di sini 
Ku tangkap dengan mata ku ada seorang wanita muda yang cantik menunggu ku , wanita berpenampilan moderen dan tinggi nyaris menyamai ku kurang lebih 165cm , putih langsing layaknya wanita masa kini pada umumnya yang modis dan berkelas .
” untuk apa ke sini ” tanya ku sinis 
Ternyata dia adalah rara , yang tak lain adalah pacar ku , kami berhubungan kurang lebih sudah sejak lulus SMA bebrpa tahun yang lalu , tak jarang kami betengkar,berpisah dan bersatu lagi rara yang memiliki segudang kekayaan pewaris tungal dari perushan papa nya , 

rara yang dulu ku kenal adalah gadis manja lembut dan pengertian zaman mengubah nya semangkin hari rara mengenal pergaulan dan bisa mengubah diri menjadi wanita cantik belum lagi harta nya mampu juga mengubah dirinya seperti apa yang dia mau , 

meski begitu rara mencintai ku dan tak jarang rara selalu membantu ku dalam masalah candu ku , sering kali rara marah hanya karna aku mngonsumsi barang haram tersebut, tapi karna cinta nya rara tak snggup menolak .
” Oke , lo gue tingal tapi inget … pengawasaan ” bang tino terus mengingatkan ku .

dan sembari jalan bang tino senyum -senyum meledek ku yang sudah 2 bulan bru kali ini aku di kunjungi seorang wanita muda yang cantik ,bahkan mama pun belum pernah mengunjungiku 
sayang , mau berapa lama lagi kita seperti ini , dan kamu liahat lah rey , aku sayang kamu,  perbaiki lah hidup mu rey , kita akan menikah ! ” perkataan rara dengan memegang tangn ku 
menikah ? Kau masih sangup menghadapi ku seorang pecandu ? Sudah lah ra , pulang lah lupakan aku ! ” perkataan ku tak membuat rara luluh meyakinkan ku 
apa ? Meningalkan mu dalam kondisi begini? Jangan gila kamu , berapa tahun sayang kita sudah lewati semua sekarang masa pemulihan mu aku harus meningalkan mu , kalo saja aku bisa sejak kamu mengalami kesakitan dulu rey ,tega kamu rey “ rara berketa dengan mata yang berkaca kaca 
” apa yang kamu harapkan dari ku ra ” tegas ku
” aku mencintai mu , apa itu kurang dari semua sikap ku ,karana apa ? aku terus bersama mu ? Jujur rey ,katakan bahwa kamu sudah tdk mencintai ku lagi katakan rey . Agar aku tau kenpa aku  harus pergi ” rara memaksa ku berbicara tantang perasaan ku 
Rara cukup sabar menghadapiku meski begitu bukan tidak ada yg tidak aku suka dari nya , sikap tempramental nya yang kadang saat marah sering kali melampaui batas , belum lagi sikap perfacttionis nya yg tidak ingin sembarangan dalam hal apapun ,bahkan cemburu yang berlebihan

 tapi itu sebanding dengan kesabaran nya kala menunggu n menjaga bahkan setia terhadap ku . Aku sadar manusia tak ada yang sempurna ada kurang serta ada kelebihnya . 
hayo lah rey, apa lagi katakan apa perasaan mu sekarang sudah bukan milik ku ? ” rara terus menegaskan ku . 
Aku melihat sorang gadis yang begitu mencintai ku dalam keadaan apapun , sungguh tak bisa di bohongi rasa iba dan bersalah pun aku rasakan ingin sekali membalas kebaikan rara , melepasnya untuk bisa bersama org yang jauh lebih layak kehidupanya dari pada dengan ku .

 
” sayang , ” aku memeluk rara dengan erat

 
maafkan aku , aku bukan tidak mencintai mu , atau ada org lain bukan , bukan seperti itu , percaya lah ra kau gadis baik2, kau berpendidikan , kau cantik kau berhak bahgia di luar .” Mata ku berbinar mengiringi suara yang dengan memeluk rara terlihat sudah mulai banjir air mata , 

” kamu ingin aku bahagia ? Iya , katakn rey ? ” rara merengek dengan manja nya 

Aku hanya mengakuk kan kepala saja 
” kamu kebahagiaan aku , kamu rey kamu . 
Rara memeluk erat tubuh ku dengan begitu hangat nya 
” sayang maafkan aku , sunguh ra aku tak bisa bebuat apapun “ kata ku dengan lembut 
” kamu masih mencintai aku ? ” tanya rara dengan memandang mata ku 
Seperti suasana yang di himpit bebetauan tajam ingin keluar tapi tak kuasa melihat tangisan dan sakitnya luka gadis ku yang mempunyai cinta untuk ku , 
” ya , aku masih mencintai kamu ” jawab ku lirih 
” nikahi aku . ” tegas rara tanpa basa basi 
” kau yakin ? ” tanya ku tajam 
” ya . Sangat yakin 
” akan aku  bicarakan pada mama , sabar sayang aku baru dua bulan disni , kadang rasa candu ku masih datang , walau tak separah dulu, tapi jujur aku benar-benar ingin sembuh percayalah . ” penjelasan ku pada rara membuat nya senyum bahgia dan terus memeluku 
Tak lama aku mendengar suara ketuk kan kaki , mengarah keruangan tamu , dilepaskan pelukan rara terhadap ku , ternyata itu bang tino . 
” wihhhh … ada drama ni kayanya ” suara bang tino meledeku melihat rara yang dengan senyum mengapus air mata . 
” ahh rese lo bang , eh gimana itu di luar ada apa sich . “ tanya ku yang masih ingin tau soal kejadian yang ramai kan orang menuju gerbang . 
” biasa , hemm gue boleh duduk ga disini ? “ tanya bang tino 
” eh dengan senang hati bang , oh iya kenalin bang ini rara ” 



” udah kenal berpa jam yang lalu , cewe lo kan . Sebelum kesini juga rara dh hubungin gue lewat mama lo rey , “ jelas bang tino 
Aku menatap rara dengan senyum 
” hemm , jadi kamu mau buat kejutan ? Nakal .. ” perkataan ku ke rara yang terus merangkul tanganku dengan manja 
ya tadi lo kenal dia sebgai cewe gue kan , sekar kenalan lagi sebagai calon istri “ canda ku pada bang tino 
” wahhh .kerennnn … gitu donk … nikah ,nikah , nikah ,hahaha okeh selamat rey , gue dukung asal itu buat kabaikn dan masa depan lo “ bang tino menjabat tangan ku dengan senyum yang mekar 
Kami bertga berbicara tak hanya sekedar perkenaan saja , bang tino pun menjelaskan ke rara soal kegiatan dan perkembangan ku dalam rehabilitas , kemajuan yang terus menuai hasil yang baik semngkin jelas untuk langkah ku . 
Tak lama kurang dari 1 jam kami berbicara dengan suasana kekeluargaan 

tiba-tiba suara ponsel bang tino berdering 
hallo , asalamualikum , ya ibu sudah samapi dimana bu ? Ohh oke bu nanti biar salah satu staf kami yang jemout ibu di perepatan jalan , oke trmksh bu hati-hati di jalan bu aslamualikum ” singkat suara bang tino seolah akan menjamu tamu yang berkunjung lagi
” ada kunjungan bang ? “ tanyanku 
iya orang tua klien , biasa eh tar juga ada tamu lagi buat lo rey , gue tingal dulu rey mau nyari si soni suru jemput tamu ” bang tino tak menjelsakan banyak 
Melihat rara yang antusias menjelaskan konsep pernikhan dengan cepat nya aku hanya tersenyum senyum saja , berfikir apa kah aku benar-benar mencintai nya atau sekedar mengagumi kebaikanya selama ini aja ? Fikiran dan hati terus melawan tapi melihat rara yang penuh bahgia aku tak kuasa berbicara untuk menunda pernikhan yang baru saja di rencanakan . 
Tak lama bang tino kembali dengan mengejutkan membawa seorang wanita setengah baya ke ruangn tamu , 
masuk ,bu rey sudah menunggu ini “ ajak bang tino kearah wanita yang tak lain adalah mama ku sendiri 
” mama ” sapa ku terkejut 
” yallah ,rey .. kau sehat nak ” mama memeluku dangan air mata 
” rey , maafkan mama nak, mama mendengar apa penyebab semua yang menimpa mu dari bang tino “ mama bersuara dengan air mata dan bang tino segera memotong percakapan mama 
usss .. ibu maaf kita bicaraan masa depan rey aja ya bu, yang sudah kita ingin lupakan biar jadi pelajaran kita semua , sy hanya membantu rey dan teman-teman yang masih punya harapan hidip lebih baik lagi “ saut bang tino dengan rendah hati 
” maaf bang tino , mama terlalu terharu , bang tino pangil mama aja , bang tino udah jaga rey disini anggap mama sperti mama bang tino ya . ” mama mengucapkan rasa trimaksihnya terhadap bang tino . 

Dan bang tino hanya senyum saja . 
Yang lebih mengejutkan ku mama datang dalam wujud yang berbeda , mama yang ku kenal berpenampilan sangat kekinian kini berubah menjadi ibu rumahan dengan krudung yang membalut angun tubuh n wajah nya , bersyukur allah telah membuka kan hati mama untuk meningalkan semua kebiasaan nya yang tak aku suka , 
” mah , mama cantik sekali “ kata ku menatap mama yang masih banjir air mata 
” alhmdulillah sayang, mama terpukul melihat mu, mama telah kehilngn lelaki terbaik dalam dunia , papa mu kini mama tak ingin kehilangn mu, maafkan mama nak beberapa tahun belakangan mama hanya memikirkan diri mama aja , maaf kan mama rey “ dengan memeluk ku mama terus mngucap maaf nya 
Aku tak bisa membendung air mata , tak habis pikir apa yang ALLAH BERI begitu indah walah harus melalui banyak ujianan yang tak mudah , aku menerimah hasil dari  musibah  ku berkah dari ujian ku , 
” rey , kedai kita di buka lagi nak , “ mama menjelaskan pada ku 
” serius mah ? Ko bisa ? “ tanya ku heran 

” sayang , rara yang membantu hutang kita tapi km jgn kuatir mama membayar nya tiap bulan,mama tau km tak akan setuju jika mama melibatkan rara , tapi rey semua berjalan baik , percaya lah nak mama ganti tiap bulan nya dari hasil kedai kita . Mama juga sedang mengikuti bebepa penjualan multilevel tujan mama sekedar menambah teman baru dengan wawasan baru dan mama bisa buat acara di kedai sebagai salah satu omset kita . 

Hanya itu rey mama tak ingin kan apapun selain kesembuhan kamu dan keterangan hidup kita . ” 



Sesak semangin ku rasa , walau bahagia melihat mama tapi seolah semangkin terikat dengan kebaikan rara , aku benar- bebanr semangkin tak tau apa kah ku mampu menolak rencana yang baru saja aku setujui walau masih berat hati .
” mah , harus nya mama ga perlu lagi mikirin bayar sama rara, kedai itu kan nanti jadi kedai rara juga , mama ga mau rara jadi anak mama ?” saut rara seolah menjelasan soal rencana pernikan pada mama
” kau tau kan ra rey gimana , mana mau dia bergntung bgtu aja meski kamu ini pacarnya , mama trimksh nak sm kamu ” tegas mama pada rara 
” calon mantu mah , hehe kita berncana menikah mah , ” jawab rara dengan bahgianya , 
Aku melihat kedua wanita yang bahgia atas kesembuhan ku kedua wanita yang berjasa dalam hidup ku, kedua wanita yang sabar selalu setia dengan ku dalam keadaan apapun . Aku benar-benar tak bisa mnyikapi ini untuk diriku sendiri hanya dedikasi mereka yang membuat ku ingin membahagia kan saja . 

Entah soal hatiku tak peduli lagi hanya untuk kebhagian mereka dan rasa berterima kasih yang besar saja . 
” apa ? Kau yakin nak? Kau ingin menikah , rey apa mama tak salah dengar? Benar rey? “Mama menatapku penuh harap yang bahgia
Bang tino yang melihatku hanya senyum senyum saja dengan secangkir kopi nya . 
” insyallah mah, doakan yang terbik untuk kami berdua “ aku menyahut setengah ragu .
” alhmdulillah , kapan rey , mama ingin kau segera mnikah . “



” gimana bang ? “ tanya ku pada bang tino 
” loch ko gue , kan bukan gue pengantin cowo nya ahahaha ” bang tino meledek ku dengan tawa . 
” rese lo bang , maksud gue gimna apa bisa gue niah dalam wkt dekeet begini sementara program pemulihan gue mash belum selesai “ tanya ku 
” begini rey , sebenarnya emang masih ada beberapa tahap untuk lo lewatin di sini , untuk mencapai stts pemulihan lo , tapi gimana ini pilihn lo keputusan baik buat masa depan lo , jalanin , kapan lo siap nya kasih tau kita biar kita juga disini bisa kompromi sama staf atasan , dan kalo bisa saran gue setelah menikah pun lo msh nyelsain dulu smpai tuntas pemulihn lo . Urusn kapan lo nikah , itu balik lagi kesiapan lo rey bukan kita , gue dukung rey , ” penjelasan bang tino tidak memberatankan rencana yang begtu singkat ini . 
lo ga perlu kuatir bang, selesai nya tahap gue disini pun gue masih mau disini kalo di izinkan , yaaa paling ga gue disini jadi “



” jadi kaya gue punya bini dua gitu?  Ahhahaha “ sambar bang tino dngan becanda nya 
” wah gila lo bang , ahhahah ” 



” lo sih.. keceplosan kan gue akhhh rey rey … good luck rey . Kita dukung lo ko jgn kuatir disini biar gue yang urus tinggal kapan kesiapan lo aja . ” 


Gila nya keceplosan bang rey mengejutkan ku, dan aku baru mengetahui kalo bang rey memeliki istri dua . Sungguh gila bang tino . 
Lepas dari maslah kapan ku menikah ,kami membicarakan apa yang kulakukan dan perkembang seperti yang sudah di samapai kan bang tino pada rara dan disampaikn lagi pada mama dengan jelas nya, 
Hari berganti kemajuan ku terus pesat , rara tak banyak menuntut soal bebawaan ,lamaran dan mas kawin karna memang rara adalah anak org berada , dan keluargnya pun mengenal baik dengan kelarga ku . 

Rencana pernikahan akhrnya di putuskan juga untuk dipercepat . Aku sudah nyaris 4 bulan dalam rehabilitasi semua kondisi dan program yang berjalan selalu bisa ku lewati dengan baik,

Tapi anehnya selama itu aku tak menemukan gadis berkerudung biru dalam atap lantai 3 yang menjadi fikiran ku selama ini  , anima apa kah kau hanya kahayalan ku saja  atau akhhhh … 

aku tak bisa mengambarkan apapun, ingin sekali menceritakan dan berterima kasih pada anima atas penjelasanya mengenai hidup , jika saat itu tak ada anima entahlah mungkin bukan rencana pernikhan yang ada tetapi rencana pemakaman ku saja yang nyata . 
Anima , sesunguhnya siapa kau wahai gadis berhati baja ,bermata kan cahaya  dan bersuara lembut serta lugas nya

siapa kau anima ! Dimana kau anima ? Tuhan tidak kah sebelum pernikhan ku, i pertemukan kami dulu ? Sekali saja . Harap ku terus mencari , enggan bertanya pada seluruh penghuni rehabilitasi aku terus menelan pencarian ku sendiri ,anima diamana kau .. 
Ya tuhan , fikiaran ku terus tertuju pada anima . Ada apa ini ? 
Hemm … entahlah , hanya saja aku berharap agar anima selalu bahgia dan dalam perlindungan dimana pun dia berada . Anima jaga dirimu … ‘ narasiku terus berdoa yang terbaik untuk nya . 

Anima si gadis misterius yang mnyelamatkan nyawa ku malam itu . 
Akankah rey mencari anima sebelum pernikahanya , ? Yeahhh … COUNTINUED ..masih di bab 2 .. ditunggu ya gais .. mskh vote n comenya di forum 

Oleh : JuliaPanjul ✏

Next on ⤵


Empat bulan bukan waktu yang cukup lama mempersiap kan pernikhan ku, tak selang beberpa waktu yang menganggu hati ku,rara kembali mengunjungi dengan seluruh perencanaanya 

Dalam kondisi yang semngkin membaik, aku sudah mendapat kan jatah izin kluar rahabilitasi walau tetal harus ada yang mensampingi . 
Bang soni adalah patner kerja bang tino yang selalu mendampingi ku kala aku melaksana kan jatah pulang ku , hari ini aku pulang kerumah untuk yang pertama kali nya lagi , melihat kondisi rumah yang sekarang tak sepi mama sudah mulai bangkit dengan kedai nya , sampai nya di rumah, ku tangkap pemandangan yang mengharu kan , aku melihat mama dan rara sedang memasak serta melempar cerita dengan akrap nya , nyaris tak terlihat seperti calon mantu n mertua bahkan  seperti anak kandung saja . 
mah , aku istrht di kamar ya, bang soni dan juga butuh istraht perjalanan solo jakarta cukup melelahkan ,bangunkan kami kalo masaka nya sudah siap kami lapar ,” 

pinta ku pada mama yang sedang sibuk memasak masakan kesukaan ku , 

ayam goreng serundeng sambal petai dan tumis pokcoy resep andalan mama yang jadi juara di lidah. Rindu sekali masakan mama yang menjadikan ku anak laki laki yang manja sepserti waktu dulu . 
Sebuah kehangatan yang aku mau selma ini ternyata kini ku rasakan kembali dalam rumah , tak ku pungkiri mungkin ni pun ada andil dari sikap baik rara yang menolong mama dan sabar setia terhadap ku . Bang soni lelap tidur dirung depan tak kuas membangunkan sekedar untuk pindah kekamar , 
“ah  sudah lah tak ku bangunkan bang soni , lelap sekali ku lihat , biar lah aku pun rindu kamar favotit ku yang lampau ini ” gerutu ku dalam hati . 
Saat masuk ke dalam kamar ukuran persegi berdinding putih terpasang 2 buah lampu putih dan biru langkit tepat di sisi kaca yang kadang kalo waktu tidur hanya warna biru yang menyalah , gelap remang suasana kamar yang melelpa kan ku dari lelah nya kesharian dulu , 

ku tutup pintu dari dalam ingin menikmati suasana kamar sendirian, ku liat satu persatu tiap sudut tak ada yg berubah hanya semngkin rapih saja mama menyiapkan n memeprsikan ini untuk menyambut ku , ‘ mah trimaksih ‘ gumam ku 

Saat ku langkah kan kaki ku lihat di selah kaca ada sebuah lukisan wanita tanpa wajah ,tertulis jelas nama pelukisnya, seniman muda yang kaya insiprasi lewat kanfas tua nya . 

COUNTINUED ..yeah selsai bab 2 , lanjut yu gais ke bab -3 , gimana sich persiapan rey saat di jakarta pengenai pernikhanya ? 

mskh vote n comenya di forum 

Oleh : JuliaPanjul ✏

NEXT ON BAB = 3 DILEMA 

Advertisements

2 thoughts on “Novel : Calon Mama         Bab  2 : Get marrid     Karya : Julia Panjul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s