addict · Buku · fiksi · Gaya Hidup · insomnia /penyakit · lovestory · Pejuang Dunia · perempuan · Sastra/puisi · short story · Tak Berkategori

Batas 

Tiga lampu nyalah bergantian ,suram melihat zaman , terang ku telan 

buah manis di ujung jalan sudah bertuan apa yang di perhitungkan bukan hak penikmat nya 

suara anak perawan menjerit kesakitan suasana kota penuh rayuan

patromak bapak padam , ibu teriak kegelapan , nasib mana lagi yang terang tidak bisa di lihat mata 

Sejauh kaki melangkah sekuat jejak tak sampai , meski tingal setapak kau buat buta para budak 

menjajaki tak jua tepi ,meraih tak jua mata lirih , kau buat ruang yang tak bisa ku tuang 

bagai sisi yang tebal sampai akhirnya ku tebas , semua yang ku anggap batas 
Oleh : JuliaPanjul _ 

IG _ @ Juliapanjul_menulis919  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s