addict · Buku · cerbung · cermis "cerita misteri · cerpen · fiksi · Gaya Hidup · insomnia /penyakit · Lelaki · lovestory · novel · Pejuang Dunia · perempuan · Sastra/puisi · short story · Tak Berkategori

Novel : Calon MaMa         BaB 5 : firts Love           karya : julia panjul 

Anima menigalkan jejak di setasiun kereta lewat tulisan tanganya yang menuliskan jelas nama ku , semangkin tak kendali untuk menemukan gadis solo itu, hari bergulir cepat , rara tak henti memberikan kabar lewat ponsel bang tino . Rasa tidak enak ku mulai mengeluti jika harus setiap hari bang tino bolak balik meminjamkan ponsel nya , seperti pagi ini , masih jam 06:00 pagi rara menghubungiku, sementara kami mulai sibuk dengan aktiftas biasanya . 

” rey , biasa calon bidadari surga ” suara bang tino sambil mengarahkan ponsel nya ke arah ku 

Phone by rara = 

” sayang , lagi apa gimana kabar kamu , maaf soal kejadian kemarin di rumah , ya aku tau aku memang salah tapi rey , semua aku lakukan demi pernikhan kita , aku minta maaf sayang ! “ suara rara manja ku tanggap telinga 

hemm sudah lah , seperti yang di katakan mama , mungkin ini ujian pernikahan , ” jawab ku mencoba menenangkan 

” kamu ga marah lagi kan ? Sayang aku kangen kamu ” suara rara yang maja terus ku dengar 

” iya aku juga , oke ra nanti aku hubungin lagi ya , ga enak sama tino , jaga diri kamu salam sama mama ” singkat perkataan ku untuk segera mematikan telpon nya . 

” rey , sebentar

” apa lagi ? Aku benar-benar sibuk ra

emm.. baiklah , aku harap kamu benar-benar memafkan aku rey , karna undangan mggu depan sudah akan ku sebar , ” 

” ya sudah lakukan lah ” 

kamu yakin ga mau liat disian undangan kita , ”  

” apapun yang di tangan kamu pasti hasil nya sempurna , lagian mana mungkin kamu cetak undangan dengan digsain sederhana sementara resepsinya aja di karma bali , ya kan “ jawab ku menyindir ke glamoran rara 

huu baik lah rey , terserah kamu aja aku hanya melakukan apa yang indah demi lebahgian kita , satu lagi rey bicara lah pada bang tino aku dan mama meminta ijin supaya km bisa punya ponsel pribadi . Selamat pagi rey jaga diri kamu , love you ”  

belum sempat menjawab salam , rara telah mematikan ponsel nya lebih dulu aku mengerti mungkin karna sindiran ku soal undangan dan konsep megah nya di bali . 

Benar perkataan rara mungkin aku bisa mengajukan ijin untuk bisa memegang ponsel pribadi , tak menunggu lama setelah sarapan pagi aku yang masih harus menjlanin aktifts rutin dalam rumah rehap segera ku sambangi bang tino , 

” bang kalo gue ngajin izin boleh ga ? ” 

” ijin apa rey , make lagi hahaha ” ledek bang tino , 

Iya pake hati ahahaha ” aku membalas lelucon yang nyaris setiap pagi ku dengar 

gini bang, gue ada rencana mau kerja di luar kira- kira boleh ga ? Terus kalo bisa bang gue mau pegang hp sendiri ” pinta ku jelas dengan jelas 

lo yakin mau kerja ? Ga aneh – aneh kan ? ” perkataan bang toni masih terus menguji ku 

insyallah bang gue ga akan sia- sia in keercayaan lo dan staf disini terutama mama ” 

“Okee.. akan gue bicarain ini sama staf atasan biar mereka pertimangin izin lo , yadah lanjut sana . ” 

” thanks bang , thanks banget ” 

” ya .. oh ya rey , jangan lupa cucian lo numpuk , kasian anak yang lain ke bau an sama pakean lo ” kata bang tino dengan nyengir nya 

” hahaha , sore ini gue cuci ” 

ya .. kami yang sudah di nyatakan sedikit pulih dari masa rehap di kerah kan untuk melakukan kesedian diri secara pribadi dengan tujuan kemandirian sikap , seperti mencuci dan yang lain nya kecuali memasak rumah rehap menyediakan pekerja yang berbeda , ada  juga yang meski sudah bisa di lepas mencuci tetapi tetap memakai jasa mencuci asal kita mau mengkocek uang untuk jasa nya, akh kalo bisa ku kerjakan sendiri kenapa tidak . 

Melihat para mantan pecandu di sekelilingku , mengingatkan masa – masa di mana saat aku mulai menginjakan kaki ke dalam rumah rehap ini, kadang jenuh lelah aktfts yang monoton, rindu teman di luar, angin bebas dan suasana malam yang merampaikan diri , tetapi semua terbayar dengan keteguhan hati yang menjadi tekat bulat untuk bisa bangkit dari masa pemulihan ,dan bayaran dari kejenuan bebepa bulan ini dapat ku rasakan , hidup meras lebih tenang , kepercayaan diri tumbuh dalam jiwa yang positif ,fikiran yang jerni prasangkang yang selalu bisa memepertimbangkan hal yang baik tanpa harus di kejar -kejar hawa setan yang menuntut perbuatan buruk seperti mencuri , memaki orang tua sesama teman, kerabat ,demi mendaptkan uang untuk barang yang menjadikan kita budak nya , bukan hanya itu sifat pemarah , mudah tersindir mudah terintimidasi menerima persepsi buruk , tidak di percaya bahkan sampai tidak pandang rasa kasih dan sayang dengan sesamannya , semua pernah ku alami 

Bukan tidak pernah mendapat nasihat dari banyak orang – orang terdekat bahkan nyaris setiap hari saat mama mngetahui aku sebagai pecandu, air matanya jatuh terus menerus bahkan rara dan teman- teman yang lainya yang tidak sejalan dengan ku saat itu turut menasehatu juga , entahlah ucapan mereka saat itu bukan hanya tak ku dengar hanya sebatas angin lalu saja , sampai aku berada disini melihat teman- teman yang senasip tak membuat ku jera juga , sampai akhir nya aku menyadari dan bercermin dari anima bahwa tidak guru yang paling hebat selain kemauan dan menjadi kan pengalaman adalah sebuah pembelajaran . Dan itu jelas ku rasakan dampak positif nya . 

Matahari terik mulai berlari mengarah awan putih yang mulah meneduhkan bumi , aku yang telah selesai mngerjakan aktftas hari ini ,segera meranjak untuk mnyelesaikan cucian bau ku yang mengangu hidung para teman sekamar ,

mau kemana lo rey , ” tanya noval teman sekamar ku 

nyuci mau ikut lo ” ledek ku 

akh lo jangan nyuci baju rey , tar maen sabun lagi mentang- mentang mau merrid hahahah ” suara noval tak pernah lepas dari banyolan nya . 

” kampreet , gangu aja lo sana sana pergi ” 

” eh rey cewe lo orang kaya masih jadi babu aja , bayar orang buat nyuci tar tangan lo kasar lagi jabat penghulu di bali ahhaha  ” noval masih asik meledek ku 

” sial lo , pergi  pergi pergi .. ahhaha ” dengan gaya bercanda sambil ku lemparkan gayung ke arah noval yang terbahak -bahak melihat ku sibuk dengan cucian kotor yang sudah semingu tak ku sentuh . 

” val mau keman ” teriak ku 

” akj penganten labil tadi gue di usir sekarang di tanya , mau ngopi gue ” balas teriak noval yang sudah di belakng pintu kamar 

” buatin gue satu val “

” wani piro ” jawab noval 

” akh weduss hahaha ” 

Aku tak kesepian semua ku jalanin dengan senang hati , teman- teman seperjuangn yang ingin pulih pun saling mendukung, walau tak sedikit juga masalah selisih paham di anatara kami, entah soal program atau soal kepribadian yang lainya , awal nya ku pikir , siapa kalian seenakanya bermaslah dan berselisih paham dengan ku , akhir nya pernah bebepa kali aku bertengkar dengan teman atau bahkan para pembimbing di sini , 

tetapi setalah cukup lama banyak hal positif yang ku daptkan , semua bisa ku hadapi dengan rendah hati , memandang masalah adalah ujian kesabaran bukan bencana , memandang selisih pendapat adalah penukaran ilmu bukan merasa sok jago yang harus terus di agung agungi , aku merubah hidupku bukan berawal dari pembelajaran materi , tetapi kesadaran diri . Betapa pentingnya menyikapi hal dengan kompromi tanpa mendahului emosi . 

Sebelum mencuci baju ku temukan selembar kertas dengan catatan no tlp yang bertuliskan nama Rian/risma  _ 

baru ku ingat aku mencatat no telap yang di berikan roky untuk mencari tau soal risma adik alm cakra sahabat ku . 

Selang beberpa hari izin ku turun untuk mempunyai aktfts di luar rehab , serta memiliki ponsel pribadi ,  saldo Atm ku yang  sangat tipis sisa tabungan ku dulu akhirnya ku gunakan untuk membeli ponsel genggam pribadi, yang tak bermodel bahkan tanpa camera .tak apa asal bisa komunikish saja dengan teman yang mungkin mempunyai luang info kerja fikir ku 

malam terus memangil dilema yang tak jarang aku jumpai, menatal dari luar tepat ke atas kedung lantai tiga , kopi dan pena menjadi teman setia kala cahaya mulai hilanh di langit , hanya partikel nya yang menjadi jutaan bintang terus menyapa ku tanpa enggan , no baru ku telah tersiar ke bebepa kalanan teman sekedar mencari informasi soal lowongan kerja terutama kawasan solo , entahlah malam ini aku terus mengingag soal lukisan alm . Cakra sampai akhrnya ku putuskan untuk mencari tau dimana risma melalui no tlp pacarnya riyan .. 

phone by rey-riyan . _ 

hallo asalamualaikum . 

” walaikum salam , siapa ya?” Ku dengar suara seorang wanita yang mengangkat nya , ku pikir itu risma ternyta ku cermati suara nya lain meski sudah lama tak kudengar suara risma , tapi dapat ku ingat suara risma yang berat setengah serak di bibirnya . 

” maaf , ini no nya riyan ? ”

“Iya, saya istri nya 

” ouh saya rey teman kampus nya dulu , riyan nya ada ? “ tanya ku mesku terkejut ternyta rian telah menikah dengan wanita lain selain risma . 

sebentar ya . 

Tak lama menungu ku tanggap suara kawan lama ku 

” hallo , siapa ni ? “ tanya rian 

gue yan, rey 

” rey? Rey mana? 

” anak jurnal, rey 

sory , yang pencandu narkoba? 

yaaa ? Gue .” Namaku jelas di kenal sebagai pecandu tak apa itu lah yang terjadi aku tak keberatan . 

” gimana kabat lo rey , 

” baik, eh dah merrid lo , selamat ya sory gue ga tau , 

” iya , gimana mau tau terakahr gue mau kasih undangan lo dah di rehap katanya di solo 

loch berarti lo merrid belum ada setahun donk ” tanya ku 

” belum rey baru kurang lebih 5 bulanan lah . ” 

” oke gue to the poin aja , risma gimana ? 

” aduh rey , panjang ceritanya ,

” garis besar aja deh terus dimana dia sekarang ? 

” di bandung , sama mama nya 

” bandung? Lo tau alamat nya ? 

” gue sms nanti , rey sory bini gue minta anter ke bidan 

” hebat lo belum lama nikah dah mau punya momongan , 

kan tadi gue bilang panjang cerita nya , oke rey nanti gue sambung lagi, sehat lo ya main-main lah ke sini . Gue masih di tempat yang dulu ko . ” 

” ok ok , thanks yan , salam ma bini n keluarga  lo . Asalamulaikum . ” 

Rian yang terburu- buru tak menjelaskan , entah kenapa , tak lama pesan singkat datang dari nya memberitahukan alamat risma dan keluarganya . 

Melihat alamat  yang tertera di bandung seoalah membuka jalan untuk mencari tau juga tempat kediaman anima . 

Tuhan, jalan n petunjuk apa ini ? Berawal dari lukisan tanpa wajah pemberian alm.cakra lalu keberanktan ku pulang ke solo di setasiun gambir yang bertmu anima , bahkan sekar kau mengarahkan keberadaan adik dari teman ku yang seperti soudara kini di kota yang sama . Bandung . 

Tak menunda selang seminggu aku sudah mendpatkan izin bebas keluar dari rumah rehap ku . Tetapi aku tak bisa berkata jujur pada bang tino mau kemana aku pergi . Hanya beralasan . Pulang kejarta bertujuan melamar kerja . Kepulangan ku kali ini tanpa di dampingi . Seluruh staf dan pembimbing di rumah rehap mengembalikan semua soal keselamatan diri pada pada ku sendiri, bagai mana cara menjaga control untuk tidak kembali pada barang yang menghancurkan hidup ku . 

Aku bersyukur Tuhan , kali ini ku kantongi sebuah kepercayaan untuk melangkah bebas di luar 

hari ini aku berdiri di sebuah stasiun solo yang akan mengantar ku ke kota bandung , sebuah rasa yang tak bisa aku gambarkan , tak karuan serta aggggggrrr … 

kerta melaju dengan cepat perjalanan ku serasa amat panjang , kedatangan ku bandung memang mencari risma , tak bisa aku biarkan mendear kabar risma adik dari shabat terbaik ku mengalami hal serupa dengan ku menyandu barang yang mematikan hidup dan masa depan , aku telah berjanji di hadapan mayit sang sabahat sejati bawah akan ku gantikan posisinya sebgai seorang kaka yang melindungi adik nya untuk risma , keluarga alm cakra yang notabene nya broken home , sangat persis dengan kisah ku kala mama jatuh kelubang hitam dulu . Tetapi ini suati kebetulan dan petunjuk tuhan bahwa wanita yang ku cari juga berada di kota yang sama . 

Tak bisa ku bayangkan bagaiman perjalanan ku di kereta , hanya saja tak sabar melinat risma dan anima , sahabat terbaik yang seperti adik ku juga anima wanita yang terus menganngu fikiran ku . 

Alamat yang di berikan rian tak sulit ku cari , kini persis tubuh berdiri di hadapan rumah sederhana dengan panorama desa yang mengarah pegunungan yang asri dan sejuk sekali , milik kelurga risma . 

Tok tok tok … asalamualikum … “ 

walaukum salam  _ ” kudengar sautan yang tak asing ditelinga suara mama lastri orang tua risma 

” yallah rey , ini lo ? Serius ini lo rey ? Rey si kopan ?

Ya dengan terkejut dan tanla di duga mama lastri pun sedikit berterial ke arah ku dengan kaya bicara borju yang lo gue sperti anak muda di zamanya , mama lastri orang tua yang cukul keren di mata ku , kadang karna terlalu akrab nya kami sering ngeroko dan ngopi di teras rumah sambil memandangi tangan lentik cakra mengayun kanfas . 

Bahkan kala dirumahnya aku seperti tak asing aku sering menunjukan keahlian ku dalam memasak dirumah nya sampai julukan ku si kopan ” koki tampan ” dan karna mama lastri sering memangil ku dengan sebutan singkat , aku pun kerap membalas lelucon nya dengan sebutan malas yang artinya ” mama lastri ”  akh ada – ada saja tapi itu lah kami sudah tak asing lagi maka saat kehilangan cakra aku sangat merasakan terpukulnya seperti mereka . 
Sayang nya setelah cakra pergi aku tak punya teman utuk membagi luka dan duka ku tentang mama dan semua maslah hidup ku, sampai akhrnya aku mengenal teman baru yang memperkenalkan ku dengan barang jahanam dan menjadi seorang pecandu . 

” yes malas it”s me . ” 

mama lastri sontak memelukki dan terika memangil risma 

risma butuh lo , pasti dia seneng liat si kopan datang lagi ,rissss … risssmaaaaa rismaaa cepet turun liat ni siapa yanh datang . ” teriakan malas tak pernah berubah nyaring bak kaleng yang terjatuh dari lantai 12 … 

” haduh malas suaranya ga berubah .” Ujarnku 

tak lama ku lihat dari arah ruang tamu kaki risma turun dengan terbatah- batah ketika melihat diriku risma berlari kencang dan memeluku sampai badan ku tertindi di atas sofa . 

siapa mah

” si kopan .rrey

” rey, serius lo ni lo rey , anjrit … reeyyyyyy” 

Risma sudah tak malu lagi memeluk ku di hadapan mama nya , karna memang kami sudah seperti keluarga, tetapi pelukan risma kali ini penuh air mata . Entah bahgia atau luka yanh tersimpan lama . 

lo kemana aja si rey, lo tau kan , gue ga bisa apa- apa tanpa cakra dan lo ,gada yng lindungim gue , gue butuh kalian ” suara risma yang berat dengan air matanya . 

” eh udah- udah kasian ris biar si kopan istrhat dulu .” Sambar mama lastri 

” gaa lo harus dengerin certa gue ” risma merengek yang masih dengan pelukan nya dengan ku .

” akh batu lo , ya udah rey lo kedalam dech ris ajak ke atas . Kasih kamar nya kaka lo , biar gue masak kasian jauh- jauh masa gue suru masak sendiri ”  kata mama lastri

“yakin bisa masak , tar asin lagi hehe ” ledek ku pada malas 

” rese lo, tenang aja paling keracunan haha udah sana istirahat , besok lo baru yang masak oke heheh ” jawab malas dengan santai

Tina di lantai dua risma dalam kamar tak membiakan ku istrhat dulu, aku dapat memahami , kesepian dan rindu nya terhadap ku begitu kenal ku rasa kan . 

” lo harus dengrin cerita gue rey , 

” iya , tujuan gue kesini juga itu, mau tau kabar lo cerita lo ,mama lastri sekarang crtita apa yang mau lo certain keluarin semua , gue disini sekarang . ” 

riyan rey, dia tega banget sama gue , lo tau kan berapa tahun gue pacaran sama dia , bahkan seluruh kampus rrey nama riyan dan risma udah ga asing lagi , sampai awal tahun 2006 rey tepat usia pacran kita 5 tahun , kita memutuskan utuk menikah , gue mau nya langsung nikah tapi rian mau lamaran dulu sebulan setelah lamaran maru dia memutuskan mnikah  oke ga apa’ apa , gue terima , tapi apa rey hari lamaran yang keluarga besar gue datang bahkan papa pun datang saat itu rey , lo gau kan papa sama mama gimana , klo bukan karna lamaran gue papa ga mau ketemu mama lagi , gue seneng rey , seolah keluarga gue utuh , tapi rey, dari jam 10 pagi sampai jam 5 sore rian ga datang hanphone nya ga aktif gue tlp keluarganya gada yang nyambung sampa gue tlp temenya lo tau rey ternyta rian melangsungkan pernikhan , anj***gggg …. bang****ttt … sakit banget, gue ga percaya , gue kerumahnya sendiri pakai motor sumpah gue berharap malam itu gue mati tabrakan dengan kecepatan tinggi, lo tau rey depan rumah nya ada tenda kecil emang ga banyak tamu nya , tapi gue rey , gue liat sama mata kepala gue sendiri , rian gandengan sama permpuan berkebaya putih , yang lebih parah nya tu cewe hamil rey tuhan rey tu cewe hamillll , anjj***ng 

Melihat risma yang mulai tak kendali akhirnya ku peluk menengankan nya m 

” riss , udahhh ah … udah .. udah , sabar , mungkin aja tu cewe hamil bukan sama riyan , ” 

” taeee… ” jawab risma dengan emosi

” lo ada komunikasih lagi setelah itu? Ga rey gue tutup kuping dan mata gue soal dia bebepa kali dia hubungin gue , gue rasa cukup semua jelas riya selama ini berkhiatan sama gue , selesai rey gue dah ga mau dengarr dia lagi . ” 

memang tak dapat ku percaya , riyan yang begitu dikenal sebagai sosok lelaki rumahan, bakti orang tua , rajin kuliah ibadah nyaris tak tingal , bahkan cinta nya pada risma selalu tak pernah padam , aki turut merasakan luka risma yan mendalam sosok yang di kenal nya begitu seperti malaikat kini berubah menjadi lelaki penjerat hati , 

ku coba terus tenang kan risma , sampai dia mereda dan menanyakan tentang pribadi ku 

“Lo sendiri gimana rey ? ” tanya risma 

” sebelum gue jawab gue mau tau dulu , apa benar lo pecandu sekarang? 

Nyaris ,” jawab risma membingungkan 

Maksudnya ? ” tanya ku heran

” ya awal nya gue sempet deperesi , semingu gue make tapi ga tau gue ga kuat, akhir nya mama bawa gue ke bandung berobat bersyukur rey gue bisa lewatin itu mungkin karna pemakaian nya juga masih baru jadi mudah buat gue lepas tu barang setan ” 

mendengar penjelasan risma aku lega , tak terlalu kuatir mengenai kesehatannya 

” terus lo gimana ” 

” yang seperti lo liat gue sehat gue clean sekarang , 

” terus kedatangan lo kebandung untuk apa ? “ tanya risma 

” ya buat cari lo lah, gue kuatir ris ” tegas ku 

” hemm my brother , thanks a lot ” 

risma memeluk ku dengan rasa persodaraanya , 

” hemm ris , gue mau tanya lo tau alamat ini ” ku berikan selembar kertas alamat dimana anima berada yang telah di beritahukan lewat bang toni 

” wah deket ni rey , tapi ini kan panti sosial autis rey ” 

” apa ? ” aku terlejut mendengar penjelasanya 

” iya lo mau ngapain ? Apa hubunganya rumah rehap sama panti sosial penyandang autis ? ” tanya risma dengan heran 

” gue mau ketemu teman gue , lo bisa anter gue ris ? ” 

“Kapan ?”

” besok mungkin gue cape ! ” 

” ya udah  lo istirahat sekarng besok kita berangkat ” 

tak sabar menunggu besok, malam di rumah risma membuka kembali memory kebersamaan di masa lalu bercanda dan tawa bahkan dengan mama lastri yang sudah ku anggap mama ku sendiri , kini risma menata hidupnya meski dengan kekecewaan yang mendalam terhadap riyan risma masih terus bertahan dan menjadikan hidup adalah sebuah pelajaran , aku salut terhadap ketegaran risma ,kini mama lastri dan risma membuka kedai coffe di kawasan bandung bernama CakRi addict yang artinya cakrarisma addict yang menandakan candu para penikmat coffee saat datang di kedai yang mereka punya , 

mereka memiliki 2 karyawan yang mampu di andalkan, aku semangkin tertarik dengan niat ku membuka kedai tongkrongan melihat para anak muda sudah tidak terlalu menyukai mall tetapi sekedar tempat hangout di sisi jalan yang strategis , bandung tak kalah dengan jakarta suasana  dekat puncak lebih dominan para pemuda dan mudi rela menyiapkan diri berjam- jam sekdar ngopi dan berjumapa kawan bahkan memadu kasih . 

” rey udah jam 8 gue harus ke kedai , lo mau ikut “ tanya risma 

” boleh , ” 

tak ku tolak ajakan risma dan mama lastri , sungguh kedai coffee nya begitu ramai pengunjung , aku banya bertanya soal bisnis muda yang di geluti risma , omongan ku sampai mengarah menawarkan diri untuk menjadi karyawanya , tentu saja mereka dengam senang hati dan tak keberatan , dengan segala pertimbangan aku pun berencana untuk mengajukan ijin keluar untuk waktu yang panjang dari rumah rehap ku , malam semngakit larut kami pulang nyaris jam 2 pagi . , ya kedai yang di buka dari jam 5 sore sampai se sepi nya pengunjung itu tak buat bosan , selain digsn yang moderen klasik serta pemilik yang yang masih muda cantik juga ramah , belum lagi mama lastri yang sangat friendly dengan pengunjung menambah suasana kedai coffe semangkin ramai saja , 

pagi ini aku tak menunda waktu ku untuk berkunjung ke alaman panti autis yang di katakan risma  , melihat mama lastri yang asik buat sarapan ku tengok risma yang masih tidur kelelahan , 

” mah , mama tau alamat ini “ tanya ku 

” si risma bagunin sana suru dia antar lo rey , “ mama lastri yang sedang menyuguhkan piring- piring untuk kami santap , tetapi aku segera bergegas tanpa membangunkan risma terlebih dulu 

Ngapain kesana rey “tanya mama lastri

Mengunjungi teman lama mah ” 

“Rey, mama boleh bicara sebentar kali ini serius rey, anggap aja sebagai mama dan seorang anak lelaki nya ” suara mama risma terdengat serius ini kali pertamanya mama lastri seserius ini , ada apa membuay ku penasaran 

ada ala mah ?” 

” rey, mama mengidap penyakit yang tak bisa mama beri tahu pada risma  , mama tak kuasa rey memberitahuakanya , sejak perceraian mama papa nya dan kehilangan alm kaka yang di cintai nya yang menjaganya itu semngkin membuat dia terpukul jika mengetahui keadaan mama belum lagi depresi yang baru saja dia alamami setelah di khianati riayan calon tunanganya , ” penjelasan mama membuat ku semangkin mengasihi risama dan menjadi penasaran saja. 

Penyakit apa mah , coba bilang sama rey, rey juga anak mama kan ” 

” rey, mama mngidap kanger rahim stadium 2 ” 

” apa kangker ? 

” usss rey pelankan suara nya bodoh ” 

” sejak kapan mah?

” setahun ini rey 

” lalu apa yang bisa rey lakukan mah untuk menolong mama? 

” berjanji lah rey 

” berjanji mah 

” kau yakin ?

” mama rey anak mama , apa mah ?

” apa kamu mencintai seorang wanita ?”

Entah apa maksud nya tapi jika cinta yang di katakan aku memang belum merasakan cinta apapum dari siapapun kecuali soal pernikhan 

tidak mak , kenapa ?

” nikai risma … 

baaaaaammmmm … penjelasan n pernyataam mama lastri solah membuat ku terjebak , entah bagai mana aku menjawab nya . 

“Mah , kita akan bicarakan ini nanti ya , mamah harus kuat dan sabar , semua pasti ada solusinya , ” aku mencoba membuat mama lastri sedikit reda saja ,melihat matanya yang mulai berkaca-kaca aku mulai mengembalikn senyum nya dengan mengoda nya dengan lelucon ku 

Mah, senyummm , sumpah jelak banget mama gue begini ” ledek ku 

” hemm kampreet lo merusak suasana ,”

Mama lastri langsung memeluku , 

” duh mah ,coba begini terus ,ngomong nya lembut pake aku kamu lagi hahahah ” 

aku masih mencoba menghapus air mata mama dengan canda ku ,

melihat jam dinding sudah mengar cepat tak ingin merepotkan risma dan mengangu tidur nya aku segera pamit untuk menemui alamat anima 

“Ehhii malas,akh pamit dulu ya ,nanti kita drama-drama korea lagi pake air mata heheh ” 

mama lastri hanya geleng-geleng kepala saja melihat ku yang terburu- buru . 

rey makan  dulu” teriak mama lastri ke arah ku 

” gampang mah , aku pamit “

” kalo ada apa-apa nyasar tlp mama rey

aku membalikan badan dan bicara 

Mah rey sudah sperti anak mama,rey akan menjaga kalian juga , ini janji seoarang kawan pada alm kawanya janji seoranh kaka lelaki dan seorang anak laki-laki ” 

” hemmm, kopan gue ,makasih rey apa ini artinya setuju rey” tanya mama mendesak

kita akan bicrakan nanti ya ” 

” rey jalan mah

“Hati-hati rey

” yes mam “ 

begitu akrab nya kami sampai tak ada rasa cangung lagi . 

Tak lama kurang dari sejam memutari alamat yang ku cari , tepat dengan warga ku di tunjukan ke arah jalan yang menanjak seperti nyaris ke puncak ,melewati pepohonan rimbun dan suasana deingin nya kota bandung 

tak kuasa aku melangkah dengan begitu berat nya , aku merasa ada sesuatu yang menahan , tetapi hasrat bertemu sang wanita semangkin kuat saja , ketika tubuh tepat berdiri di sisi gerbang putih ku lihat dari kejauhan , ada bebepa orang wanita yang satu pun tak ku kenal, di iringi keluar dari pintu bebepa anak penyandang autis untuk senam pagi  , sungguh tuhan dada ku sesak sekali kabut pagi tak menjaga ku untuk tenang, udara sejuk tak membuat ku diam menghentakan kaki , bolak balik terus menerus , mengerutu berharap anima ku tatal dari luar 

” anima   … hayoollah perlihatkan wajah angun mu ” 

tak lama ponsel ku bergetar , kulihat rara memangil ku . 

Phone by rara _

” rey , kamu dimana ? “

bandung ,”

apa ? Bandung ? Ngapain rey ? Hemm jangan bilang kamu kabur rey aku bersama mama di solo . “

Lagi lagi rara selalu berulah semaunya datang tanpa mengabariku lebih dulu . 

” ni mama mau bicara “

” rey, kamu dimana nak “

” di bandung mah “

” kamu kabur ,kenapa kamu ijin ke jakarata tapi malah ke bandung nak, kami ga aneh-aneh kan “

mendengarkan kecemasan mama membuat ku menghidar dari gerbang putih pintu panti untuk menjelaskan 

” mah tolong rey , demi allah mah rey aneh-aneh , rey ga nakal rey ga nyandu lagi rey di rumah mama lastri mama ingat kan ,ibu nya alm cakra , rey berencana mau kerja di kedai nya mah aduh mah panjang ceritanya , mama jangan bilang rara rey dimana , kali ini aja mah jangan libatkan rara dalam urusan rey , rey akan titip bang tino no telp mama lastri mama bisa tlp sendiri , ingat mah jangan bilang rara ,mama percaya rey kan mah . Tolong mah rey mohon percaya rey .” 

ya … sudah .ini rara mau biacara lagi ” 

mama tak banyak bicara mungkin karna di depan nya ada rara yang memperhatikan , suara rara terdengar lagi

” kamu gila rey, kita sudah mau nikah kamu bertindak seenak nya , ingat rey pernikahan kita sudah sebulan lagi, dan undangan sudah di sebar . ”  

” terserah ” jawab ku singat , rara yang masih bicara panjang lebar tak ku hiraukan mata ku terus menatap dari kejauhan . Masih tak ku lihat wanita yanh ku cari , 

rey , jawan donk rey .

apa ra ? Kamu sudah kendalikan semua kan oke apa lagi ? Masih ada waktu 1 bulan sebeelum hidup aku benar-benar di atur kamu jadi tolong ra aku di bandung han…nyaaaaaa”

.. suara ku tetsendat melihat ada seorang wanita yang keluar dengan mambawa nampan berisi rentetan susu putih di atasnya … 

” rey …. rey .. ” teriak rara semngkin ku tangkap tetapi dengan tak sengaja ku segera mematikan ponsel nya dan mendekati lebih dekat lagi ke gerbang panti 

” anima , anima yaa itu anima _

tak tunggu lama tak ingin membuang kesempatan ku lewati pintu gerbang putih , 

” asalamualikum . Anima “

” walaikum salam . Rey .. kamu “ 

suara anima terkejut melihat ku berdiri di hadapan nya , 

entah getaran apa ini tuhan,menatap matanya penuh pancaran kehidupan yang ingin ku ketahui , 

kaki anima melangkah ke arah ku

rey , bagai mana bisa kamu sampai sini

takdir , takdir yang membawa ku kesini ,anima bagaimana kabar mu ” tanya ku lirih 

” alhamdulillah  , luar biasa rey ,kamu sendiri? ” 

” jauh lebih baik setelah kehadiran mu waktu itu ,”

” apa ?”

Anima bertanya seolah menegaskan apa maksud perkataan ku ,aku yang tanpas sadar menjawab 

hemm,maaf maksud aku,aku pun sekarang mem..baik, heeeuumm maksud nya lebih baik,” jawab ku sedikit gugup 

ah sudah lah rey mari masuk ” 

tak dapat ku sangka anima berbicara dengan lembutnya sedikit berbeda dengan bebepa bulan yang lalu ku jumpai di atap lantai 3 , penuh ketegasan dan sedikit amarah, ” 

aku memperhatikan soal perut anima , karna baju panjang dan kerudung menutupi perut nya ,aku tak bisa memastikan apa kah anima masih mengandung ? 

Tetapi melihat aku yang terus dengan mata menatap nya anima sontak bicara 

apa yang kau cari dalam tubuh ku rey?” 

” hemm anima maaf , aku hanya ..” 

kandungan ku sudah memasuki usia 7 bulan rey, apa tak nampak? Hemm maklum aku kan calon ibu jadi pakainya begini seperti daster beda seperti wanita kota ya “ senyum anima mengiringi suara nya yang rendah hati 

” ya anima kau berbeda , sangat berbeda beda dengan wanita kota ,kau angun cantik rendah hati kau ..” 

uacapan ku yang mulai tak kontrol di sampar anima seketika 

” isiqfar ref ,kau berlebihan . ” jawan anima dengan lembut

” astafirullahalazim ,anima maaf ” 

aku sadar dan malu hati karna tak sadar kan diri saat memuji sang wanita yang selama di cari . 

” bunda, kenalkan ini rey rekan dari rumah rehap “ sapa anima pada bebepa wanita setengah baya yang menjadi para pengurus panti sosial naungan anak- anak yang memiliki keterbatasan . 

Perkenalan ku singat pada para wanita dan bebepa lelaki setang baya juga di dalam nya , aku segera di ajak duduk di teras belakang panti yang menghadap pegunungan dengan pemandangan yang masih asri pedesaan hijau nya . 

” ada ala rey ? Apa yang kau cari ? ” 

“Entah lah anima, saat bertemu dengan mu seolah ada sesuau yang mengubah hidup ku” 

” anima siapa sebenarnya kamu? Apa yang kau lakukan di atas lantai 3 wakti itu? Lalu keman setalh itu? Dan buat apa disni ?

rey , malam itu ku pikir kau pria bodoh yang pendiam ,karna saat aku biacara tak satu kata pun yang keluar dari bibi mu,tapi sekarang hemm .. bukan satu kata bahkan jutaan kata ka lontarkan tanpa memberi ku kesempatan menjawab salah satu nya ,apa yang membuat berubah sperti ini rey, seolah kau punya energi yang kuat sampai kau nyaris tak terlihat sperti mantan pecandu “

sontak aku menjawab dengan cepa . 

” kamu . …… 


COUNTINUED _ UHUHUHU BAB 4 RAMPUNG _ hayoo jangan bapee .. 😁 

Penasaran ga sich anima punya suami atau ga? Tapi kemana suami nya? Terus setelah bertemu anima gimana ya rencana rey menikah ? Soal janji menjaga risma adik alm temanya apa rey juga selama ini menyukai risma Uffff penasaarrraaannn … yoooo lanjut baca buku nya …. inyallah terbit di bulan depan ya gengs malsh sudah mampir ! 

Oleh _ Julia Panjul

 

addict · adik kaka · Buku · cerbung · cerpen · fiksi · Gaya Hidup · Lelaki · lovestory · novel · Pejuang Dunia · penyakit hati · perempuan · Sastra/puisi · short story

Novel : Calon Mama             Bab 4 : Jejak                             Karya : Julia Panjul 

Pooooooonnnnggggg …… jjjjjssssss… poooooooooonggg … 

Suara kelakson kereta menyambut ku di stasiun gambir jakarta 2006   _ 

3 hari bersama mama dan rara kini kepulangan ku menuju solo , seolah kembali ke rumah kedua ku , bersama di bawah naungan rehabilitasi menjadikan ku sosok yang lebih mandiri dan mengenal hidup jauh lebih berharga lagi , tak  sedikit dari mereka yang mengalami masalah dan kendala yang sama , tetapi jiwa dan semangat yang luar biasa akhirnya membawa kami para mantan pecandu bisa bangkit dalam ketergantuan kan obat jahanam . 

Rara yang tak nampak mengantar ku ke peron kereta, masih di rundung kesal dan amarah , dapat ku mengerti semua terjadi begitu cepat emosi menelan jiwa yang meski nya bahagia menyamput pesta paling sakral dimata agama dan dunia . 

mah , rey berangat ya tolong jaga diri mama, dan tolong mah rey akan ajukan masa bebas dalam pengawasan untuk bisa berkerja di luar masa rehab rey di solo, jadi kalo mama membutuhkan sesuatu mama tidak lagi harus bergantung pada rara , meskipum dia calon atau sudah menjadi menantu mama , rey yang berkewajiban memberikan apapun untuk mama bukan rara , jangan buat rey menjadi tidak berguna mah, rey mohon sama mama bersabar lah mah ,kita akan lewatkan ini dengan baik tanpa bergantung dengan siapapun . Rey mohon ” di sisi badan kereta argo tujuan solo , aku berbicara persis di hadapan wajah mama yang angun terpancar dari mata indah nya 
Dengan memegang pipi wanita setengah baya ku lihat serpihan mata yang berkaca-kaca menandakan berat melepas putra semata wayang nya , 3 hari bukan waktu yang cukup untuk melepas rindu sang putra pada mama nya , melihat mama yang tak bisa berkata apapun, aku hanya mencium penuh cinta dan merasa banyak salah dan dosa , 

pelukan erat mama meyakini ku satu hal bahwa , akan ku hadapi dunia demi wanita yang melahirkan dan memeperjuangkan hidupku , meski mama pernah melakukan kelalaian dulu, dapat ku mengerti kali ini,  semua hanya rasa berontak terhadap nasib yang dulu nyaris punah di telan zaman dan era yang penuh dusta dan fatamorgana .  
mah rey akan berusaha sekuat tenaga rey untuk membahgiakan mama rey janji mah, maafkan rey , rey mohon doa mama , semoga rey bisa benar-benar mnjadi anak yang patut mama bangga kan . Maafkan rey mah ” 

poooooogggggnggggggg…. : jurusan kereta stasiun solo segera berangkat  20 menit lagi di harapkan para menumpang untuk memeriksa barang bawaan . ____

Suara terdengar dari picrofone stasiun menandakan bahwa kereta akan segera berangkat ,mama yang memeluk ku erat semangkin tak kuasa menahan melepas kepergian anak nya, 

” rey , kita akan kejakarta lagi nanti ok , udah .. (dengan mengusap bahu ku , dan mengapai tangan mama untuk pamitan) , mah soni pamit ya doa kan kita biar sucses masa pemulihan dan sucsess untuk masa depan . Makasih atas jamuan nya soni pamit ya mah ,main -main mah kesana jangan lupa bawa ayam serundeng sambel pete .. ” sambil meledek bang soni mencium tangan mama yang telah melepaskan pelukanya dengan ku 

jaga diri kalian ,sehat terus ya bang soni sampaikan rasa trimkasih untuk para staf dan pengurs pembimbing dan yang lainya untuk bersedia menajaga rey  , inget mama sudah sperti mama kalian kalo kejakarta mampir kerumah salam juga buat bang tino . ” jawab mama penuh haru dan kasih sayang kekeluargaan . 

Aku berjalan ke arah lorong gerbong yang sudah di padati para penumpang yang lainya , ku tatap mama dari dalam kaca kereta masih dengam air mata, bahagia yang ku rasakan telah kembali ,rasa kekeluargan yang hampir hilang ,kini ku dapati ,meski kami hanya berdua saja . Sungguh tak mengurangi rasa bahgia yang luar biasa  

“. Rey menyayngi mu mah” gumam ku salam hati  

tak lama suara microfone stasiun menyiarkan keberangkatan lagi , ku tengok jam tangan masih menyisakan waktu 20 menit untuk waktu keberangkatan ku 

“_ kereta tujuan satsiun bandung segera berangkat , di harpakan para penumpang untuk tidak berada di luar gerbong kerta , selamat jalan dan semoga selamat sampai tujuan _” 

ya,  tepat di sebrang peron kereta tujun ku, kereta tujuan bandung berankat mendahului , aku yang sudah duduk di sisi jendela masih megengam tangan mama dari atas kaca yang hanya terbuka kecil saja , mama masih bicara lirih fasih soal nasihat dan pesan seperti layaknya seorang ibu yang melepaskan anaknya pergi , tak lama ku dengar dari arah sisi ketukan sepatu yang terburu – buru ,mengapai pintu kereta  , tiba-tiba ponsel bang soni berdering , ternyata bang tino yang menelphone , diberikan tlp ke pada ku saat bicara sedikit pada bang tino tak lama 

” permisi bu kerta tujuan bandung? ” tanya wanita tak di kenal pada mama yang persis masih di sisi jendela kereta ku dengan engahan nafas yang tergesa-gesa 

” yang itu mba , ini solo ” jawab mama 

ketika kutengok wanita sudah berlari membelakangi menuju kepala kereta yang sudah menutup pintu seluruh kerbong nya . 

” siapa mah ?”tanya ku 

” ga tau mungkin ketingalan keret , kasian udah bawaan nya banyak di bukain ga ya sama masinisnya . ” tatapan mama masih ke arah wanita yang telat dengan kerta tujuanya . 

Tak lama pintu kereta ku pun tertutup rapat tak ada yang bisa keluar dan masuk lagi , 

 “Ya ampun kasian sampai mohon gitu , duhh semoga masinisnya mau bukain  pintu ” gerutu mama yang masih asik menatap wanita yang telat dari kejauhan . 

Aku yang penasaran akhirnya menengok setengah wajah ke arah wanita tersebut . 

Sungguh seolah di kejut kan permata yang selama ini para pemburu harta karun mencari , 

” anima ” 

” animaaaa … animaaa .. anima tunggu animaaaaa ” teriak ku ke arah wanita yang baru saja melintasi mama 

rey kau kenal “tanya mama 

tak ku hiraukan suara mama , aku bergegas lari ke arah pintu yang tak jauh dari ruang restorasi kereta . 

pak tolong , saya harus keluar dulu sebentar , ” permohonn ku pada masinis kereta 

ga bisa mas ini pintu kereta bukan mikrolet jadi otomatis ” 

Entah apa yang ku lakukan hingga aku berlutut meminta membuka kan pintu pada masinis kereta dengan alasan kalo mama ku tertingal di luar , sebuah kebetulan yang luar biasa yang ku lihat tadi pun anima berlutut pada masinis agar di buka kan pintu untuk masuk ke dalam kereta . 

Tak tunggu lama masinis berbicara lewat hatpod gengam nya yang biasa di gunakan jarak jauh oleh para petugas nya, tiba-tiba pintu terbuka dengan cepat 

mas,kita berangkat 20 menit lagi ”  kata masinis yang baik hati . 

Tak ku hiraukan kaki lompat dari arah pintu dengan cepat , dan tak lama ku lihat hanya masinis sebrang kereta yang membawakan koper anima yang tersisa , ku berlari walau anima sudah di dalam kereta, teriakan ku membuat para petugas di pala kereta terkejut ,tak lama wajah yang telah lama ku cari akhirnya ku dapati

Animaaaa ” teriak ku dari luar 

Anima yang berbalik badan mengambil sisa koper bawaanya . Akhirnya aku mentatap jelas walau tak bisa ku raih tanganya . 

anima kamu ” suara ku lirih 

karna terkesima dan waktu yang singkat pintu kereta tertutup dan perlahan kerta melaju , aneh nya anima pun seolah melihat ku dengan penuh harapan , tubuh nya berbalut kerudung yang angun , tak segera ke badan kereta anima masih berdiri di depan pintu kepala kereta dari dalam menatap ku penuh tajam . 

Bibir ku hanya terus mengucap namanya denan pelan “anima, anima dan anima ” nyaris tak terlihat wajah anima, tetapi sebelum kerta jauh anima berpling muka n mengambil spidol hitam di tuliskan nama ku dalam kaca dengan tulisan tanganya dan dengan ukuran huruf yang tebal ,mungkin agar terlihat boleh ku … REY _ 

tak lama priwitan dari masinis ke arah ku ,dan teriakan mama juga beriringan , 

rey “ suara mama memangil 

Kereta sudah nyaris tak terlihat , tapi tubuh ku tak kuasa memalingkan muka , waktu terus mnyorot ku suara microfone satsiun menandakan keberangkatan kerata tujuan solo , aku berlari , ku temui mama yang menunggu ku di sisi pintu kerta 

” kau mengenalnya ” tanya mama 

” mas kereta udah mau jalan maaf pintu mau dintutup ” teguran masinis dari dalam 

” aku mohon jaga lukisan ku mah, lukisan wanita tanpa wajah .pemberian alm cakra di kamar ku ” permintaan ku pada mama , sembari melangkahkan kaki ke pintu 

tak tunggu lama pintu tertutup dan kerta melaju . Aku yang duduk persis di sisi jendela menatap perjalanan panjang jakarta solo , bang soni sontak menegur ku 

” siapa sih rey ? Pacar lo yang lain ? ” tanya bang soni , penuh curiga 

” rey waktu lo lari , sengaja gue ga kejar fikir gue lo mau kabur, bebas diluar lagi biar bisa make lagi, gue baru mau telepon tino kalo sampai kereta jalan lo ga ada , kena gue haduh lo bikin gue jantungan rey , rey … eh rey woy gue ngomong sama lo rey , akh sakit lo udah ah molor gue . Selamat berkhayal rey gue ngantuk ”  gerutu bang soni melihat ku yang diam saja 

tak ku jawab pertanyaanya bang soni, bahkan tak ku hiraukan semua perkataanya soal kecurigaanya . Aku terus menatap ke arah jendela , tak ku bayangkan tak ku sangka anima , aku melihat nya lagi . Tak banyak pertanyaan dalam benak ku , hanya tertegun melihat wajah yang nyaris 4 bulan ku tunggu . 

Perjalanan jakarta solo memakan waktu yang melelahkan tak banyak cerita sepanjng perjalanan hanya tak sangka kehadiran anima di hadapan ku membuat dilama ku semangkin mengerutu dalam benak ku 

Bang soni melihat ku yang dari bebepa jam hanya diam tanpa bicara terus menegurku 

Rey ,lo yakin ga apa-apa ? ” anima itu siapa sich rey , sampe buat lo kaya gini ” Tanya bang soni heran 

bang udah berapa lama lo di rumah rehap solo ?” Tanya ku 

kurang lebih dua tahun sampai akhirnya gue jadi salah pembantu staf kaya gini ,kenapa? ” bang soni menatap penuh tanya ke arah ku yang masih terbengong karna pertemuan singkat pada anima . 

Lo kenal anima ga sich ? ” tanya ku 

anima ,anima siapa sich tu cewe ko gue sering banget denger lo tanya soal anima ,  ” jelas bang toni yang menunjukan ketidak tahunya   

bang waktu gue mau coba bunuh diri 4 bulan yang lalu , liat kan gue ngomong sama cewe di atap lantai 3 . ” penjelasan ku berharap bang soni menginat kejadian itu . 

duh sumpah waktu lo di atas lantai tiga posisi gue baru pulang habis jemput anak yang mau direhap cape gue terus tidur , waktu gue liat ada ribu-ribut,  itu pun waktu lo udah di bawah sama tino,  gue ga liat lo di atasnya ,malah jadi gue ga gau , lo kenapa ga tanya sama tino aja sich , lagian kalo anima pegawai atau apa lah posisi dia di rumah rehap , ga mungin satu gerbang sama kita orang rey, pegawai wanita yang kerja disana tingal di mess belakang gedung rehap ,jadi ga mungkin dia denger kegaduhan malam itu , toch waktu itu gada permpuan sama sekali yang dateng pegawai dan staf mes cowo semua ,logis donk rey ! ” bang soni menjelaskan jelas tentang keamanan rumah rehap yang memang tak berpenghuni wanita kecuali para isti pegawai yang masih tingal dalam mess . 

Tapi gini dech coba lo tanya tino ,mungkin dia tau atau mungkin dia kenal atau liat kali waktu lo ngomong sama cewe di lantai 3 ,ah rey rey , udah yang pasti -pasti aja . Jodoh lo dah di depan mata , cantik kaya pula ” bang soni berkata soalah mengikatkan ku soal pernikahan dengan rara . 

Sesampai nya di rumah rehap aku di sambut bang tino dengan cemas nya , 

Sial ,gue kira ga balik lagi lo kesini , aduh bikin gue kuatir lo ” sapa bang tino dengan memeluk ku gaya pelukan seorang teman laki-laki pada umum nya m 

Berpa kali gue bilang, gue akan stay disini meskipun gue udah bener-bener clean bang” jawab ku meyakinkan 

lepas seharian sudah dalam rumah rehap , aku yang tak sabar bicara pada bang tino soal keingin tahuan ku tentang anima ,

bang, gue mau ngomong sama lo , gue minta waktu lo bang” arah ku pada bang tino di meja kerja nya yang sedang menyusun program di sini . 

duduk dech, kita ngomong santai aja ya , lo kan baru pulang rey ada apa sich lo gue perhatin ko dari tadi sore u gelisah terus ,gue denger rencana pernikhan lo dah hampir selsai ya ” suara bang tino yang tenang walau tangan nya masih diatas tumpukan kertas kerjaanya . 

Gue lagi ga mau bahas itu bang , ini soal anima ” suara ku menghentikan tangan bang tino yang sedang sibuk 

Hemm .. anima tu siapa sich rey sebenarnya , apa lo punya cewe lain selain calon istri lo si rara?” Tanya bang tino 

bukan bang, anima siapa aja gue ga kenal, gue cuma mau tanya apa lo liat cewe di atas atap yang ngobrol sama gue waktu gue mau bunuh diri waktu ?” Tanya ku 

loch , rey lo gila ya , berapa besar sich gedung rehap kita , kita orang aja ga berani naik,  karna tempat nya kecil yang ada klo ada yang naik bisa jatoh semua disana belum lagi ada tang air sebegitu gede nya akh ngaco lo rey gue ga liat apa-apa, yang gue liat lo cuma berdiri diem teriak-teriak dan tiba turun waktu 1 sataf jemput lo ke atas, tu si ifan lo tanya dia dech kalo lo ga percaya, akh macem-macem aja lo “ ada lagi rey sory gue lagi sibuk . 

Penjelasan bang tino tak dapat ku terima begitu saja, aku yang masih heran terus tak henti mencari tau , keberadaan anima , tak percaya kalo anima adalah hantu atau . Akhrrrr ini di luar nalar ku kalo saja anima hantu mana mungkin pagi tadi ku bertemu di stasiun gambir jakarta . Gila ini semua buat ku semankin yakin bahwa ada sesuatu yang di sembu nyikan di dalam rehab terhadap orrang lain . 

Aku semngkin tak ingin berhenti mencari anima , karna begitu terkejutnya sampai aku sendiri tak perhatikan perut yang pernah di tunjukan pada ku saat itu, apa sudah membesar atau … aku tak ingin menduga-duga tentang nasib anima , hanya ingin bicara saja mengatakan terimaksih atas penyadaran dalam menolongku melihat hidup yang jauh lebih berharga .

Sudah seminggu setelah kepulangan ku dari jakarta , dan beberapa orang rumah rehap ku tanya , tak ada yang tau bahkan setelah ku menanyakan siapa anima pada bang tino , sikap bang tino pun berubah drastis menjadi jaga jarak dengan ku .

hari ini rumah rehap mengadakan tour untuk semua staf dan para mantan pecandu ,menghirup udara bebas di luar serta penyediaan 7 fasilitas yang di sediakan sangat membantu kami sedikit lebih lega dan membawa penyegaran baru setelah lelah menjalankan program yang di sedikan, 

dari mulai perjalanan dalam bis dan sampai tiba di tempat wisata, ketika yang lain asik berporak poranda menikmati alam ,dan wahana tempat bahkan ada yang menjamu dirinya berwisata kuliner atau sampai berbelanja dan memandikan diri di kolam yang menyejukan tubuh , tapi tidak dengan ku, aku hanya duduk menatap  pepohonan dan sebuah lembar putih yang ku ayun pena tinta hitam di atasnya mengambarkan satu demi satu baik sajak ku tulis menuang rasa curiga dan ingin tau yang begitu dalam mengenai anima , tak lama ku tatap dari kejauhan bang tino menghampiri

” ANIMA WIJAYA , …. itu yang lo cari selama ini ” suara bang tino mengejutkan ku menjatuhkan pena dan menghentikan lamunan ku . 

berarti lo kenal bang ” jawab ku terkejut sedikit bahagia bahwa ternyta anima adalah nyata bukan sekedar bayangan ku saja . 

” gue ga tau hatus cerita dari mana rey , sudah 3tahun gue di dalam rumah rehap wajah anima memang sudah bukn wajah yang asing bagi kami yang sudah lama di dalam sana , kedatang anima ke rumah rehap 3 tahun yang lalu bertujuan untuk mengunjungi teman nya yang juga jadi klien nya di dalam rumah rehap, dulu anima adalah wanita yang berpendidikan dia sarjana hukum , yang sedang menangani kasus ganja  ,” singat penjelasan bang rey membuat ku sontak terkaget 

” apa ganja? Klien nya pemake juga “ tanya ku 

” itu kasus nya rey, klien anima bukan pemake atau pengedar , nama nya fadil dia cuma orang yang menanam beberapa pohon ganja di halaman rumah nya untuk pengobatan kanger tulang sumsum di bagian belakang yang mengidap istri nya , pada saat ada warga yang tau entah dari mana sumbernya berita penanaman ganja beredar sampai renah pemerintahan , akhirnya fadil di ringkus polisi sebagai pemakai dan pengedar narkoba , yang gue dengar anima yang berpendidikan merelakan diri untuk menjadi pngacara hukum dari fadil , tapi ini indonesia negara kita tidak mngijinkn apapun alasanya soal penanaman ganja , simpang siur sampai ke ranah pemberitaan televisi dan berbagai media, berita soal fadil si penanam ganja tersiar luas, hukum masih di atas segalanya kewenangan n kebijakan pemerintah masih terus menang , tetapi anima tak berhenti dia tetap berpegang pada hukum hak asasi dan norma perlindungan manusia dari penyakit yang mematikan . Yang gue tau anima berjuang sendiri , saat fadil masuk penjara tragis nya istri nyameningal dunia , tetapi anima tak patah semangat dia terus berjuang untuk mengeluarkan fadil , demi masa depan 4 anak nya masih berusia 3 tahun 6 tahun 12 tahun dan yg besar 15 tahun , anima gila dia terus melawan pemerintah bahwa ganja mesti di legalkan dan fadil bebas tuntut an “ bang tino semngkin membuka siapa anima dan aku semangkin tak berkata-kata mendengarnya 

” apa ganja di legalkan , gila ” saut ku terkejut 

” ya , itu lah kegilaan anima, tetapi anima punya banyak nara sumber yang menguatkan bahwa ganja bukan narkoba yang di olah dari bahan sintetis seperti morfin extasi atau yang lain nya, anima meyakinkan bahwa ganja adalah tumbuhan herbal yang kaya akan khasiat untuk extrak berbagai penyakit berat di dunia ,seperti australia ,jepang atau 20 dari berbagai negara yang lain nya yang menjadikan ganja adalah tumbuhan herbal untuk pengobatan tradisional,  tetapi pemerintah kita dengan segala pertimbanganya tetap pada hukum dan kebijakan yang berlaku ganja tetap ada undang undang yang melanggar hukum tentang narkoba , tidak berhenti sampai di situ meski anima menyadari kebijakan yang berlaku soal pertimbangan pemerintah melihat bahwa rendah nya pola pikir masyarakat indonesia yang masih banyak menyalah gunakan khasiat dari satu hal yang harusnya bersifat kebaikan justru di buat kesenangan dan di perjual belikan secara bebas n luas untuk kesenangan yang akhirnya melanggar hukum ” bang tino mwnjelaskan panjanng lebar tentang perjuangan anima membela fadil si penanam ganja . Membuat ku geleng-geleng kepala saja . 

Lalu gimana perkembangan kasus nya bang? ” tanya ku serius pasa bang tino 

Entahlah rey ,gue ga terlalu mengikuti para pecandu lebih menyita waktu gue ketibang nyimak kasus anima yang memperjuangkan ganja untuk di legal kan . Kaya lo lah buktinya , pake acara mau bunuh diri segaa . Giman ga nyita waktu gue ” jawab bang tino santai dan mencoba mengalihkan rasa penasaran ku yang terus menerus . 

Terus itu kasus kapan bang, kenapa malam itu anima ada di atap lantai 3 ,berarti lo liat kan gue sama dia sempat bicara ” tanya ku terus menyudut bang tino 

Sial lo,dikasih tau malah terus-terus ga mau berenti , sekarang gini garis besar nya lo tau kalo anima itu ada bukan setan . Jadi sekarang tugas lo bantu gue kerahin dan ngawasin anak-anak di sana ,kalo sampe ada yang kabur hidup lo bukan nyari si anima malah gue siru cari tu pecandu yanh kabur , hayo udah ah cepet ikuy gue ” ajak bang tino yang menyudahi cerita tentang anima . 

Entahlah aku merasa masih belum puas ,seolah masih banyak yanh di sembunyikan soal anima , tetapi aku mulai lega kalo sosok anima memang nyata . Pencarian tak usang, justru sebaliknya aku semngkin teetarik soal mncari tau siapa anima sebenarnya . Bang tino melangkah mulai meningalkan ku ketika bebepa langkahnya bang tino masih mengarah ke di sangka nya aku mengikuti dari belakanh ketika tau aku masih terdiam bang tino lagi lagi berbicara membuat ku terkejut . 

gila lo ya gue pikir bakal puas sama pernyatan gue , masih bengong aja hayo lah rey ..” ajak bang tino yang mulai tidak menyukai sikap ku dengan bengong -bengong sja .

“Lo duluan dech bang , ” saut ku yang malas malasan . 

” cilenyi . Ds karuyuban bandung , lo bisa temuin anima disana , cukup rey, tentang anima dan keberadaanya lo dah tau masih belum cukup juga muasin rasa pencarin lo? Hemmm sakit lo , gue duluan  ” dengan cepat menyebutkn alaman dimna anima berada aku sontak mengingat kereta yang di kejar anima pun tujuan bandung, semangkin jelas saja dan langkah bang rey membuat ku ingin mengejar memastikan dengan jelas dimana tepat alamatnya . 

bang , hei bang , bang tino … tunggu bang “ lari kecil ku mengikuti arah bang tino 

dan dengan suara lantang bang tino mengoda ku ” wahai penjuru alam sadar kan lah rey si pemuda tampat asal jakarta yang mulai dilanda wanita solo berkerudung , haahhahaha ” 

suara bang tino membuat para pengunjung wisata dan bebrpa orang dari rumh rehap terjengah melihat nya , akhirnya itu pun menjadi hari pertama ku mempunya semnagat yang ku tunda untuk mencari gadis berkerudung biru . 

COUNTINUED_

Yeahh finis bab 4 _ jejak anima cukup jelas donk gais, mungkin ga sich rey bisa bertemu anima , di tengah-tengah kesibukan nya dalam rumah rehap dan persiapan pernikhan nya dengan rara ? Hemmm ….. yoo banca lagi di bab -5 


OLEH : JuliaPanjul


addict · Buku · fiksi · Gaya Hidup · insomnia /penyakit · lovestory · Pejuang Dunia · perempuan · Sastra/puisi · short story · Tak Berkategori

Batas 

Tiga lampu nyalah bergantian ,suram melihat zaman , terang ku telan 

buah manis di ujung jalan sudah bertuan apa yang di perhitungkan bukan hak penikmat nya 

suara anak perawan menjerit kesakitan suasana kota penuh rayuan

patromak bapak padam , ibu teriak kegelapan , nasib mana lagi yang terang tidak bisa di lihat mata 

Sejauh kaki melangkah sekuat jejak tak sampai , meski tingal setapak kau buat buta para budak 

menjajaki tak jua tepi ,meraih tak jua mata lirih , kau buat ruang yang tak bisa ku tuang 

bagai sisi yang tebal sampai akhirnya ku tebas , semua yang ku anggap batas 
Oleh : JuliaPanjul _ 

IG _ @ Juliapanjul_menulis919  

addict · adik kaka · Buku · cerbung · cerpen · fiksi · Gaya Hidup · Lelaki · lovestory · novel · Pejuang Dunia · perempuan · Sastra/puisi · short story

Novel = Calon MaMa       BaB 3 = DILEMA_         Karya : Julia Panjul

​cakra pramesti 2003 , lukisan terakhir dari seorang seniman muda yang meningal saat perjalaan tour akhir tahun bersama anak-anak seniman lain nya . Yang tak lain adalah sahabat ku sendir . 
Fikiran ku tersibat mengarah lukisan tanpa wajah itu, saat bebepa tahun yang lalu saat cakra memberikan pada ku . 

Flas back : 2003 

wah sedang apa cak “ tanya ku dengan cakra yang asik dengan kanfas nya 
”  lo lihat rey , dari sekian lukisan gue hanya ini yang ga bisa gue tuntas in  , gimana menurut lo ” tanya cakra sembari menarik kotak kayu untuk memperesilah kan ku duduk tepat di hadapan lukisanya . 

akh ga ngerti gue cak , lo pelukis nya aja ga tau,  apa lagi gue ga punya jiwa seni kalo soal art , tapi musik dan masak boleh lah hahahah ” canda ku ringan saat itu 

” ha sial lo  , “ cakra masih asik memandangi lukisanya . 
Aku segera mengajak cakra untuk menyelesai kan tugas kampus yang belum selesai dan ,kebetulan kami adalah team yang solit meski hobi dan kesukaan kami berbeda tapi justusan kuliah kami sama , jurnalis 
Tak lama cakra meminta ku untuk menungu nya mandi , kurang lebih 30 menit berlalu cakra tak juga menghampiri juga,aku yang menikmati kopi di teras rumah nya usik ku bangkit kaki ku kearah ruangan dimana cakra melmpaiaskan imajinasi melalui lukisan dalam kanfas nya
Sial , gue kira udah rapi bilng nya mau mandi masih depan kertas aja lo , eh sakit  lo ya ! tu lukisan ga akan berubah jadi perempuan dan itu muka ga akan ada kalo lo ga gambar udah sana mandi biar gue yang coret-coret ni idung muka mata nya

 sentak ku mengkagetkan cakra yang ternyata masih asik depan lukisan nya enatah apa fikir ki saat itu melihat cakra sepereti org gila dengan hobi nya . 
“Ah .. kampreet lo rey ,ngagetin gue aja , ya gue mandi tapi awas u sentuh ni lukisan , “ pinta cakra sambil menarik haduk kecil di selah tiang yang bergantung 
” alah lukisan ga jelas gada wajahnya , lo taro aja bagian wajah tu foto si sinta ” gadis kampus yang beredar isu yang menyukai cakra ” 
” eh sini sini ” ” cakra merangkul ku ke arah lukisanya 
” lo liat ini ya , ini lukisan pertama yang gue ga bs selesain tapi akan gue taro lusa di pameran , tanpa  harga bayar , tapi akan gue lepas ni lukisan wanita tanpa wajah sama orang yang bisa mengambarkan filosofi yang tepat untuk siapa wnita tanpa wajah ini , baru gue lepas dengan senang hati , catet tu … catat ya catet … ” cakra mengakhri perkataanya dengan menarik dan teriak ditelingku untuk menjauhi lukisan yang ku eejek terus terusan 
Satu minggu setelah aku bertmu cakra , tak ku dengar lagi soal lukisan wanita tanpa wajah tersebut , tetapi justru kabar kecelakanya yang ku dengar , tak ada pesan dan isyarat .
Ketika di hari yang sama aku melayat ke rumah alm cakra . Derai air mata seluruh keluarga dan para kawan telah ramai di depan rumah nya , sakit di tingal oleh orang terdekat turut ku rasakan , sama hal seprti aku yang kehilngan papa kala itu ,mengingat sepengal sajak karya sang penyair terkenal dan jenius yang ditulis saat kehilangan sang nenek tercinta … 

  • Bukan kematian benar menusuk kalbu  kerelaan mu menerima segala tiba tak ku tau setinggi itu atas debu dan duka maha tuan berthata _ chairil anwar 

Chairil  tepat pada subyek nya yang merasakan duka atas kehilangan , hebat salut ku pada sajak tersebut mengibarat kan betapa sakit nya dan duka yang menepati thata tuan nya . 

Aku pun seketika memetik sajak di hadapan sang tubuh kaku yang bernama cakra pramesti 

Saaat ku tatap ramainya para pelayat yang datang ku temukan sebujur kaku tubuh lelaki yang  putih pias sudah tak berseri, rambut ikal yang kerap menjadi ciri khas kini tak nampak dengan kain putih ,jari yang lentik dengan kanfas kini berpegang di atas perut yang tak berisi , mata yang dulu kerap memandang tokoh dan alam adalah inspirasi , kini terpejam gelap tak berpandangan , wahai kau sahabat  kawan kerabat dan musuh ku yang haus ilmu , tenang lah dan damai lah di sisi sang pencipta jagat raya , 

juliapanjul_

” bang rey ” sapa yang mengkaget kan ku dari sisi kiri tempat ku manatap alm cakra sang seniman sejati 

” ya , risma ? Ada apa ? ” 
Risma adik alm cakra yang tak terpaut usia hanya satu tahun saja , risma pun teman kami tak pandang aku shabat kaka nya risma seolah kami satu tongrongan saja . 
” gue mau ngomong sebentar rey “ dengan wajah berkaca kaca pipi putih nya kini berubah menjadi merah mereka karna air mata yang tak henti menghujani duka 
Langkah ku ajak ke luar menjahui para kerabat yang mengaji  dekat zenajah , tetapi risma mengayun ku ke arah ruangan favorit cakra dengan kanfasnya . 
” ris ada apa ? “ tanya ku heran 
” rey , ”  risma memeluku dengan erat , aku merangkul tubuh nya yang tak lebih tinggi dari ku, 

” sabar ris , gue juga terpukul dengar kabar nya baru semingu kita sama-sama sabar ris lo bisa anggap gue abang lo , kalau ada apa-apa cerita sama gue ya ngomong sama gue yaa ... sabar riss … “ aku bterus menenangkam risma dapat ku rasakan risma dan cakra adik kakka yang tak terlihat persaudara nya , merka terlalu akrab sampai banyak kawan yang baru mengenal risma sering di anggap kekasi dari cakra  , 

salut dengan ikatan keakraban mereka aku pun merasa nyaman bergaul dengan nya
” rey , mkasih lo udah mau jadi teman abang gue, gue ajak lo kesini ada amanat sebelum kepergian alm ” suara risma lirih
 amanat , apa ris ? ” ku lepasakan tangan ku yang masih memeluk nya 
Risma berjalan ke arah sudut ruangan di ambil nya sebuah bingkai yang terbungkus ketras tebal nan lebar menutupi bingkai besar berwarna  coklat 
” saat kami kerumah sakit , beberapa jam sebelum cakra menghembus kan nafas terakrnya , dia mengamanat kan ini rey sama gue , ” memberikan bingkai yang ku buka isi nya adalah lukisn wanita tanpa wajah , yang di lukis nya bebrpa minggu  lalu , dan ini rey “ dengan menyodor kan selembar kertas yang di tulis tangan dari cakra untuk ku 

isinya

rey , brother gue , gue ga tau mau nulis apa , gue cuma mau sampein ini ke lo, tolong jaga lukisan gue rencana ini yang mau gue taro di pameran, tapi kalo gue suru lo menseleksi orang yang membeli dengan kata filosofi tepat untuk lukisan gue , gue yakin lo ga bisa , tapi gue percaya suatu saat lo akan tau siapa isi dari wajah yang kosong ini, wajah yang penuh misteri ,wajah yang kuat karakter nya wajah yang tajam tatapanya , gue percaya itu rey , gue nulis ini takut gue mati walaupun gue yakin gue akan hidup walau tidak seperti cahiril 1000 tahun lagi mungkin gue hidup 1 jam lagi  ah ngaco gue ni , itu aja rey titip lukisan gue dan tetap jadi teman gue  , thanks broter 


Di tulis oleh ” cakra pramesti 

Rs  .karya hospital bandung 
Back on : 
Mengingat perkataan cakra dalam surat , aku melihat tajam ke arah bingkai yang persis si hadapan ku , ku tatap juga tulisan tangan sang seniman sejati begitu singkat tetapi penuh ketegasan bahwa didalamnya menyebut kan tentang wanita tanpa wajah ,nyaris tahun ke 3 aku tak lagi melihat alm cakra sahabat ku bahkan adiknya yang masih hidup pun entahlah dimana sekarang keberada nya , aku yang setelah itu mengenal barng jahanam sibuk dengan teman baru dan lingkungan yang menjerumuskan langkah ku , 

” ah cakra kau tau , apa yang ku tatap di lukisan mu ini, aku baru menyadari kedalaman mu soal lukisan tanpa wajah yang kau berikan dengan ku, aku melihat nya cak, aku melihat ada sosok yang bebeda beberala bulan ini ku cari, ini kah maksud dari amanat mu cak, kau gila , takdir benar-benar gila tak mungkin semua ini addalah kebetulan ,kematian mu cak membawa kan lukisan pada ku yang akhirnya sama dengan mu mencari siapa gadis ini , kau tau cak, aku metatap ada mata yang tajam , ada raut yang anggun ada suara yg lugas ada sikap yang tegas , ANIMA _ … ,

namanya anima , yaaa nama nya anima cak .  Sayang nya aku tak tau di mana dia . Ahh … amanat mu membuat ku semangkin yakin apa yang ku rasakan cak , anima dimana sebnarnya dan siapa dia .. 
Narasi ku terus bermain di area fikiran dan perasaan , metatap wajah lukisan yang masih kosong tak tertera mungkin kah ini isyarat Tuhan juga bahwa anima .. agrrr … 

Karna dengan keseriusan ku menatap bingkai lukisan peningalan cakra Tak sadar ada yang membuka kan pintu kamar dan memeluku dari belakang 

” jadi ? Siapa di lukisan itu ,aku kah itu ? Hemmm katakan ” suara rara membuyarkan imajinasi ku yang tak karuan 
” sayang , kau buat terkejut , hei gimana selesai masakanya ? “ tanya ku mengalihkan pertanyaan rara soal siapa gadis di lukisan cakra . 
” udah , aku pikir km sedang tidur ternyata kurang lebih sejam kamu hanya menatap lukisan aja . Sayang kamu ga kangen aku ? ” seperti biasa perkataan rara yang manja membuat ku semngkin kebingungan menangapi nya . 
” iya . Aku kangen kamu hayo kita makan “ ajak ku dengan cepat
Di meja makan sudah ada mama dan bang soni yang menunggu 
” dah bangun lo bang ” tanya ku 
” gila cape gue rey , “ saut bang soni 

” duh maaf ya bang soni di repotin terus sama anak mama ” saut mama
” akh dengan senang hati mah , tugas negara lagian kapan lagi ke jakarta “ sambut bang soni dengan senyuman . 
Kami duduk di meja makan menyantap masakan mama yang tak pernah ku lupa aromanya ,
” gimana ? Aku yang masak loh ” saut rara 
” nikamat sayang , makasihh .. ” . Jawab ku singkat 

Aku tau betul rara tak mungkin memasak segini banyak nya ,mungkin memasak air saja bisa hangus ,jangan kan masak ,kedapur saja bisa dihitung jari secara ruma rara semua ada yang kerja ,dari mulai dapur kebun penjaga gerbang , tapi jika kali ini rara rela kedapur dan meng abai kan kuku berwarna nan indah nya itu aku bersyukur paling tidak bersama ku tak akan ku biarkan nanti rara mengunkan aset keluarga nya jika demi kebutuhan rumah tangga kita saja nanti . 
Keberadaan ku di jakarta hanya 3 hari aja aku pun harus segera balik ke rehabilitas solo melanjut kan seperti biasa nya ,tak ingin membuang waktu ku ajak bang soni berjalan keliling jakrta , tempat yang yaa sederhana tetap menjadi ciri khas jakarta tepo dulu seperti musium gajah, monas , kota tua dan belanja seperlu nya sekedar menuruti rara si wanita kota yang super perfeksionis dalam urusan apapun terlebih soal busana . 

Tak lupa rara pun tak melewat kan waktu untuk memerken kan aku pada WO ” wedding orgainazer ” yang akan mengurus segala kesiapan pernikahan kami yang tingal menghitung bulan saja . 

” sayang kenalin ini mba wija ,mba wija ini calon ku rey “ rara berkata memperknal kan ku pada WO yang di percayai nya .
” uhhhh rara pandai ya cari suami , tampan ra calon mu “ canda dari mba wija pada ku untuk mengoda rara 
” iyalah mba , liat rara nya donk ” dengan sedikit membusung kan wajah cantik nya 

Aku dan soni hanya saling mentatap saja , terkadang ingin menaya kan apa yang di sukai dari seorang aku yang hanya mantan pecandu tidak lulus kuliah semester akhr , tidak punya kerjaan , malah ku punya hutang dengan nya . 

Akhh apa ini pernikhan cinta , atau hanya jual diri sebagai tanda trimakasih atas kebaikanya saja . 
Kenpa aku mulai bodoh , apa yang aku lakukan pada rara, ingin sekali mengata kan ” ra aku tak siap dengan smua ” tetapi berat sekali ya Tuhan .. 

Dasar pecandu dulu memanfaat kan rara hanya sekedar uang nya saja demi mendapat kan obat jahanam yang menyerang tubuh ku , kini setelah ku sembuh apa harus ku terima semua kebaika nya dengan alasan cinta , 

sudah sejak lama aku tak berperasaan pada rara , entahlah apa karna sikap tau diri ku yang bukan apa-apa,atau memang rara belum membuat hati dan fikiran ku terlena , dengan kepribaadia nya atau ahfffffrr…. 

di tengah perbincangan pada mba wija aku masih saja menatap wajah rara ingin mengatakan tapi ragu menyerang ingin meneruskan tapi takut penyesalan yang datang , tuhan bantu aku untu soal ibadah hati ku ini . Sungguh Tuhan aku mulai dilema.

Saat membicara kan soal persiapan dan konsep pernikahan , sungguh mengejut kan rara mengambil konsep dengan suasana view yang tak biasa saja,bahakn untuk harga nya tak bisa di katakan standart atau muarah  , gaun , dekor serta sampai sovenir dan bentuk undangan pun rara menyiapkan dengan sedemikian mewah nya

Ketika rara serius dengan mba wija, aku memotong percakapan mereka 

sayang , apa kau yakin ? Konsep yang kau ambil apa ga terlalu berlebihan? ” saran ku mengarah pada rara calon pengantin wanitaku . 

“Sayang kamu terima beres aja , ” jawab rara santai 
tapi “

no coment no comoplain oke ” sambar rara memotong perkataan ku 
Aku bergegas mengajak bang soni untuk segera pergi dari kedai kopi di salah satu mall bergengsi di jakarta , 
loch mau kemana “ tanya rara sontak 
“buat apa aku di sini  aku ga di libatkan ko ,kalo cuma untuk di perkenal kan sama mba wija nanti aja di pelaminan kamu kenalkan aku ke hal layak klo aku suami kamu . “ suara ku menjelaskan ketidak sukaan sikap rara yang selalu berebihan dalam gaya hidup . 

” akh sudah lah terserah km , tapi ingat rey kita jam 4 harus sudah di rumah . Aku mau ketemu sama orang catring ok ” rara bicara seolah aku tak punya daya apapun soal persiapan ini, aku berjalan tanpa pamit pada rara n  mba wija yang hanya bisa senyum menutupi wajah tidak enak nya terhadap ku . 

Bang soni mengikuti dari belakang , dengan wajah yang mungkin heran terhadap ku seolah ingin banyak tanya tetapi bang soni masih engan bicara hanya senyum dan menepak-nepak bahu ku saja dalam lankah kita yang mengayun ke luar dari mall besar kesuka an rara  , 
“Rey , harus nya lo ga usah segitu nya donk , santai aja . ” saran bang soni yang melihat ku udah merup wajah sinis . 
” coba donk rey lo jangan liat dari satu sisi, lo liat  semanggat dia yang luar biasa , ambil poitif aja deh anggap aja dia ga mau repotin lo , toch dia juga tau kalo pun yang urus kan u besok pulang lagi ke solo ya dari pada repotin u bolak balok atau gangu yang u lebih baik dia yang handle kan , come om rey , positif thiniking , “ saran bang soni menyemangati ku lagi . 
” entah lah bang pudar gue,” jawab ku sudah dengan logat kemalas malasan . 
akh laper gue ” seru banh soni ke arah kedai makanan 

Aku pun tak kuasa menahan berisik nya para cacing yanb sudah mengerogoti organ perut satu peresatu , mulai pergi bagian hati bukan karana jatuh cinta tak kuasa melawan waktu yang tak habis-habis nya dari pagi sekedar belaja-blanja saja bernama rara . 
“Bang makan di luar yoo ,” kangn gue mau makan di kunaningan .

Nah gitu donk  tepat gue juga laper  “ langkah bang soni yang sudah ada dua langkah mendahului ku 
ehhh rara gimana , “sontak banh soni berbalik badan 

“Gampang nanti gue tlp ” jawab santai ku seolah yang tak peduli

Kami menuju tempat makanan fovrit ku kala sore di jalan kuningan jakarata yang menjadi tempat favorit ku membeli cemelian isi perut ku . Ku ajak juga menemui teman ku yang punya stan jajanan sore , 

” roky, “ teriak ku ke arah laki-laki bertubuh tambun yang sedang asik melayani para pelangan nya . 

reyyyy, anjrit sembuh juga lo , gimana rey kabar lo ” si tambun roky dengan gaya banyol nya sontak memeluk ku   

kami sahabat satu tongkrongan juga satu kampus dulu , dulu aku dan roky pernah berencana untuk memiliki kedai coffe di jakarta atau caffe kecil.

sekedar menyalurkan hobi kami yang sama kuliner dan musik , di lihat anak kamus yang hobi nongkrong dan banyak teman komunitas yang tak jauh dari hangout nya menyantap kopi cemilan dan tempat yang santai serta life musik jadi kenapa tidak fikir kami yang memiliki tempat sekalian menjajaki dunia bisnis muda di usia kami dulu , sayang nya sebelum rencana kami terlaksana aku telah mengenal barang yang membuat hidupku berantakan selama 2 tahun belakangan kemarin , tapi beruntung nya roky meneruskan niat nya dan kini roky sudah memiliki dua kedai di kawasan kuningan jakarta dan kemang . 

Melihat roky yang ramai pengunjung aku semangkin bersemngat untuk segera pulih dari masa rehabilitas ku, dan terlintas ingin meneruskan niat yang dulu pernah tertunda , 

bang , di naungan kita di perbolehkan ga sich memiliki usaha di luar ,” tanya ku pada bang soni

why not ? Jalanin kalo lagi lagi demi masa depan lo , asal satu lo harus cerdas lo udab melewati masa pemulihan yang ga mudah kalo kluar cuma buat bebas konsumsi lagi ya … saran gue sichh percuma . “ jawab bang soni yang asik menyantap hidangan hasil tangan roky si tambun yang mahir tangan nya mengolah masakan 

oh bukan bang maksud gue , kalo kita ajak anak- anak rehap punya usaha bareng di luar , jadi mereka punya kegiatan yang menghasilkan ,gimana menurut lo ” tanya ku 

” silahakan , tapi tetap ya buat usha di luar izin sudah pasti , modal , dan kita jg ga bs ajak anak yang masa pemulihan nya masih riskan banget minimal yang sudaj kaya lo lah, jelas program nya hampir selesai ,lo kan tau sendiri pecandu ga boleh liat angin , ” penjelasan bang soni ku tangkap jelas dengan kematngan n kesiapan mental harus yang pasti . 

Aku hanya senyum- senyum saja , berbincang dengan roky sabahatku soal kemajuan jatuh bangunya membuat kedai yang sederhana tetapi ramai pengunjung, aku semngakin tertarik untuk memiliki usaha sendiri di kawasan solo , entahlah kink aku merasa nyaman dengan suasana solo ketibang jakarta yang ramai hiburan n padat penduduk membuat ku sesak polisi hanya ke naif an para penikmat jalan yang ada . 

Tak lama ponsel bang soni berdering ,memberitahukan rara telah sampai dirumah serta mama menunggu ku . Kami tak berlama-lama di kedai roky ketika pamit roky memberitahukan ku tentas risma adik alm cakra . 

” eh lo tau risma sekarang dimana ? Terakhir denger kan dia pindah tuh dari jakarta . Dimana dia ky ” tanya ku 

lo sih kelamaan di solo , risma sama kaya lo “ jawaban roky yang mengakatan _ sama kaya lo_ membuat ku ingin tau apa maksud nya 

sama? Maksudnya di solo juga? ” 

make dia , pecandu “ saut roky santai

Serius lo ky , trus dimana dia ? “balas ku dengan terkejut 

sekarang di rehab tapi tau dimana lo tanya dech si rian kan mantan nya dia ” jawab roky dengan memberikan foto di ponsel nya foto terakhir risma dengan tubuh yang dulu berisi tetapi dalam foto ku tanggap risma yang kurus dan mata yang kosong 

Oke gue minta no riyan dech, rian guntur kan ” tanya ku 

“Iya ,” ku catat di sebuah kertas kecil no riyan untuk menanyakan di mana risma berada , 

apa yang menimpa risma membuat ku terkejut dan ingin tau apa yang menimpa dirinya sampai harus kalah dengan zaman di kalangan para penikmat malam bahwa narkoba dan sejenisnya bukan hal yanb tabu lagi . Setelah pamit tak lama dari beberapa jam tiba ku dirumah yanh sudah ada mama dan rara serta teman nya yang mempunyao catring salah satu suruan dari WO mba wija . 

ini ni kamu kalo udah di jakarta asik lupa pulang , “ sapa rara ketua melihat ku pulang yang sudah lewat satu jam dari jam empat sore perjanjian rara pada orang catring . 

Bang soni hanya nyengir tak bersuara , bang soni meminta wkt untuk istirahat lebih dulu karna memang tau urusan catring bukan urusan kerja rehabilitas yang mengawasiku di jakarta selagi pertemuanya dirumah bang soni mencoba memberikan ruang hanya keluarga saja yang berkepentingan bicara tanpa kehadiran bang soni . 

Gue duluan rey ,cape gue , …mah soni duluan ya ra gue duluan ke dalam ,besok pagi dah balik kita .. ” kata bang soni ke arah ku dan yang lain pamit istirahat 

bicaranya kami di ruang depan dalam rumah ku , mama menanyakan apa saja sajian yang akan di hidangkan saat resepsi nanti 

gini bang rey, kita sudah kompromi tadi , dan sudah ada keputasnya bahwa kita akan menyajikan hidangan bebepa khas bali , seperti sate lilit , tempura dan ada pie bali yanh jadi desert nya ada juga bebepa makanan yng lain nya seperti ..” belum selsai mnyebutkan deretan makanan aku memotong nya 

Apa ? Sate lilit khas bali , ko jadi repot banget ya , kenapa harus ada kahas bali sich , kenapa ga standar prasmanan aja sich ” kata ku sedikit gerutu , dan rara melirik mama yang tak menyahut apapun kala itu, 

” sayang , kita pake pondok nanti seperti gajebo kecil yang menyajikan ciri khas tiap daerah , contoh nya pondok A khas bali , pondok B khas sunda karna aku kan orang sunda , dan pondok c khas jakarta karna kamu asli jakarta , terus pondok D , ada dessert (mkann pembuka) dan E appatesert (makanan penutup) kalo untuk apptesert  n dessert nya aku dominan aja, ga perlu ada makanan khas tradisi ,karna itu cuma makanan penutup n pembuka paling kaya ice cream bloe, pie , salat buah , junkfood mungkin , jadi untuk mancrost baru kita ambil di pondok a b dan c . Gimana sayang? ” penjelasan rara membuat ku gila sekedar untuk prasmanan saja sebegitu mewah dan heboh nya 

oke, klo b khas sunda karna kamu orang sunda dan c jakarta karana aku jakarta , lalu A itu apa kenapa harus ada makanan bali? “ tanya ku dengan nada menekan

Please my hubby ,kita akan memakai konsep keistimewahan dari karma kandara bali yang sisi privasi nya memiliki pantai yang hanya di akses oleh tamu hotel dan pengunjung yang membeli tiket masuk ,hal ini membuat acara sakral kita sangat terjaga lalu kenapa aku mau pakai catring berpadur masaka tradisional dan moderen karna tamu undanganya hanya kerabat dan sahabat terdekat aja jadi tepat donk ” penjelasan rara begitu sempurnanya pada ku .
Apa ? Gilaa aku ga tau apa- apa soal konsep yang kamu buat ra , terus kenapa harus di bali kamu ni sadar ga sich apa ga terlalu jauh untuk pengunjung ya ? “Gerutuku terus kesal pada rara dan mama dan orang catring hanya diam aja menatap kekesalan ku 
Aku tu heran ya sama kamu , aku nyiapin semua buat kita ,soal undang aku ga undang banyak ko cuma teman-teman terdekat aku dan kerabat kita aja lagi mayoritas meraka banyak yang di bali ” penjelasan rara semangkin buat ku kesal .

Kamu hanya undang teman-teman terdekat kamu? Lalu gimana dengan teman-teman terdekat aku ? Apa km udah siapakan transport utuk mereka juga ? Apa tranport mereka masuk daftar konsep yang kamu buat ? ” Dengan nada tinggi ku yang mulai terdengar dan membuat mama angkat bicara 

hei ..rey istiqfar rey , sabar ini ujian menjelang pernikhan kalian tahan emosi hayo lah kita bisa bicarakan semua baik-baik kan , lagin masich nunggu 2 bulan lagi kan masih bisa di ubah ” jawab mama menenangkan . 

untuk tempat ga bisa di ubah mah rara udah panjer dan tingal pelunasan aja saat 2bulan yang lalu kita bicarakan rencana menikah di rehap waktu itu pertama kali kita kuncungi rey paska pulang rara sudah persiapkan ini ” jawab rara mulai ikut kesal terdengar dengan ku . 

Hemm .. gila .. baru hanya rencana tapi konsep sudah di bukan 2 bulan yang lalu tampa pengntin pria tau , hebat kau ra luar biasa hebat , kalo begitu kau nikah lah sendiri ” suara ku memuncak dan meningalkan mereka di ruang depan untuk segera masuk ke dalam kamar ku yang sudah ada bang soni di dalam nya . 

Meratapi apa yang terjadi , di sekeliling ki sudah banyak yang berubah ya ku akui perubahnya semangkin membaik ,kesembuhan ku pemulihan ku ,prilaku mama , keterpurukan mama bahakn ekonomi kami pemasukan kedai kami sudah mulai  stabil ,tetapi ada hal yang menganjal seolah terikat dengan suatu janji , dan terjebak dalam kebaikan sesorang yang tak lain wanita cantik yang raya .. rara 

Melihat temat ku roky yang kian maju dengan hasil tangan n jerih payahnya sendiri,  membuat ku ingin jauh lebih bangkit tanpa bergantung hidup dengan atas nama cinta . Ingin sekali membtal kan pernikhan yang belum tersebar undanganya , fikirku jika undangan tersebar baru di batalkan kasian rara dan mama akan menangung malu nya tetapo jika di batalkan sekarang tak mengurangi rasa kasian rara yang sudah mengocek uang sebegiti dasyat nya untuk pernikhan kami , 

semantara aku yang masih dilema dengan pilihan hidup ku sendiri , tetapi jika terus di lanjutkan pernikhanya akan kah rara menghargai ku sebgai suami yang benar-benar membangun hidup dari nol sedang kan untuk persiapan pernikhan kami pun tak ku ketahui ,

Tuhan, harus kah ku berkhiatan atas nikamat -Mu ” jauh di dalam harapan ku , sesungguhnya aku ingin menjadi mandiri dan membuktikan pada mama dan dunia bahwa aku mampu pulih dari obat-obatan yang telah menjerat ku , tetapi entahlah, semua di luar dugaan bahkan semua yang berubah lebih baik juga tak lepas dari uluran tangan lara tanpa ku ketahui . 

Ku tengok bang soni yang lelap tidur , tangan ku tak lepas dari merapihkan barang- barang yang ingin ku bawa dan beberpa buku buku kuliah yang masih berguna untuk menambah pengetahuan ku, selesai ku siapkan semua meski badan lelah fikiran berkecambuk bahkn hati gundah ,semua tak membuat ku lelap tidur, menatap jendela ke arah langit yang gelap tanpa bintang , bulan setengah seoalh bicara keras pada ku 

” wahai anak adam , apa yang kau cari, dimana kenyamanan hati ? Bukan kah perubahan baik telah kau kantongi lalu apa lagi , tidur lah yakinlam diri semua yang terjadi atas izin -Nya ” 

bulan pun tak membuat ku terpejam , ku tengok kembali bang soni yang semangkin lunglai dalam lelah tidurnya , ku tatap sudut ruang , dan lukisan tanpa wajah membuat ku tenang seolah ada sesuatu yang bisa ki percaya di luar yang ku ketahui , kaki mengarah ke hadapan bingkai besar seraya suara terlontar dengan sedikit bergumam 

” wanita tanpa wajah , siapa kau , apa karna mu aku gelisah? Jika yang di katakan bulan adalah atas izin Tuhan , maka kenapa kau datang sekali , apa itu pertanda bahwa kau sekedar bidadari penolong nyawaku atau kau sekesar bayangan ku yang keluar dari raga ketika menolak melakukan hal yang salah , bantu aku mencari kepingan puzel kehidupan , semua nyaris tertata ada satu yang kurang, mungkin kah itu calon istriku atau masa depan yang tertunda . Katakan … ” 

lukisan tak juga berisyarat tapi nyawanya begitu ku serap, seakan ku melihat ada sosok yang  menungu , menunggu ku untuk menjemput wajah yang tak bisa ku lihat dan melepaskan ku dalam jiwa yang sedang dilema . 

_ finis bab 3 … 
rey melanjutkan pernikahanya kah atau justru mencari sosok yang belum ditemukan ? …

COUNTINUED _ lanjut bab 4 ya : PENCARIAN 

jangan lupa like vote,coment and share

oleh : _ JuliaPanjul_ 

happy reading ☺☺☺🙏🙏🙏

addict · Buku · cerbung · cerpen · fiksi · Lelaki · lovestory · novel · perempuan · Sastra/puisi · short story

Novel : Calon Mama         Bab  2 : Get marrid     Karya : Julia Panjul

Seperti sepatu serdadu semua di kagetkan dengan pemandangan mengejutkan tak kala dengan suasana ku yang bodoh malam itu, 

Ada apa sich ”  tanya ku dengan beberapa orang yang melintas di depan jendela kamar ku . 
Aku pun mengikuti mereka , belum sampai tiba di lokasi keramaian bang tino mengapai bahu ku . 
” mau kemana? ” . 
” bang di depan ada apa sich ? “ tanya ku heran 
” Akh biasa .. disini kalo ga rame ga enak udah lo ikut gue ja ” ajak bang tino pada ku 
” Bang , mau kemana sich ” tanya ku terus bingung pada bang tino
ada yang mau ketemu sama lo rey ” kami berjalan arah ruangan yang biasa menyambut para pengunjung menjenguk keluarga yang sedang di rehab di sini 
Ku tangkap dengan mata ku ada seorang wanita muda yang cantik menunggu ku , wanita berpenampilan moderen dan tinggi nyaris menyamai ku kurang lebih 165cm , putih langsing layaknya wanita masa kini pada umumnya yang modis dan berkelas .
” untuk apa ke sini ” tanya ku sinis 
Ternyata dia adalah rara , yang tak lain adalah pacar ku , kami berhubungan kurang lebih sudah sejak lulus SMA bebrpa tahun yang lalu , tak jarang kami betengkar,berpisah dan bersatu lagi rara yang memiliki segudang kekayaan pewaris tungal dari perushan papa nya , 

rara yang dulu ku kenal adalah gadis manja lembut dan pengertian zaman mengubah nya semangkin hari rara mengenal pergaulan dan bisa mengubah diri menjadi wanita cantik belum lagi harta nya mampu juga mengubah dirinya seperti apa yang dia mau , 

meski begitu rara mencintai ku dan tak jarang rara selalu membantu ku dalam masalah candu ku , sering kali rara marah hanya karna aku mngonsumsi barang haram tersebut, tapi karna cinta nya rara tak snggup menolak .
” Oke , lo gue tingal tapi inget … pengawasaan ” bang tino terus mengingatkan ku .

dan sembari jalan bang tino senyum -senyum meledek ku yang sudah 2 bulan bru kali ini aku di kunjungi seorang wanita muda yang cantik ,bahkan mama pun belum pernah mengunjungiku 
sayang , mau berapa lama lagi kita seperti ini , dan kamu liahat lah rey , aku sayang kamu,  perbaiki lah hidup mu rey , kita akan menikah ! ” perkataan rara dengan memegang tangn ku 
menikah ? Kau masih sangup menghadapi ku seorang pecandu ? Sudah lah ra , pulang lah lupakan aku ! ” perkataan ku tak membuat rara luluh meyakinkan ku 
apa ? Meningalkan mu dalam kondisi begini? Jangan gila kamu , berapa tahun sayang kita sudah lewati semua sekarang masa pemulihan mu aku harus meningalkan mu , kalo saja aku bisa sejak kamu mengalami kesakitan dulu rey ,tega kamu rey “ rara berketa dengan mata yang berkaca kaca 
” apa yang kamu harapkan dari ku ra ” tegas ku
” aku mencintai mu , apa itu kurang dari semua sikap ku ,karana apa ? aku terus bersama mu ? Jujur rey ,katakan bahwa kamu sudah tdk mencintai ku lagi katakan rey . Agar aku tau kenpa aku  harus pergi ” rara memaksa ku berbicara tantang perasaan ku 
Rara cukup sabar menghadapiku meski begitu bukan tidak ada yg tidak aku suka dari nya , sikap tempramental nya yang kadang saat marah sering kali melampaui batas , belum lagi sikap perfacttionis nya yg tidak ingin sembarangan dalam hal apapun ,bahkan cemburu yang berlebihan

 tapi itu sebanding dengan kesabaran nya kala menunggu n menjaga bahkan setia terhadap ku . Aku sadar manusia tak ada yang sempurna ada kurang serta ada kelebihnya . 
hayo lah rey, apa lagi katakan apa perasaan mu sekarang sudah bukan milik ku ? ” rara terus menegaskan ku . 
Aku melihat sorang gadis yang begitu mencintai ku dalam keadaan apapun , sungguh tak bisa di bohongi rasa iba dan bersalah pun aku rasakan ingin sekali membalas kebaikan rara , melepasnya untuk bisa bersama org yang jauh lebih layak kehidupanya dari pada dengan ku .

 
” sayang , ” aku memeluk rara dengan erat

 
maafkan aku , aku bukan tidak mencintai mu , atau ada org lain bukan , bukan seperti itu , percaya lah ra kau gadis baik2, kau berpendidikan , kau cantik kau berhak bahgia di luar .” Mata ku berbinar mengiringi suara yang dengan memeluk rara terlihat sudah mulai banjir air mata , 

” kamu ingin aku bahagia ? Iya , katakn rey ? ” rara merengek dengan manja nya 

Aku hanya mengakuk kan kepala saja 
” kamu kebahagiaan aku , kamu rey kamu . 
Rara memeluk erat tubuh ku dengan begitu hangat nya 
” sayang maafkan aku , sunguh ra aku tak bisa bebuat apapun “ kata ku dengan lembut 
” kamu masih mencintai aku ? ” tanya rara dengan memandang mata ku 
Seperti suasana yang di himpit bebetauan tajam ingin keluar tapi tak kuasa melihat tangisan dan sakitnya luka gadis ku yang mempunyai cinta untuk ku , 
” ya , aku masih mencintai kamu ” jawab ku lirih 
” nikahi aku . ” tegas rara tanpa basa basi 
” kau yakin ? ” tanya ku tajam 
” ya . Sangat yakin 
” akan aku  bicarakan pada mama , sabar sayang aku baru dua bulan disni , kadang rasa candu ku masih datang , walau tak separah dulu, tapi jujur aku benar-benar ingin sembuh percayalah . ” penjelasan ku pada rara membuat nya senyum bahgia dan terus memeluku 
Tak lama aku mendengar suara ketuk kan kaki , mengarah keruangan tamu , dilepaskan pelukan rara terhadap ku , ternyata itu bang tino . 
” wihhhh … ada drama ni kayanya ” suara bang tino meledeku melihat rara yang dengan senyum mengapus air mata . 
” ahh rese lo bang , eh gimana itu di luar ada apa sich . “ tanya ku yang masih ingin tau soal kejadian yang ramai kan orang menuju gerbang . 
” biasa , hemm gue boleh duduk ga disini ? “ tanya bang tino 
” eh dengan senang hati bang , oh iya kenalin bang ini rara ” 



” udah kenal berpa jam yang lalu , cewe lo kan . Sebelum kesini juga rara dh hubungin gue lewat mama lo rey , “ jelas bang tino 
Aku menatap rara dengan senyum 
” hemm , jadi kamu mau buat kejutan ? Nakal .. ” perkataan ku ke rara yang terus merangkul tanganku dengan manja 
ya tadi lo kenal dia sebgai cewe gue kan , sekar kenalan lagi sebagai calon istri “ canda ku pada bang tino 
” wahhh .kerennnn … gitu donk … nikah ,nikah , nikah ,hahaha okeh selamat rey , gue dukung asal itu buat kabaikn dan masa depan lo “ bang tino menjabat tangan ku dengan senyum yang mekar 
Kami bertga berbicara tak hanya sekedar perkenaan saja , bang tino pun menjelaskan ke rara soal kegiatan dan perkembangan ku dalam rehabilitas , kemajuan yang terus menuai hasil yang baik semngkin jelas untuk langkah ku . 
Tak lama kurang dari 1 jam kami berbicara dengan suasana kekeluargaan 

tiba-tiba suara ponsel bang tino berdering 
hallo , asalamualikum , ya ibu sudah samapi dimana bu ? Ohh oke bu nanti biar salah satu staf kami yang jemout ibu di perepatan jalan , oke trmksh bu hati-hati di jalan bu aslamualikum ” singkat suara bang tino seolah akan menjamu tamu yang berkunjung lagi
” ada kunjungan bang ? “ tanyanku 
iya orang tua klien , biasa eh tar juga ada tamu lagi buat lo rey , gue tingal dulu rey mau nyari si soni suru jemput tamu ” bang tino tak menjelsakan banyak 
Melihat rara yang antusias menjelaskan konsep pernikhan dengan cepat nya aku hanya tersenyum senyum saja , berfikir apa kah aku benar-benar mencintai nya atau sekedar mengagumi kebaikanya selama ini aja ? Fikiran dan hati terus melawan tapi melihat rara yang penuh bahgia aku tak kuasa berbicara untuk menunda pernikhan yang baru saja di rencanakan . 
Tak lama bang tino kembali dengan mengejutkan membawa seorang wanita setengah baya ke ruangn tamu , 
masuk ,bu rey sudah menunggu ini “ ajak bang tino kearah wanita yang tak lain adalah mama ku sendiri 
” mama ” sapa ku terkejut 
” yallah ,rey .. kau sehat nak ” mama memeluku dangan air mata 
” rey , maafkan mama nak, mama mendengar apa penyebab semua yang menimpa mu dari bang tino “ mama bersuara dengan air mata dan bang tino segera memotong percakapan mama 
usss .. ibu maaf kita bicaraan masa depan rey aja ya bu, yang sudah kita ingin lupakan biar jadi pelajaran kita semua , sy hanya membantu rey dan teman-teman yang masih punya harapan hidip lebih baik lagi “ saut bang tino dengan rendah hati 
” maaf bang tino , mama terlalu terharu , bang tino pangil mama aja , bang tino udah jaga rey disini anggap mama sperti mama bang tino ya . ” mama mengucapkan rasa trimaksihnya terhadap bang tino . 

Dan bang tino hanya senyum saja . 
Yang lebih mengejutkan ku mama datang dalam wujud yang berbeda , mama yang ku kenal berpenampilan sangat kekinian kini berubah menjadi ibu rumahan dengan krudung yang membalut angun tubuh n wajah nya , bersyukur allah telah membuka kan hati mama untuk meningalkan semua kebiasaan nya yang tak aku suka , 
” mah , mama cantik sekali “ kata ku menatap mama yang masih banjir air mata 
” alhmdulillah sayang, mama terpukul melihat mu, mama telah kehilngn lelaki terbaik dalam dunia , papa mu kini mama tak ingin kehilangn mu, maafkan mama nak beberapa tahun belakangan mama hanya memikirkan diri mama aja , maaf kan mama rey “ dengan memeluk ku mama terus mngucap maaf nya 
Aku tak bisa membendung air mata , tak habis pikir apa yang ALLAH BERI begitu indah walah harus melalui banyak ujianan yang tak mudah , aku menerimah hasil dari  musibah  ku berkah dari ujian ku , 
” rey , kedai kita di buka lagi nak , “ mama menjelaskan pada ku 
” serius mah ? Ko bisa ? “ tanya ku heran 

” sayang , rara yang membantu hutang kita tapi km jgn kuatir mama membayar nya tiap bulan,mama tau km tak akan setuju jika mama melibatkan rara , tapi rey semua berjalan baik , percaya lah nak mama ganti tiap bulan nya dari hasil kedai kita . Mama juga sedang mengikuti bebepa penjualan multilevel tujan mama sekedar menambah teman baru dengan wawasan baru dan mama bisa buat acara di kedai sebagai salah satu omset kita . 

Hanya itu rey mama tak ingin kan apapun selain kesembuhan kamu dan keterangan hidup kita . ” 



Sesak semangin ku rasa , walau bahagia melihat mama tapi seolah semangkin terikat dengan kebaikan rara , aku benar- bebanr semangkin tak tau apa kah ku mampu menolak rencana yang baru saja aku setujui walau masih berat hati .
” mah , harus nya mama ga perlu lagi mikirin bayar sama rara, kedai itu kan nanti jadi kedai rara juga , mama ga mau rara jadi anak mama ?” saut rara seolah menjelasan soal rencana pernikan pada mama
” kau tau kan ra rey gimana , mana mau dia bergntung bgtu aja meski kamu ini pacarnya , mama trimksh nak sm kamu ” tegas mama pada rara 
” calon mantu mah , hehe kita berncana menikah mah , ” jawab rara dengan bahgianya , 
Aku melihat kedua wanita yang bahgia atas kesembuhan ku kedua wanita yang berjasa dalam hidup ku, kedua wanita yang sabar selalu setia dengan ku dalam keadaan apapun . Aku benar-benar tak bisa mnyikapi ini untuk diriku sendiri hanya dedikasi mereka yang membuat ku ingin membahagia kan saja . 

Entah soal hatiku tak peduli lagi hanya untuk kebhagian mereka dan rasa berterima kasih yang besar saja . 
” apa ? Kau yakin nak? Kau ingin menikah , rey apa mama tak salah dengar? Benar rey? “Mama menatapku penuh harap yang bahgia
Bang tino yang melihatku hanya senyum senyum saja dengan secangkir kopi nya . 
” insyallah mah, doakan yang terbik untuk kami berdua “ aku menyahut setengah ragu .
” alhmdulillah , kapan rey , mama ingin kau segera mnikah . “



” gimana bang ? “ tanya ku pada bang tino 
” loch ko gue , kan bukan gue pengantin cowo nya ahahaha ” bang tino meledek ku dengan tawa . 
” rese lo bang , maksud gue gimna apa bisa gue niah dalam wkt dekeet begini sementara program pemulihan gue mash belum selesai “ tanya ku 
” begini rey , sebenarnya emang masih ada beberapa tahap untuk lo lewatin di sini , untuk mencapai stts pemulihan lo , tapi gimana ini pilihn lo keputusan baik buat masa depan lo , jalanin , kapan lo siap nya kasih tau kita biar kita juga disini bisa kompromi sama staf atasan , dan kalo bisa saran gue setelah menikah pun lo msh nyelsain dulu smpai tuntas pemulihn lo . Urusn kapan lo nikah , itu balik lagi kesiapan lo rey bukan kita , gue dukung rey , ” penjelasan bang tino tidak memberatankan rencana yang begtu singkat ini . 
lo ga perlu kuatir bang, selesai nya tahap gue disini pun gue masih mau disini kalo di izinkan , yaaa paling ga gue disini jadi “



” jadi kaya gue punya bini dua gitu?  Ahhahaha “ sambar bang tino dngan becanda nya 
” wah gila lo bang , ahhahah ” 



” lo sih.. keceplosan kan gue akhhh rey rey … good luck rey . Kita dukung lo ko jgn kuatir disini biar gue yang urus tinggal kapan kesiapan lo aja . ” 


Gila nya keceplosan bang rey mengejutkan ku, dan aku baru mengetahui kalo bang rey memeliki istri dua . Sungguh gila bang tino . 
Lepas dari maslah kapan ku menikah ,kami membicarakan apa yang kulakukan dan perkembang seperti yang sudah di samapai kan bang tino pada rara dan disampaikn lagi pada mama dengan jelas nya, 
Hari berganti kemajuan ku terus pesat , rara tak banyak menuntut soal bebawaan ,lamaran dan mas kawin karna memang rara adalah anak org berada , dan keluargnya pun mengenal baik dengan kelarga ku . 

Rencana pernikahan akhrnya di putuskan juga untuk dipercepat . Aku sudah nyaris 4 bulan dalam rehabilitasi semua kondisi dan program yang berjalan selalu bisa ku lewati dengan baik,

Tapi anehnya selama itu aku tak menemukan gadis berkerudung biru dalam atap lantai 3 yang menjadi fikiran ku selama ini  , anima apa kah kau hanya kahayalan ku saja  atau akhhhh … 

aku tak bisa mengambarkan apapun, ingin sekali menceritakan dan berterima kasih pada anima atas penjelasanya mengenai hidup , jika saat itu tak ada anima entahlah mungkin bukan rencana pernikhan yang ada tetapi rencana pemakaman ku saja yang nyata . 
Anima , sesunguhnya siapa kau wahai gadis berhati baja ,bermata kan cahaya  dan bersuara lembut serta lugas nya

siapa kau anima ! Dimana kau anima ? Tuhan tidak kah sebelum pernikhan ku, i pertemukan kami dulu ? Sekali saja . Harap ku terus mencari , enggan bertanya pada seluruh penghuni rehabilitasi aku terus menelan pencarian ku sendiri ,anima diamana kau .. 
Ya tuhan , fikiaran ku terus tertuju pada anima . Ada apa ini ? 
Hemm … entahlah , hanya saja aku berharap agar anima selalu bahgia dan dalam perlindungan dimana pun dia berada . Anima jaga dirimu … ‘ narasiku terus berdoa yang terbaik untuk nya . 

Anima si gadis misterius yang mnyelamatkan nyawa ku malam itu . 
Akankah rey mencari anima sebelum pernikahanya , ? Yeahhh … COUNTINUED ..masih di bab 2 .. ditunggu ya gais .. mskh vote n comenya di forum 

Oleh : JuliaPanjul ✏

Next on ⤵


Empat bulan bukan waktu yang cukup lama mempersiap kan pernikhan ku, tak selang beberpa waktu yang menganggu hati ku,rara kembali mengunjungi dengan seluruh perencanaanya 

Dalam kondisi yang semngkin membaik, aku sudah mendapat kan jatah izin kluar rahabilitasi walau tetal harus ada yang mensampingi . 
Bang soni adalah patner kerja bang tino yang selalu mendampingi ku kala aku melaksana kan jatah pulang ku , hari ini aku pulang kerumah untuk yang pertama kali nya lagi , melihat kondisi rumah yang sekarang tak sepi mama sudah mulai bangkit dengan kedai nya , sampai nya di rumah, ku tangkap pemandangan yang mengharu kan , aku melihat mama dan rara sedang memasak serta melempar cerita dengan akrap nya , nyaris tak terlihat seperti calon mantu n mertua bahkan  seperti anak kandung saja . 
mah , aku istrht di kamar ya, bang soni dan juga butuh istraht perjalanan solo jakarta cukup melelahkan ,bangunkan kami kalo masaka nya sudah siap kami lapar ,” 

pinta ku pada mama yang sedang sibuk memasak masakan kesukaan ku , 

ayam goreng serundeng sambal petai dan tumis pokcoy resep andalan mama yang jadi juara di lidah. Rindu sekali masakan mama yang menjadikan ku anak laki laki yang manja sepserti waktu dulu . 
Sebuah kehangatan yang aku mau selma ini ternyata kini ku rasakan kembali dalam rumah , tak ku pungkiri mungkin ni pun ada andil dari sikap baik rara yang menolong mama dan sabar setia terhadap ku . Bang soni lelap tidur dirung depan tak kuas membangunkan sekedar untuk pindah kekamar , 
“ah  sudah lah tak ku bangunkan bang soni , lelap sekali ku lihat , biar lah aku pun rindu kamar favotit ku yang lampau ini ” gerutu ku dalam hati . 
Saat masuk ke dalam kamar ukuran persegi berdinding putih terpasang 2 buah lampu putih dan biru langkit tepat di sisi kaca yang kadang kalo waktu tidur hanya warna biru yang menyalah , gelap remang suasana kamar yang melelpa kan ku dari lelah nya kesharian dulu , 

ku tutup pintu dari dalam ingin menikmati suasana kamar sendirian, ku liat satu persatu tiap sudut tak ada yg berubah hanya semngkin rapih saja mama menyiapkan n memeprsikan ini untuk menyambut ku , ‘ mah trimaksih ‘ gumam ku 

Saat ku langkah kan kaki ku lihat di selah kaca ada sebuah lukisan wanita tanpa wajah ,tertulis jelas nama pelukisnya, seniman muda yang kaya insiprasi lewat kanfas tua nya . 

COUNTINUED ..yeah selsai bab 2 , lanjut yu gais ke bab -3 , gimana sich persiapan rey saat di jakarta pengenai pernikhanya ? 

mskh vote n comenya di forum 

Oleh : JuliaPanjul ✏

NEXT ON BAB = 3 DILEMA 

addict · cerbung · cerpen · fiksi · Lelaki · lovestory · novel · Pejuang Dunia · perempuan · Sastra/puisi · short story

Novel ; Calon mama       Bab 1 : Anima                   Karya : Julia Panjul

Narkoba menjadi teman terbaiku sejak 2 tahun silam , kepergian papa membuat ku terpukul ,melihat mama yang sering kali membawa teman lelaki bergantian, entah lah apa mama menjadi wanita malam , atau sekedar pelampiyasan rasa sepi nya saja  aku engan bertanya .
perkenalan ku dengan seorang gaids begitu singkat bernama Anima wijaya yaang menemui ku di atap lantai 3 dengan kebodohan ku di rehabilitas naungan para pecandu yang melawan asa nya ingin sembuh ,  mama menaruh ku beberapa bulan yang lalu ,tak sering menemukan hal yang menguncang kan hati hanya dengan racun dunia yang menenangkan ku ,obat mematikan membuat ku menjadi pecandu sejati kala itu, hingga suatu bencana tiba,

polisi mendatangi kediaman perkumpul an anak-anak geng motor, di dapatkan bebrpa barang bukti termaksuk aku yang sedang mengkonsumsi barang jahanam itu . 

Polisi mencebloskan ku dengan barang bukti , tapi mama tak kuasa melihat anak nya mendekam di penjara , sampai mama meminta bantuan teman nya yang kebetulan kenal dengan rehabilitas narkoba . 
Awal masuk nya di panti sosial tersebut membuat ku gerah terlalu banyak aturan dan sempit melangkah, sering kali aku hendak kabur , tapi apa daya , selalu tertangkap mata  hinga akhirnya suatu malam aku merncanakan soal ancaman untuk membunuh diriku sendiri . 
Bukan hanya rindu mama aku rindu angin luar dengan kebebasan malam , sampai nya di atas lantai 3 aku berteriak kencang sejadi -jadi nya . 
Keluarkan keluarin gueeee ….. 
Suara ku teriak histeris membangun kan para addict yang lain nya , nyaris seluruh staf dan conselor yang berada dalam asrama  turut melihat apa yang terjadi di luar, di dapatkan nya pemandangan tak enak mata , aku sudah berdiri di sisi gedung dengan tali yang ku persiapkan denagan sembunyi-sembunyi 

“Tuuurunnn .. reyy turun reyyy … jangan gila turunnn kita bisa bicarakan ini , rey tolong turun … ” suara conselor yang membing ku teiak dengan toak agar aku mendengar dr kejauhan . 

“Gaaaaaaaaa …. bebasin gue …. ”
teriak ku menjadi-jadi 
Tak lama ada seorang gadis berkerudung biru tepat di belakang ku ,yang sudah bersiap-siap untuk mengantung kan kepala dari lantai 3 . 
Turun lah ,hayo lakukan , kau ini siapa ? Heboh malam- malam hanya mau bunuh diri aja ? Hemm lucu .. hei rey , nama mu rey kan , usia mu berapa ? 17, 12 atau 5 tahun , ”    suara permpuan berkerudung cukup tenang dan sedikit tegas ke arah ku 

 ” Kenpa ? Kau mau bunuh diri kan ? Rey kami disini susah payah membantu kalian para addict untuk pulih dari masa candu nya , kami tak meminta banyak rey , bahkan uang pun tidak , apa masalah mu rey? Perceraian org tua? Kekuarang dana?putus sekolah , ditingal kawin? Putus cinta apa ? Hei rey kalo kau ingin bebas , dewasa lah bicara pada kami kalau kau tidak nyamam disini , atau kalau kau mau bunuh diri jangan membangun kan org,mengangu jam istirahan yang lain nya cukup mensuk perut mu atau memotong nadi mu saja dalam kamar mandi ,tapi sebelum itu kau buat dulu video permohonan maaf untuk org tua mu dan para pekerja yang rela siang dan malam membantu , paling tidak kau tidak menyisahkan buruk sangka puluhan orang kanpa kau bunuh diri ,bicara tidak menyusahkan org kematian mu pasti menyusah kan kami , darah mu yang bercecer an, mayat busuk mu mati sia-sia dan tidak hormat , belum lagi kami harus menuai pertanyaan dari orang tua dan para wartawan , kau tau rey , bunuh diri perkara mudah , lakukan lah tapi dengar ini baik-baik , 

“hidup itu kesempatan rey jika kau buang bgitu saja hanya demi sebuh kematian percaya lah rey kematian mu tidak membebaskan mu dari maslah , bahkan di dalam kubur pun kau masih menangung maslah dan perbuatan mu di dunia , bukan hanya itu rey kalau kau loncat dari gedung ini apa kau pikir akan langsung mati , hemm tidak rey ini hanya 3 lantai ketingian nya tak seberpa terjal , 

“jika tuhan mau, atas perbuatan mu kau akan di hukum dan di permalukan seumur hidup mu dengan tetap hidup tapi tanpa daya , cacat fisik , lumpuh, luka robek  atau yang lain nya, apa kau mampu menangung itu? Katakan rey jika ya akan aku bantu cara bunuh diri mu dengan sempurna, sini mari ku bantu ” suara gadis berkerudung biru tak henti bercakap pada rey yang tiba-tiba diam saja ”

Langkah satu persatu di pijak sang gadis ,menuju rey yang mulai tenang , tanpa teriak kan bebas pada banyak orang 

“Kenapa rey, kau bingung ? “

Tiba-tiba gadis itu membuka jaket tebal nya ke arah rey seolah menunjukan lekuk tubuh nya yanh hanya berpakaian celana tidur dan kaos street saja . 

Liat aku rey , dunia memang kejam kalo pun ada yang harus bunuh diri , itu adalah aku . Lihat aku rey , aku tidak sendiri di hadapan mu, aku bersama janin ku , calon anak ku, kau terkejut rey , aku bukan orang kaya dan berpendidikan seperti yang kalian lihat , aku hanya gadis penjual koran bebepa tahun yang lalu , demi mencukupi keluarga ku , ayah ku meningal sejak kecil, ibu struk dan adik ku bisu kami hidup di kalangan kumuh kota solo , 

hidup keras rey , sampai suatu ketika aku berjumpa lelaki yang bernama bayu , meminta tolong untuk membrikan sebuah bingkisan pada teman nya . Dulu aku bodoh , tak pernah bertanya apa isi bingkisan itu sampai akhir nya polisi meringkus ku sebgai pengedar , ternyata isi bingkisan itu adalah putau ,ganja, sabu , suntikan narkoba dan barang jahanam lain nya sejak dapat kerjaan dari bayu aku sudah tdk menjual koran hidup kami lumayan tercukupi sekedar untuk makan , 

saat itu usia ku 15 tahun , dan saat aku di penjara tak ada yang tau bahkan keluarga ku pun tidak sampai aku bertemu dengan seorang teman dalam sel yang mendengar cerita ku, dia yang memperkenalkan pengacaranya secara gratis untuk membela ku dengan semua bukti akhrnya bayu dapat di cari tidak cepat rey aku mendekam dalam penjara sudah 1 tahun ,meski keadilan tak ku dapat dari hukum , tuhan tidak tidur ketika bayu di ringkus bayu mengatakan yang sebenar nya aku hanya cuci  tangan nya aja , 

aku bebas rey tapi saat ku pulang kau tau aku mendpatkan kabar dari warga bahwa ibu ku meningal dunia terjatuh saat hendak bejalan n sakit yang tak henti memikirkan ku , hanya adik ku yang ada dalam gubuk kau tau saat itu hati ku ,batin ku ? Sakit rey perih kenapa tidak aku saja yang mati , ingin bertanya pada lusi adik ku pun tak bisa menjawab karna adik ku bisu , tidak sampai di situ rey ,

Tak lama saat air mata anima menetes terdengar suara sari bawah yang berteriak 

“Rey …. turunnn .. hayo lah rey … “

“Berhenti lah mengakhir hidup mu rey , masih banyak yang belum kau lakukan , setidak nya menyenangkan ibu mu sebgai anak laki2 yang bisa bertangunh jwb mengantikam alm .papa mu . ” suara anima lirih dan mengayunkan tangan ke arah rey 
Aku tak bisa menolak bahkan hati ku seakam sesak . Mendengar penderitaan anima , dan bayi dalam perutnya ,apa kah dia telah bersuami ? Atau .. ahh aku masih mengira- ngira saja . 

CONTINUED_ masih bab 1 di tunggu ya .

oleh : JuliaPanjul

next ⤵

Saat anima melangkah semngkin dekat tangan nya meraih tangan ku , dan tak dapat ku percaya anima meletakan tangan ku ke atas perut nya , 
” kau tau rey, masih banyak yang menginginkan kehidupan , seperti calon bayi ku , tapi bagaimana bisa rey saat terlahir nanti dia tak mendengar azan pertama dari ayah kandung nya , atau bagai mana bisa dia terlahir hanya dengan orang tua tungal ,jangan kan mengenal melihat saja bayi ku sudah tidak bisa lagi bertamu ayah kandungnya , kau jauh lebih beruntung dari bayi ku rey ,

berhenti lah untuk melakukan hal bodoh , kali ini gunakan hati mu jangan hanya fikiran mu , atau sebaliknya ,
_jpquote

maaf rey aku lepaskan tangan mu sekarang keputusan ada di tangan mu , pesan ku satu rey kalo saja kau benar mati malam ini sampai kan salam ku pada tuhan katakan , ujian nya tak membuat ku rapuh

semua yang terjadi di dengan ku adalah proses pendewasaan diri
_jpquote

yang akan aku jalanin dengan atau tanpa  

kepercayaan dari banyak manusia . Katakan rey pada tuhan aku bertahan . Selemat tingal rey semoga bukan neraka yang kau datangi pasca kematian mu ,semoga surga yang kau lihat agar kau bisa menyampaikan pesan ku . 

Selamat malam rey , sampai ketemu di waktu yang berbeda . Catata nama ku anima ,anima wijaya . 

Tak lama gadis berkerudung biru melepaskan tangan ku dari perut nya yang memang mulai membesar jika di perhatikan seksama , sekita 2 -3 bulan usia kandungan nya . Ah entahlah berapa bulan kandungan nya yang jelas sosok wanita berhati baja dan tatapan dewa yang ku lihat , dari mana seorang gadis yang bernama anima , para staf di bawah masih melihat ku dari kejauhan tak ada yang berani bergerak atau melangkah karna takut aku benar-benar nekat melakukan bunuh diri , 
Seperti di tampar dunia  , malam yang menjadi pengalaman ku bicara dari hati ke hati itu membuat ku takut akan mati , malu pada tuhan ku sendiri atas apa yang ku lakukan dosa n arif yang telah ku perbuat sudah melukai banyak orang terlebih mama dan keluaarga besar ku . 
Bahakn aku malu pada staf dan pembimbing yang telah mendorong ku untuk sembuh dari masa candu yang membuat ku nyaris mati tertelan obat serabut berwarna putih . 
Anima , siapa kau , ingin bertanya tapi saat itu mulut ki keluh bahkan tubuh ku kaku . Anima .. aku .. ahhhh 
Ku urungkan niat di atap lantai 3 . Sayangnya saat turun tak ku temukan dimana anima , banyak pertanyaan dan sorak memalukan dari para manusia yang melihat kebodohan ku bebepa jam yang lalu , tak ku hiraukan angin kencang tepat pukup 03:00 membuat ku tak tahan ingin bertamu anima 
“Ikut gue ” ajak salah satu pembimbing di rahabilitasi ke suatu ruangan konseling yang akan mengintrogasi atas perbuatan ku . 

Lo baik-baik aja ? ei .. rey gue tanya lo baik-baik aja kan . 

Kalo lo marah,marah dech, atau kalo lo mau tampar gue silahkan cuma satu pesen gue , bantu gue , gue mau sembuh gue mau sehat lagi . “Jawab ki tegas ke arah bang tino yang cukup akrab dengan ku .
Mendengar kata ku yang ingin sembuh total dari candu ku, bang tino sentak merangkul dan menepuk-nepuk bahu ku . 
Ini bari brother gue , sekarang lo tidur besok kita planing lagi apa yang harus lo jalanin lebih extra disini . Lo setuju ? ” 
Gue mau tahajud bang , “sahut ku
Idihhh seremmm , keren ,keren suka gue ni , eh tapi lo dah tidur belum ? ” tanya bang tino denagm senyum nya 
Gue bari bangun bang , 
Oke lah kalo begitu , gue temnin tapi gue depan masjid biasa jaga malam ,” 
Gue ga tau harus ngomong apa  , seharus nya ga perlu lo temenin gue tapi gue cukup ngerti atas tindakan bodoh gue buat lo orang pada ga percaya , siap bang gue thanks banget lo mau bantu gue . ” tegas ku pada bang tino 
Santai , gue teman lo disini kita sama-sama belajar . Key … 
Saat jalan ke arah masjid rehabilitasi di sudut gedung , mata ku tak henti berkeliling mencari gadis yang bernama anima . 
Lo cari apa rey , mata lo kaya cari sela , lo mau shalat kan ? ” suara bang tino saat melihat ku kebingungan mencari sesuatu yang tak ku dapatkan . 
Lo masih cari cela rey ? “Tanya bang tino 
Cela apa bang , ga , heeemm gue cuma cari anima  , 

Anima ? Akh becana lo , putau jenis apa tu hahaha ” bang tino meledek ku dengan sinis 

Jangan kuatir bang , gue bener-beneer mau sembuh , 

Ya .. biar lo bebas terus lo keluar dan lo jatoh lagi make lagi gitu , rey rey … sia-sia rey kalo lo skr berusah mau sembuh atau cuma mau klabuin gue , yang lain bisa tapi gue ga ,cuma pelarian lo bisa keluar dari sini , ” sinis bang tino melirik ke arah ku

Hemm … ga bang kalo pun gue sembuh bener-beneer sembuh kalo di iznkan gue masih mau disini . Seengga nya gue mau kaya lo jadi motifator anak- anak addict yang lain nya . 

Motifator ? Sejak kapan rehabilitas ada motifator sucsess ,  Ahhahha rey ga salah lo , gue motifator ada yang berhasil atas motofasi yang gue kasih ? Hemm yang ada klien gue kabur , terus lo .. malah mau bunuh diri , gue disini bukan motifator rey gue cuma orang yang udah tobat sama tu barang jahanam , gue belajar rey sama kaya lo semua masih proses pemulihan , kita semua belajar . Bukan cuma sekedar lepas dari masah addict tapi bagaiamana cara nya menghargai hidup lebih berharaga n baik lagi ,ya mungkin contoh kecil nya aja dech tidak membesarkan masalah dan ujian karna masih banyak yang lebih parah masalah hidup dan mati nya dari pada gue atau kita orang . ” penjelaskan bang tino persis sama dengan apa yang di sampaikan anima . 

Rey asal lo tau , motifator ,conselor atau apapun namanya ga akan mempan kalo ini lo sama ini lo ” sambil menunjuk kearah dada yang bermaksud hati , dan menunjuk kepala yang bermakud fikiran 

,ga sesuai , lo tau motifator atau apa lah namanya yng paling sempurna siapa?”  Tanya bang tino pada ku 

siapa bang ” jawab ku singkat

” Diri lo sendiri, gada orang lain bahkan

orang tua dan guru besar lo pun ga akan bisa mengubah lo dengan kata- kata bijak atau program-program terbaik sekalipun , semua sekedar formalitas kata berpendidikan , selebih nya cuma lo yang bisa menentukan kemauan 

_jpquote

jalan hidup lo baik buruk nya cuma lo yang bisa kondisiin itu , positif negatif nya tetap cuma lo yang tentuin , satu saran gue mungkin kata-kata motifasi buat diri gue sendiri , liat umur sama zaman lo semua terus maju , kalo lo ga berubah sekarang kapan lagi ? Kalo bukan lo yang rubah siapa lagi? Kendaliin dunia lo jangan lo yang di kendaliin dunia .  Simple _ “jelas bang tino begitu lugasnya 

“Itu yang gue cari bang , gue mau mengahrai hidup dan belajar dari masalah orang yang lebih dari gue , banyak nya motifasi bijak sering gue denger tapi gue tutup kuping bahkan gue tutup hati gue , sampai akhrnya tolol , menganggap perosalan adalah hal terberat dalam hidup gue tanpa gue mau tau kendala sekitar ,  sampai akhirnya gue di tampar tuhan lewat anima . ” jelas ku pada bang tino . 

” Anima anima , tu masjid depan lo , wudu dech lo . Gue tunggu di sini . Inget rey . Gue percaya sama lo . “

“Siap bang , thanks bang . “

Bang tino setia menunggu ku depan masjid , saat memasuki masjid aku papasan dengan seorang gadis yang ku cari .


” 

Hei .. anima .. anima tunggu animaaa ” teriak ku ke arah anima 

Sudahh lah rey , lanjut kan niat mu . Kau ingin sholat bukan ? ” tanpa berbalik badan anima bersuara dengan lembut 

Sholat lah jangan hanya karna melihat ku kau urungkan niat baik mu , sama seperti hidup mu ,

jangan karna ujian kecil kau hentikan masa depan mu .
_jpquote

Aslamualikum rey . ” anima segera berjalan laju dalam koridor panjang sebuah ruangan . 

Lagi lagi dan lagi … anima selalu membuat kata-kata yang mengiris hati ku , kaki yang ingin mengejarnya terhenti karna perkatan brilian nya . Aku melihat dari depan tiang masjid ,anima dengan angun nya berjalan menuju koridor pintu .
Cukup lama kurang lebih nyaris 2 jam aku dalaam masjid habis sohlat tak ku ranjakan kaki ku, aku terus bersila menatap mimpar masjid dan merenungkan keslahan serta dosa ku , tapi aneh .. dalam renungan ku wajah anima terus menghantui bagai malaikat surga yang ingin para adam dekati.  

Tak lama , ada seorang yang datang untuk me nyiarkan komat serta azan seruan pangilan tuhan kala subuh . 
Ku tengok ke luar bang tino masih setia mununggu , ku ajak nya untuk shalat subuh berjamaah . 

“Bang , hayo lah kita subuh bejamaah , ” ajak ku pada bang tino
Lo yakin bisa gue tingal, ” saut bang tino 
Aku hanya senyum ke arah nya , yaa..bisa ku mengerti , bang tino cukup kuatir atas kepercayaan nya pada ku , tak mungkin bang tino bisa benar-benar percaya begitu saja . Setalah percobaan kabur dan bunuh diri kerap ku lakukan dalam rehabilitasi di sini .

“Gue ga mau lo tingal gue mau lo jamah disini bareng gue jagain gue “ ajak ku santai pada bang tino 
Tar dulu gue musti bagunin yang lain ,anak – anak yang lain kita jamah bareng lah  lo gue tingal ya ,inget gue percaya sama lo ” tegas bang tino   
Hemm iya .. ” jawab ku simple

Masjid sudah mulai di penuhi para addict dan staf pembimbing lain nya , bang tino persis berdiri satu syaf dengan ku , shalat subuh kami berjalan dengan baik , saat kaki melangkah keluar sindiran beberpa para pecandu yang masih tahap rehat, nyinyir bersuara seolah mengingatkan perbuatan bodoh ku malam tadi . 

“Idihhhh …. kesambet malaikat ape lo , semalam jadi setan sekar jadi akhli surga .. ada di syaf depan pula kerennn .. “sindir nya
Saat hendak menjawab bang tino memegang tangan ku . Mengisyaratkan tak perlu di ambil pusing apa kata mereka . 

” Ehhh kampreet dari masjid aje masih jadi setan lo pada  bubar bubar , preaper buat acara hari ini .. “ suara bang tino ke arah para teman rehap yang meledek ku dengan gaya bicara sedikit becanda agar tak menimbulkan asumsi perpihak sebelah dengan ku . 

Jalan nya aku ke arah ruangan , mata tak henti terus ku tapaki kaki dengan tatapan jeli ke tiap sudut . Anima mungkin kah kita memelihki waktu sekedar melepas kisah masa lalu seperti di atap dengan kebodohan ku ? 

Narasi ku terus bergumam , menanyakan dimana anima , sebelum jam sarapan kami semua di suguhkan teh dan sedikit cemilan sekedar penganjal perut untuk mengawali senam pagi yang rutin kami lakukan , kegiatan jasmani membantu para pecandu untuk lebih sehat dalam olah gerak tubuh . 

Gerakan ku tak selemah biasanya , meski mata masih mencari gadis bernama anima , tetapi semangat ku pagi ini luar biasa ,keringat menguyur baju yang berawal kering karna angin malam , seluruh teman yang berpengalaman mengikuti runtutan acara dan kegiatan yang sudah masuk program . 
Tak dilewatkan diskusi yang kerap ku jumpai sekedar tukar fikirn pada yang berpengalaman menceritan keinginan hati ,maslah diri, konsekwesi hidup sampai planing pasca kesmbuhan dari candu yang mematikan , semua berporses dengan rapi, kami menirama dengan tangan terbuka.

awalnya semua terasa jenuh , seolah kegiatan yang itu-itu saja , tak bebas , tak lepas bahkan ku pikir di dalam rehabilitasi aku tak bisa mengexpresikan diri , tapi ternyata tidak, semua bebas apa yang jadi keinginan hati meski tetap dalam pengawasan dan izin yang berlaku serta diterima pembimbing dan keprog nya . 

Semua berjalaan lancar aku yang menyukai seni dan masak , hemm aneh bukan, seorang pecandu dan lelaki brutal seperti ku ternyata menyukai masak yang biasanya di miliki para wanita , awal nya memang aku lelaki yang manja kami keluarga yang rukun , meski tapa papa 

mama memiliki kedai kecil di pingir kota saat pulang sekolah aku lebih nyaman bersama mama yang menghabiskan waktu nya di dapur , tapi setelah hutang melilit keluarga,kedai ditutup sampai mama tak berdaya menjual nya , om duta yang ku kenal sebagai teman baik mama justru dia mengeret habis- habisan uang mama dengan alasan cinta , mama membiarkan begitu saja , 

sampai titik dimana mama mengalami deperesi berat , kegiatan mama yang tak bisa apa-apa selain masak menjadi tertunda sekian waktu yang panjang, karna melihat ku masih terlalu kecil mama mencoba bangkit tapi tak bisa ku terima , mama jadi jarang pulng bersama teman sosialita nya dulu, kalau pun pulang mama membawa teman lelaki dan perempuan yang alasan kemalam an dan harus menginap dirumah ,aneh nya kenapa saat malam teman mama yang wanita selalu pulang dan tingal si lelaki saja bersama mama, saat kecil aku tak banyak bertanya  kehidupan terus berjalan sampai akhir nya dua tahun yang lalu saat usia ku genap 25 tahun , 

ku pergoki mama bersama seorang lelaki yang selalu beda dalam kamar nya .. nyaris ingin membunuh siapa saja yang meniduri mama ku , tapi apa lah daya ku hanya seorang yang masih bergantung kehidupanya  , berontak tak mampu hanya mencari kesenangan n bebas di luar saja fikir ku m . Hingga tiba mama mengetahui tantang candu ku dalam obat-obatan terlarang . Sampai aku di sebuah lembaga rehabilitasi yang aku tempati sekarang ini. 

“Hei .. bang lo ni kenapa ? Sampe nekat mau bunuh diri segala . ” suara yang mengkaget kan ku dari balik jendela tempat ku merenung kala usai aktftas yang ku jalani .

Ternyata itu noval teman satu kamar ku , 

“Ah , entah lah val ,gue aja heran ” jawab ku singkat
Susah bang , kalo hidup kita gini -gini aja gada kemajuan gada perubahan , lagian lo mau kabur sendirian aja sich ,ajak-ajak gue donk hahahah “ jawab noval meledek 
akh sial lo , ngeledek aja bisa nya ” tawa ku melihat noval yang punya segudang lelucon kala bicara . 

Nb : Siapa anima? Akan kah rey menemukanya  CONTINUED _  . Lanjut bab  2 Ditunggu ya

oleh : juliapanjul _