addict · adik kaka · Buku · cerbung · cerpen · fiksi · Gaya Hidup · Lelaki · lovestory · novel · Pejuang Dunia · penyakit hati · perempuan · Sastra/puisi · short story

Novel : Calon Mama             Bab 4 : Jejak                             Karya : Julia Panjul 

Pooooooonnnnggggg …… jjjjjssssss… poooooooooonggg … 

Suara kelakson kereta menyambut ku di stasiun gambir jakarta 2006   _ 

3 hari bersama mama dan rara kini kepulangan ku menuju solo , seolah kembali ke rumah kedua ku , bersama di bawah naungan rehabilitasi menjadikan ku sosok yang lebih mandiri dan mengenal hidup jauh lebih berharga lagi , tak  sedikit dari mereka yang mengalami masalah dan kendala yang sama , tetapi jiwa dan semangat yang luar biasa akhirnya membawa kami para mantan pecandu bisa bangkit dalam ketergantuan kan obat jahanam . 

Rara yang tak nampak mengantar ku ke peron kereta, masih di rundung kesal dan amarah , dapat ku mengerti semua terjadi begitu cepat emosi menelan jiwa yang meski nya bahagia menyamput pesta paling sakral dimata agama dan dunia . 

mah , rey berangat ya tolong jaga diri mama, dan tolong mah rey akan ajukan masa bebas dalam pengawasan untuk bisa berkerja di luar masa rehab rey di solo, jadi kalo mama membutuhkan sesuatu mama tidak lagi harus bergantung pada rara , meskipum dia calon atau sudah menjadi menantu mama , rey yang berkewajiban memberikan apapun untuk mama bukan rara , jangan buat rey menjadi tidak berguna mah, rey mohon sama mama bersabar lah mah ,kita akan lewatkan ini dengan baik tanpa bergantung dengan siapapun . Rey mohon ” di sisi badan kereta argo tujuan solo , aku berbicara persis di hadapan wajah mama yang angun terpancar dari mata indah nya 
Dengan memegang pipi wanita setengah baya ku lihat serpihan mata yang berkaca-kaca menandakan berat melepas putra semata wayang nya , 3 hari bukan waktu yang cukup untuk melepas rindu sang putra pada mama nya , melihat mama yang tak bisa berkata apapun, aku hanya mencium penuh cinta dan merasa banyak salah dan dosa , 

pelukan erat mama meyakini ku satu hal bahwa , akan ku hadapi dunia demi wanita yang melahirkan dan memeperjuangkan hidupku , meski mama pernah melakukan kelalaian dulu, dapat ku mengerti kali ini,  semua hanya rasa berontak terhadap nasib yang dulu nyaris punah di telan zaman dan era yang penuh dusta dan fatamorgana .  
mah rey akan berusaha sekuat tenaga rey untuk membahgiakan mama rey janji mah, maafkan rey , rey mohon doa mama , semoga rey bisa benar-benar mnjadi anak yang patut mama bangga kan . Maafkan rey mah ” 

poooooogggggnggggggg…. : jurusan kereta stasiun solo segera berangkat  20 menit lagi di harapkan para menumpang untuk memeriksa barang bawaan . ____

Suara terdengar dari picrofone stasiun menandakan bahwa kereta akan segera berangkat ,mama yang memeluk ku erat semangkin tak kuasa menahan melepas kepergian anak nya, 

” rey , kita akan kejakarta lagi nanti ok , udah .. (dengan mengusap bahu ku , dan mengapai tangan mama untuk pamitan) , mah soni pamit ya doa kan kita biar sucses masa pemulihan dan sucsess untuk masa depan . Makasih atas jamuan nya soni pamit ya mah ,main -main mah kesana jangan lupa bawa ayam serundeng sambel pete .. ” sambil meledek bang soni mencium tangan mama yang telah melepaskan pelukanya dengan ku 

jaga diri kalian ,sehat terus ya bang soni sampaikan rasa trimkasih untuk para staf dan pengurs pembimbing dan yang lainya untuk bersedia menajaga rey  , inget mama sudah sperti mama kalian kalo kejakarta mampir kerumah salam juga buat bang tino . ” jawab mama penuh haru dan kasih sayang kekeluargaan . 

Aku berjalan ke arah lorong gerbong yang sudah di padati para penumpang yang lainya , ku tatap mama dari dalam kaca kereta masih dengam air mata, bahagia yang ku rasakan telah kembali ,rasa kekeluargan yang hampir hilang ,kini ku dapati ,meski kami hanya berdua saja . Sungguh tak mengurangi rasa bahgia yang luar biasa  

“. Rey menyayngi mu mah” gumam ku salam hati  

tak lama suara microfone stasiun menyiarkan keberangkatan lagi , ku tengok jam tangan masih menyisakan waktu 20 menit untuk waktu keberangkatan ku 

“_ kereta tujuan satsiun bandung segera berangkat , di harpakan para penumpang untuk tidak berada di luar gerbong kerta , selamat jalan dan semoga selamat sampai tujuan _” 

ya,  tepat di sebrang peron kereta tujun ku, kereta tujuan bandung berankat mendahului , aku yang sudah duduk di sisi jendela masih megengam tangan mama dari atas kaca yang hanya terbuka kecil saja , mama masih bicara lirih fasih soal nasihat dan pesan seperti layaknya seorang ibu yang melepaskan anaknya pergi , tak lama ku dengar dari arah sisi ketukan sepatu yang terburu – buru ,mengapai pintu kereta  , tiba-tiba ponsel bang soni berdering , ternyata bang tino yang menelphone , diberikan tlp ke pada ku saat bicara sedikit pada bang tino tak lama 

” permisi bu kerta tujuan bandung? ” tanya wanita tak di kenal pada mama yang persis masih di sisi jendela kereta ku dengan engahan nafas yang tergesa-gesa 

” yang itu mba , ini solo ” jawab mama 

ketika kutengok wanita sudah berlari membelakangi menuju kepala kereta yang sudah menutup pintu seluruh kerbong nya . 

” siapa mah ?”tanya ku 

” ga tau mungkin ketingalan keret , kasian udah bawaan nya banyak di bukain ga ya sama masinisnya . ” tatapan mama masih ke arah wanita yang telat dengan kerta tujuanya . 

Tak lama pintu kereta ku pun tertutup rapat tak ada yang bisa keluar dan masuk lagi , 

 “Ya ampun kasian sampai mohon gitu , duhh semoga masinisnya mau bukain  pintu ” gerutu mama yang masih asik menatap wanita yang telat dari kejauhan . 

Aku yang penasaran akhirnya menengok setengah wajah ke arah wanita tersebut . 

Sungguh seolah di kejut kan permata yang selama ini para pemburu harta karun mencari , 

” anima ” 

” animaaaa … animaaa .. anima tunggu animaaaaa ” teriak ku ke arah wanita yang baru saja melintasi mama 

rey kau kenal “tanya mama 

tak ku hiraukan suara mama , aku bergegas lari ke arah pintu yang tak jauh dari ruang restorasi kereta . 

pak tolong , saya harus keluar dulu sebentar , ” permohonn ku pada masinis kereta 

ga bisa mas ini pintu kereta bukan mikrolet jadi otomatis ” 

Entah apa yang ku lakukan hingga aku berlutut meminta membuka kan pintu pada masinis kereta dengan alasan kalo mama ku tertingal di luar , sebuah kebetulan yang luar biasa yang ku lihat tadi pun anima berlutut pada masinis agar di buka kan pintu untuk masuk ke dalam kereta . 

Tak tunggu lama masinis berbicara lewat hatpod gengam nya yang biasa di gunakan jarak jauh oleh para petugas nya, tiba-tiba pintu terbuka dengan cepat 

mas,kita berangkat 20 menit lagi ”  kata masinis yang baik hati . 

Tak ku hiraukan kaki lompat dari arah pintu dengan cepat , dan tak lama ku lihat hanya masinis sebrang kereta yang membawakan koper anima yang tersisa , ku berlari walau anima sudah di dalam kereta, teriakan ku membuat para petugas di pala kereta terkejut ,tak lama wajah yang telah lama ku cari akhirnya ku dapati

Animaaaa ” teriak ku dari luar 

Anima yang berbalik badan mengambil sisa koper bawaanya . Akhirnya aku mentatap jelas walau tak bisa ku raih tanganya . 

anima kamu ” suara ku lirih 

karna terkesima dan waktu yang singkat pintu kereta tertutup dan perlahan kerta melaju , aneh nya anima pun seolah melihat ku dengan penuh harapan , tubuh nya berbalut kerudung yang angun , tak segera ke badan kereta anima masih berdiri di depan pintu kepala kereta dari dalam menatap ku penuh tajam . 

Bibir ku hanya terus mengucap namanya denan pelan “anima, anima dan anima ” nyaris tak terlihat wajah anima, tetapi sebelum kerta jauh anima berpling muka n mengambil spidol hitam di tuliskan nama ku dalam kaca dengan tulisan tanganya dan dengan ukuran huruf yang tebal ,mungkin agar terlihat boleh ku … REY _ 

tak lama priwitan dari masinis ke arah ku ,dan teriakan mama juga beriringan , 

rey “ suara mama memangil 

Kereta sudah nyaris tak terlihat , tapi tubuh ku tak kuasa memalingkan muka , waktu terus mnyorot ku suara microfone satsiun menandakan keberangkatan kerata tujuan solo , aku berlari , ku temui mama yang menunggu ku di sisi pintu kerta 

” kau mengenalnya ” tanya mama 

” mas kereta udah mau jalan maaf pintu mau dintutup ” teguran masinis dari dalam 

” aku mohon jaga lukisan ku mah, lukisan wanita tanpa wajah .pemberian alm cakra di kamar ku ” permintaan ku pada mama , sembari melangkahkan kaki ke pintu 

tak tunggu lama pintu tertutup dan kerta melaju . Aku yang duduk persis di sisi jendela menatap perjalanan panjang jakarta solo , bang soni sontak menegur ku 

” siapa sih rey ? Pacar lo yang lain ? ” tanya bang soni , penuh curiga 

” rey waktu lo lari , sengaja gue ga kejar fikir gue lo mau kabur, bebas diluar lagi biar bisa make lagi, gue baru mau telepon tino kalo sampai kereta jalan lo ga ada , kena gue haduh lo bikin gue jantungan rey , rey … eh rey woy gue ngomong sama lo rey , akh sakit lo udah ah molor gue . Selamat berkhayal rey gue ngantuk ”  gerutu bang soni melihat ku yang diam saja 

tak ku jawab pertanyaanya bang soni, bahkan tak ku hiraukan semua perkataanya soal kecurigaanya . Aku terus menatap ke arah jendela , tak ku bayangkan tak ku sangka anima , aku melihat nya lagi . Tak banyak pertanyaan dalam benak ku , hanya tertegun melihat wajah yang nyaris 4 bulan ku tunggu . 

Perjalanan jakarta solo memakan waktu yang melelahkan tak banyak cerita sepanjng perjalanan hanya tak sangka kehadiran anima di hadapan ku membuat dilama ku semangkin mengerutu dalam benak ku 

Bang soni melihat ku yang dari bebepa jam hanya diam tanpa bicara terus menegurku 

Rey ,lo yakin ga apa-apa ? ” anima itu siapa sich rey , sampe buat lo kaya gini ” Tanya bang soni heran 

bang udah berapa lama lo di rumah rehap solo ?” Tanya ku 

kurang lebih dua tahun sampai akhirnya gue jadi salah pembantu staf kaya gini ,kenapa? ” bang soni menatap penuh tanya ke arah ku yang masih terbengong karna pertemuan singkat pada anima . 

Lo kenal anima ga sich ? ” tanya ku 

anima ,anima siapa sich tu cewe ko gue sering banget denger lo tanya soal anima ,  ” jelas bang toni yang menunjukan ketidak tahunya   

bang waktu gue mau coba bunuh diri 4 bulan yang lalu , liat kan gue ngomong sama cewe di atap lantai 3 . ” penjelasan ku berharap bang soni menginat kejadian itu . 

duh sumpah waktu lo di atas lantai tiga posisi gue baru pulang habis jemput anak yang mau direhap cape gue terus tidur , waktu gue liat ada ribu-ribut,  itu pun waktu lo udah di bawah sama tino,  gue ga liat lo di atasnya ,malah jadi gue ga gau , lo kenapa ga tanya sama tino aja sich , lagian kalo anima pegawai atau apa lah posisi dia di rumah rehap , ga mungin satu gerbang sama kita orang rey, pegawai wanita yang kerja disana tingal di mess belakang gedung rehap ,jadi ga mungkin dia denger kegaduhan malam itu , toch waktu itu gada permpuan sama sekali yang dateng pegawai dan staf mes cowo semua ,logis donk rey ! ” bang soni menjelaskan jelas tentang keamanan rumah rehap yang memang tak berpenghuni wanita kecuali para isti pegawai yang masih tingal dalam mess . 

Tapi gini dech coba lo tanya tino ,mungkin dia tau atau mungkin dia kenal atau liat kali waktu lo ngomong sama cewe di lantai 3 ,ah rey rey , udah yang pasti -pasti aja . Jodoh lo dah di depan mata , cantik kaya pula ” bang soni berkata soalah mengikatkan ku soal pernikahan dengan rara . 

Sesampai nya di rumah rehap aku di sambut bang tino dengan cemas nya , 

Sial ,gue kira ga balik lagi lo kesini , aduh bikin gue kuatir lo ” sapa bang tino dengan memeluk ku gaya pelukan seorang teman laki-laki pada umum nya m 

Berpa kali gue bilang, gue akan stay disini meskipun gue udah bener-bener clean bang” jawab ku meyakinkan 

lepas seharian sudah dalam rumah rehap , aku yang tak sabar bicara pada bang tino soal keingin tahuan ku tentang anima ,

bang, gue mau ngomong sama lo , gue minta waktu lo bang” arah ku pada bang tino di meja kerja nya yang sedang menyusun program di sini . 

duduk dech, kita ngomong santai aja ya , lo kan baru pulang rey ada apa sich lo gue perhatin ko dari tadi sore u gelisah terus ,gue denger rencana pernikhan lo dah hampir selsai ya ” suara bang tino yang tenang walau tangan nya masih diatas tumpukan kertas kerjaanya . 

Gue lagi ga mau bahas itu bang , ini soal anima ” suara ku menghentikan tangan bang tino yang sedang sibuk 

Hemm .. anima tu siapa sich rey sebenarnya , apa lo punya cewe lain selain calon istri lo si rara?” Tanya bang tino 

bukan bang, anima siapa aja gue ga kenal, gue cuma mau tanya apa lo liat cewe di atas atap yang ngobrol sama gue waktu gue mau bunuh diri waktu ?” Tanya ku 

loch , rey lo gila ya , berapa besar sich gedung rehap kita , kita orang aja ga berani naik,  karna tempat nya kecil yang ada klo ada yang naik bisa jatoh semua disana belum lagi ada tang air sebegitu gede nya akh ngaco lo rey gue ga liat apa-apa, yang gue liat lo cuma berdiri diem teriak-teriak dan tiba turun waktu 1 sataf jemput lo ke atas, tu si ifan lo tanya dia dech kalo lo ga percaya, akh macem-macem aja lo “ ada lagi rey sory gue lagi sibuk . 

Penjelasan bang tino tak dapat ku terima begitu saja, aku yang masih heran terus tak henti mencari tau , keberadaan anima , tak percaya kalo anima adalah hantu atau . Akhrrrr ini di luar nalar ku kalo saja anima hantu mana mungkin pagi tadi ku bertemu di stasiun gambir jakarta . Gila ini semua buat ku semankin yakin bahwa ada sesuatu yang di sembu nyikan di dalam rehab terhadap orrang lain . 

Aku semngkin tak ingin berhenti mencari anima , karna begitu terkejutnya sampai aku sendiri tak perhatikan perut yang pernah di tunjukan pada ku saat itu, apa sudah membesar atau … aku tak ingin menduga-duga tentang nasib anima , hanya ingin bicara saja mengatakan terimaksih atas penyadaran dalam menolongku melihat hidup yang jauh lebih berharga .

Sudah seminggu setelah kepulangan ku dari jakarta , dan beberapa orang rumah rehap ku tanya , tak ada yang tau bahkan setelah ku menanyakan siapa anima pada bang tino , sikap bang tino pun berubah drastis menjadi jaga jarak dengan ku .

hari ini rumah rehap mengadakan tour untuk semua staf dan para mantan pecandu ,menghirup udara bebas di luar serta penyediaan 7 fasilitas yang di sediakan sangat membantu kami sedikit lebih lega dan membawa penyegaran baru setelah lelah menjalankan program yang di sedikan, 

dari mulai perjalanan dalam bis dan sampai tiba di tempat wisata, ketika yang lain asik berporak poranda menikmati alam ,dan wahana tempat bahkan ada yang menjamu dirinya berwisata kuliner atau sampai berbelanja dan memandikan diri di kolam yang menyejukan tubuh , tapi tidak dengan ku, aku hanya duduk menatap  pepohonan dan sebuah lembar putih yang ku ayun pena tinta hitam di atasnya mengambarkan satu demi satu baik sajak ku tulis menuang rasa curiga dan ingin tau yang begitu dalam mengenai anima , tak lama ku tatap dari kejauhan bang tino menghampiri

” ANIMA WIJAYA , …. itu yang lo cari selama ini ” suara bang tino mengejutkan ku menjatuhkan pena dan menghentikan lamunan ku . 

berarti lo kenal bang ” jawab ku terkejut sedikit bahagia bahwa ternyta anima adalah nyata bukan sekedar bayangan ku saja . 

” gue ga tau hatus cerita dari mana rey , sudah 3tahun gue di dalam rumah rehap wajah anima memang sudah bukn wajah yang asing bagi kami yang sudah lama di dalam sana , kedatang anima ke rumah rehap 3 tahun yang lalu bertujuan untuk mengunjungi teman nya yang juga jadi klien nya di dalam rumah rehap, dulu anima adalah wanita yang berpendidikan dia sarjana hukum , yang sedang menangani kasus ganja  ,” singat penjelasan bang rey membuat ku sontak terkaget 

” apa ganja? Klien nya pemake juga “ tanya ku 

” itu kasus nya rey, klien anima bukan pemake atau pengedar , nama nya fadil dia cuma orang yang menanam beberapa pohon ganja di halaman rumah nya untuk pengobatan kanger tulang sumsum di bagian belakang yang mengidap istri nya , pada saat ada warga yang tau entah dari mana sumbernya berita penanaman ganja beredar sampai renah pemerintahan , akhirnya fadil di ringkus polisi sebagai pemakai dan pengedar narkoba , yang gue dengar anima yang berpendidikan merelakan diri untuk menjadi pngacara hukum dari fadil , tapi ini indonesia negara kita tidak mngijinkn apapun alasanya soal penanaman ganja , simpang siur sampai ke ranah pemberitaan televisi dan berbagai media, berita soal fadil si penanam ganja tersiar luas, hukum masih di atas segalanya kewenangan n kebijakan pemerintah masih terus menang , tetapi anima tak berhenti dia tetap berpegang pada hukum hak asasi dan norma perlindungan manusia dari penyakit yang mematikan . Yang gue tau anima berjuang sendiri , saat fadil masuk penjara tragis nya istri nyameningal dunia , tetapi anima tak patah semangat dia terus berjuang untuk mengeluarkan fadil , demi masa depan 4 anak nya masih berusia 3 tahun 6 tahun 12 tahun dan yg besar 15 tahun , anima gila dia terus melawan pemerintah bahwa ganja mesti di legalkan dan fadil bebas tuntut an “ bang tino semngkin membuka siapa anima dan aku semangkin tak berkata-kata mendengarnya 

” apa ganja di legalkan , gila ” saut ku terkejut 

” ya , itu lah kegilaan anima, tetapi anima punya banyak nara sumber yang menguatkan bahwa ganja bukan narkoba yang di olah dari bahan sintetis seperti morfin extasi atau yang lain nya, anima meyakinkan bahwa ganja adalah tumbuhan herbal yang kaya akan khasiat untuk extrak berbagai penyakit berat di dunia ,seperti australia ,jepang atau 20 dari berbagai negara yang lain nya yang menjadikan ganja adalah tumbuhan herbal untuk pengobatan tradisional,  tetapi pemerintah kita dengan segala pertimbanganya tetap pada hukum dan kebijakan yang berlaku ganja tetap ada undang undang yang melanggar hukum tentang narkoba , tidak berhenti sampai di situ meski anima menyadari kebijakan yang berlaku soal pertimbangan pemerintah melihat bahwa rendah nya pola pikir masyarakat indonesia yang masih banyak menyalah gunakan khasiat dari satu hal yang harusnya bersifat kebaikan justru di buat kesenangan dan di perjual belikan secara bebas n luas untuk kesenangan yang akhirnya melanggar hukum ” bang tino mwnjelaskan panjanng lebar tentang perjuangan anima membela fadil si penanam ganja . Membuat ku geleng-geleng kepala saja . 

Lalu gimana perkembangan kasus nya bang? ” tanya ku serius pasa bang tino 

Entahlah rey ,gue ga terlalu mengikuti para pecandu lebih menyita waktu gue ketibang nyimak kasus anima yang memperjuangkan ganja untuk di legal kan . Kaya lo lah buktinya , pake acara mau bunuh diri segaa . Giman ga nyita waktu gue ” jawab bang tino santai dan mencoba mengalihkan rasa penasaran ku yang terus menerus . 

Terus itu kasus kapan bang, kenapa malam itu anima ada di atap lantai 3 ,berarti lo liat kan gue sama dia sempat bicara ” tanya ku terus menyudut bang tino 

Sial lo,dikasih tau malah terus-terus ga mau berenti , sekarang gini garis besar nya lo tau kalo anima itu ada bukan setan . Jadi sekarang tugas lo bantu gue kerahin dan ngawasin anak-anak di sana ,kalo sampe ada yang kabur hidup lo bukan nyari si anima malah gue siru cari tu pecandu yanh kabur , hayo udah ah cepet ikuy gue ” ajak bang tino yang menyudahi cerita tentang anima . 

Entahlah aku merasa masih belum puas ,seolah masih banyak yanh di sembunyikan soal anima , tetapi aku mulai lega kalo sosok anima memang nyata . Pencarian tak usang, justru sebaliknya aku semngkin teetarik soal mncari tau siapa anima sebenarnya . Bang tino melangkah mulai meningalkan ku ketika bebepa langkahnya bang tino masih mengarah ke di sangka nya aku mengikuti dari belakanh ketika tau aku masih terdiam bang tino lagi lagi berbicara membuat ku terkejut . 

gila lo ya gue pikir bakal puas sama pernyatan gue , masih bengong aja hayo lah rey ..” ajak bang tino yang mulai tidak menyukai sikap ku dengan bengong -bengong sja .

“Lo duluan dech bang , ” saut ku yang malas malasan . 

” cilenyi . Ds karuyuban bandung , lo bisa temuin anima disana , cukup rey, tentang anima dan keberadaanya lo dah tau masih belum cukup juga muasin rasa pencarin lo? Hemmm sakit lo , gue duluan  ” dengan cepat menyebutkn alaman dimna anima berada aku sontak mengingat kereta yang di kejar anima pun tujuan bandung, semangkin jelas saja dan langkah bang rey membuat ku ingin mengejar memastikan dengan jelas dimana tepat alamatnya . 

bang , hei bang , bang tino … tunggu bang “ lari kecil ku mengikuti arah bang tino 

dan dengan suara lantang bang tino mengoda ku ” wahai penjuru alam sadar kan lah rey si pemuda tampat asal jakarta yang mulai dilanda wanita solo berkerudung , haahhahaha ” 

suara bang tino membuat para pengunjung wisata dan bebrpa orang dari rumh rehap terjengah melihat nya , akhirnya itu pun menjadi hari pertama ku mempunya semnagat yang ku tunda untuk mencari gadis berkerudung biru . 

COUNTINUED_

Yeahh finis bab 4 _ jejak anima cukup jelas donk gais, mungkin ga sich rey bisa bertemu anima , di tengah-tengah kesibukan nya dalam rumah rehap dan persiapan pernikhan nya dengan rara ? Hemmm ….. yoo banca lagi di bab -5 


OLEH : JuliaPanjul


Advertisements
penyakit hati · Sastra/puisi

Amarah

Jiwa yang tandus dengan kendala, seakan menelan bangkai busuk muak di terima lidah , serupa kata menyakitkan batin tak peduli sudut pandang yang lain ,

ego kadang menerpa ,menendang cela untuk marah , penat mencari jalan keluar ,seakan tak ada waktu berfikir sehat maka amarah menjadi muslihat 

bosan , kecewa pada waktu yang menyudut hal yang tak dapat ku tuju , melawan gila,mengalah tak terima 

ingin sekali merobek -robek bangkai yang membusuk di lidah tetapi tak dapat di temukan hanya bau nya yang tertelan , sudah berjam jam tubuh bertempratur tinggi seolah emosi yang menguasai 

ahrrrrrrhhhh … kecewa enggan punah ,bahkan kata maaf menjadi sia sia , rendah hati tak jadi tolak ukur, tubuh butuh waktu sendiri ,sekedar mencari solusi ,mengubah amarah menjadi tawa ,meski itu tak mudan layak nya nasib yang harus ku terima 

Punah kan amarah untuk menghindari petaka , hilangkan ego demi kembali nya sebuah tawa bahagia . Meski sulit tetap ku coba , melawan tinggi nya hati demi sebuah gengsi , sampai memakan diri hingga akhrnya menelan rugi . 

Teras rumah yang sepi ,bogor 2017

oleh _ JuliaPanjul